7 November 2018

Dek, mungkin dalam banyak hal kita ga sama, dan dan seringkali aku mengganggu kamu sampai kamu ga nyaman. Aku ga ga tau kamu gimana kamu ke aku, tapi ada yang mau aku sampaikan.

Dek, setahun kebelakang, banyak yang aku alami, yang merubah aku, cara pandangku, cara pikirku, sikapku. Waktu aku di umurmu, aku ga pernah tahu kalau ternyata aku akan berubah menjadi seperti ini.

Dek, aku belajar sesuatu. Bahwa mungkin kita harus berhenti melihat sesuatu jadi bagus atau jelek, baik atau buruk, benar atau salah, dan coba coba lihat bahwa daripada mengatakan "aku lebih baik", katakanlah "aku berbeda". Karena ternyata, kita ga pernah tahu apapun.

Dek, tujuan hidup itu bukan untuk sukses, tapi untuk jadi bahagia dalam kesederhanaan. Mungkin aku "salah". Tapi, capek kalau selalu punya ambisi yang ga kunjung selesai sampai kita lupa mensyukuri apa yang ada di genggaman kita. Jadilah apapun yang membuat kamu bahagia dek.

Yang paling susah ternyata adalah mengetahui apa yang kita inginkan, kemudian berani untuk mewujudkannya, meskipun kata orang lain itu bodoh.

Dek, aku salah selama ini. Mereka yang suka kehidupan malam punya alasan sendiri untuk melakukan yang mereka lakukan. Mereka yang ga mau kuliah pun punya alasan sendiri.  Selama ga merugikan orang lain secara langsung, selama ga merugikan kita secara langsung, rasanya kita ga punya hak untuk menghakimi atau mengomentari. Aku mau belajar menerima dek, mau berhenti menilai orang lain "baik" atau "buruk". 

Aku salah selama ini dengan berpikir kalau orang beda pandangan sama kita, salahsatunya salah sementara yang lain benar- aku ga mau begitu lagi.

Dek, nikmati. Hidup kamu itu indah. Cari apa yang bikin kamu bahagia, kejar. Aku ga lagi merasa perlu mendoakan kamu "sukses", aku doakan kamu bahagia- dan berani mengejar apa yang membuat kamu bahagia.

Aku sayang kamu

24 Oktober 2018

jika esok kamu masih bisa bangun pagi dan melihat mentari, memulai pagi, bersyukurlah dan jangan pernah tengok ke belakang. kamu adalah seorang penyitas

2 Oktober 2018

Aisyah menyesal kejujuran Aisyah menyakiti beberapa orang. Jangan, jangan sedih untuk Aisyah. Aisyah sekarang jadi perempuan yang lebih kuat dari sebelumnya :) Aisyah baik-baik saja dan Aisyah jadi lebih dekat dengan Tuhan, dengan seluruh kehendaknya.

Ibu, Ayah, jangan sedih.. Aisyah ga mau ibu dan ayah sedih. Aisyah baik-baik aja, selalu baik baik aja kok. Ga pernah kenapa2. Aisyah ga boong. CHEER UP, IKHLAS

1 Oktober 2018

Terima kasih Ibu, terima kasih Ayah, terima kasih Mama, terima kasih Bapak, terima kasih teman teman semua yang telah mendoakan Aisyah untuk jadi kuat.

Hari ini Aisyah yakin, bahwa Tuhan memberikan jalan terbaik untuk Aisyah. Susah atau mudah, ini adalah jalan yang Tuhan tunjukkan untuk Aisyah. Insyaallah Aisyah akan berusaha lebih kiat lagi.

26 September 2018

I just don't know what to do. I can't win this battle. There’s nothing I can do to make it feel less-painfull. It hurt me so bad. But I know other choice is gonna make me feel worse. I want to save myself.I need to save myself. But how?

16 September 2018

Aisyah kadang bahagia sama diri Aisyah yang sedang patah hati - karena jadi produktif nulis. Agar Aisyah di masa depan bisa menertawakan, dan bisa jadi perempuan kuat karena dia tau apa yang sudah dia lalui..

Aisyah pernah PDW, jadi setidaknya Aisyah tau bisa sekuat apa aisyah secara fisik dan mental. Aisyah tau bahwa Aisyah ga akan mati, dan segala kesulitan akan berakhir. Itu namanya faith. Aisyah bisa mengalahkan diri Aisyah disaat terpaksa, tapi dalam kehidupan sehari-hari, rasanya Aisyah masih gagal. Karena ternyata PDW adalah hal yang paling mudah, yang sulit adalah hidup yang benar-benar hidup, dengan bahagia dan tanpa penyesalan.

Aisyah sedang berusaha lagi menemukan, dan mengejar apa yang Aisyah sudah relakan. Karena ternyata hal yang Aisyah kejar belum tentu juga bisa Aisyah dapatkan. He he. Aisyah mau bilang lagi bahwa, please Aisyah jangan lupa pagi untuk jadi diri sendiri dan kerja untuk diri sendiri, usaha untuk diri sendiri. 

Lucu, hidup dengan patah hati padahal bukan abis diputusin.

Aisyah bingung, dan bertanya, salah satu bagian dari mencintai adalah percaya, merelakan hati, memberikan segenap hati dan kepercayaan, berani menjadi rapuh. Aisyah awalnya takut untuk jadi rapuh karena sayang sama orang, ketika Aisyah mulai sayang beneran sama orang, Aisyah bilang Aisyah ga mau jadi rapuh. Lalu Aisyah belajar bahwa ga boleh kaya gitu, Aisyah harus merelakan, rela untuk jadi rapuh dan membuka hati, seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Lalu tanpa Aisyah sadar, Aisyah jadi terlalu terikat dan malah kehilangan diri Aisyah sendiri. Hal yang Aisyah dulu takutkan terjadi, Aisyah ga bisa jadi mandiri dan Aisyah menggantungkan kebahagiannya pada orang lain. Jadi, yang benar itu harus gimana? Mungkinkah bisa mencintai sepenuh hati tanpa kehilangan diri sendiri? Atau pada akhirnya kita semua harus merelakan kehilangan diri sendiri?

Trims

15 September 2018

Mantra Mantra - from My Eyes

Kunto Aji ngeluarin album kedua, namanya Mantra Mantra. And I'm kinda addicted to it.

#1 - Sulung
Mungkin ini seperti pengingat, buat Aisyah dan untuk semua orang, "Relakanlah yang tak seharusnya untukmu.." berulang-ulang. Aisyah sedih, gimana caranya bisa rela, Mas Kun? Bukan pengingat, ini pembuka. Kaya Al-Fatihah.  Mas Kun, padahal ini dua kalimat doang tapi kenapa menghujam jantung begini?

#2 - Rancang Rencana
Aisyah ga tahu ini tentang apa.. kaya laki-lakinya mau pergi, atau sudah pergi. Untuk ambisinya. Tapi dia berharap perempuannya mau nunggu, dan ngga berubah. Iya bukan sih, Mas Kun? Aisyah denger ini mau nangis masa. Kaya.. Bahagia deh kalau ada laki-laki yang secinta ini. Aisyah sedih, Aisyah dulu pikir apakah Tias sudah selesai dengan ambisinya, sehingga akhirnya mau menikahi Aisyah. Aisyah ga mau dikesampingkan.

#3 - Pilu Membiru
Percaya ngga kalau Aisyah pikir ini lagu yang dinyanyikan setelah mereka putus. Mungkin perempuannya ngga kuat nungguin, lalu mereka memutuskan untuk menyudahi. Lalu mereka bertemu lagi, masih sesayang itu laki-laki ini. Sedih juga. Kepotek hati adek bang. Aisyah ngerasa setulus ini woy laki-laki ini. Ini sudah tidak sehat, menaikan ekspektasi perempuan bahwa ada laki-laki seperti ini.

#4 - Topik Semalam
Tentang dia berusaha meyakinkan perempuannya bahwa dia pada akhirnya akan bahagia. Tapi perempuannya harus sabar, bertahan. Dan Aisyah sedih.. Aisyah setiap hari rasanya pengen nanyain kepastian menikah ke tias. Aisyah pengen bilang banget, "Mau mau, engga engga." Aisyah ga mau mas dinikahin lama-lama. Aisyah ga yakin apakah Aisyah mau nungguin kamu. Seandainya kamu ga mau nikahin Aisyah segera, Aisyah mau minta dilepaskan saja mas. Aisyah bingung, Aisyah tau Aisyah akan bahagia sama kamu, ga ada hal yang lebih membahagiakan untuk Aisyah. Mas, udah 2 tahun lalu loh aku di lamar.. Mas Aisyah mau kepastian. Tapi Aisyah mencoba ngerti berapa banyaknya beban tanggung jawab kamu, Aisyah mau kasih kamu waktu buat mikir, Mas. Atau Aisyah pikir baiknya kamu selesaikan segala ambisi dan tanggung jawab kamu, kamu lamar Aisyah lagi. Aisyah ga mau nungguin kamu, sementara Aisyah disini cuma nungguin kamu. Aisyah mau pergi aja rasanya, kabur. 

Oke mungkin lagu ini yang bikin baper. Dan nulis ini sampe nangis woy. Kayaknya abis selesai nulis ini mau nangis sampe tidur aja ngulang-ngulang lagu ini.

#5 - Rehat
"Tenangkan hati, semua ini bukan salahmu. Jangan berhenti, yang kau takutkan takkan terjadi. Yang dicari hilang, yang dikejar lari, yang ditunggu, yang diharap, biarkanlah semesta bekerja untukmu." Maksud lagu ini apa? Setelah bikin nangis-nangis karena lagu sebelumnya, lalu apa ini penenang? Apa lagu ini seharusnya menjadi penenang, jawaban atas lagu sebelumnya. Tapi malah sedih ya Aisyah dibilangin tenangkan hati. Mungkin menjawab juga ketakutan mengenai ketidakpastian di lagu sebelumnya? #sotoy

Oke, lagu ini adalah lagu bikin baper peringkat dua.

#6 - Jakarta Jakarta
Abis nangis, ga ngerti. Mungkin ini laki-lakinya mau pulang ke Jakarta, atau malah dia lagi merantau di Jakarta? Ga ngerti. Mungkin ini akhirnya menceritakan bahwa sebenernya laki-lakinya juga rindu, tapi dia harus setrong #sotoy. Ga ngerti saya. Kalau versi love story sotoy yang Aisyah bikin berdasarkan album ini, ini ceritanya adalah versi laki-lakinya masih merantau, mungkin putus makanya dia merasa sepi.

#7 - Konon Katanya
Mereka udah putus, terus hidup masing-masing. Perempuannya terus sibuk dengan dirinya sendiri, kerja mungkin, mengejar materi. Dia jadi perempuan yang hidupnya membosankan, entah dengan studinya atau pekerjaannya deng. Laki-lakinya pulang, terus sok heroik gitu mau membuat hidup perempuan ini jadi berwarna lagi. Kasian perempuan ini mungkin dia begitu karena dipatahkan hatinya di beberapa lagu sebelum ini. Aisyah ga mau jadi perempuan itu, tapi sok-sokan related, ngebayangin kalau ngga sama Tias Aisyah pasti sakit hati terus bisa apa Aisyah selain kerja keras untuk diri sendiri, dengan hidup yang gitu-gitu aja. 

#8 - Saudade
Saudade ternyat artinya kerinduan dalam bahasa portugis (kurang lebih). Sok bijak. Mungkin ini disaat ketika mereka sudah kembali, dengan menjadi manusia yang dua-duanya lebih dewasa. Mereka akhirnya ngga kembali, dan laki-laki ini merasakan perempuan itu adalah saudade, bagian yang hilang dari dia. "Serap, serap yang baik untukmu." Kayaknya akhirnya mereka ga balikan deh, tapi laki-laki itu sekana menyampaikan bahwa ia akan selalu bisa jadi tempat pulang bagi si perempuan. Dan dia mendoakan yang baik-baik bagi perempuan itu. Ini kaya lagu putus yang nggak sok imut, yang putus dengan penuh kedewasaan. Tapi tetep sesedih itu. Kehilangan sedalam itu tapi masih bisa menawarkan rumah untuk pulang. Mas Kun, emang yang kaya gini mungkin? 

#9 - Bungsu
Setelah melalui naik turun dalam hubungan yang complicated ini, maka disimpulkanlah.. "Relakanlah yang tak seharusnya untukmu." Mungkin laki-laki ini mencoba membesarkan hatinya sendiri, dengan menyuruh dirinya mencukupkan kenangan/ ikatannya. Dan kalimat penutup yang baik, "yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri." Mungkin pengingat, bagi Aisyah bahwa kadang kita kehilangan diri sendiri dengan mengejar hal yang menyakitkan yang memang bukan tuhan takdirkan untuk kita. Jaga diri. Jaga hati, Ai. Semoga semuanya akhirnya indah ya Aisyah

13 September 2018

Tawakal

beberapa bulan ke belakang, setahun kebelakang mungkin, sejak berusia 20tahun-an saya merasa menajdi diri saya yang berbeda. yang tidak memiliki semangat menggebu-gebu seperti sedia kala. tidak lagi menjadi naif dengan ingin merubah dunia, saya hanya ingin bertahan hidup. survive, tanpa menjadi terbelakang atau tertinggal. saya merasa tidak seceria, sebahagia sebelumnya. mungkin memang saya memilih untuk tidak berbahagia dan tidak berbaik hati. saya bahkan tidak membentuk ikatan emosional dengan banyak orang.

karena saya merasa, kadang, seringkali hidup tidak sesuai dengan yang saya harapkan. teman-teman saya, tias, bahkan orang tua dan keluarga saya. jadi saya berhenti berharap pada siapapun, saya berusaha untuk berhenti berharap pada manusia. dan sayangnya, mungkin dalam banyak hal saya terlalu banyak berharap kepada tias. berharap tias akan menyelamatkan saya dari kehidupan yang tidak bahagia ini. berharap pada saatnya nanti saya hanya perlu memikirkan untuk berbakti kepada tias dan bekerja keras untuk anak saya. 

mungkin saya lupa menyerahkan ini semua kepada tuhan. di 6 bulan sebelum pernikahan ini, mungkin tuhan bilang belum saatnya saya mendapatkan apa yang saya inginkan. mungkin memang tuhan belum merestui saya menikah. saya tadinya pikir, setelah kuliah selesai, saya tidak harus menghadapi dunia sendiri karena saya akan memiliki pelindung, memiliki rumah untuk kembali. tapi nampaknya tuhan ingin saya tidak terlena pada angan-angan kenyamanan.

mungkin tuhan ingin saya berfokus pada diri saya dulu, menjadi manusia yang baik sebelum berumah tangga. berkelana lagi sebelum akhirnya menikah. saya sempat berpikir untuk tidak bekerja sementara waktu, menggantungkan diri beberapa saat pada orang lain, dengan tanggung jawab memasak, mencuci dan membersihkan rumah, bukan belajar atau mencari uang. mungkin ini cara tuhan memperingatkan saya agar bagaimanapun keadaan saya nanti, terlepas dari harapan saya, saya harus bertanggungjawab pada diri saya sendiri, bisa makan sendiri, tanpa menunggu diberi oleh orang tua atau calon suami nanti.

entah saya harus menangis dan meminta tuhan mengabulkan doa saya, atau berterimakasih atas apa yang telah tuhan berikan pada saya, pengingat bahwa saya harus menjadi perempuan yang mandiri sebelum akhirnya benar-benar ada yang meminang, dan bahwa saya kurang berserah diri kepada tuhan. terlalu banyak harapan saya yang saya minta tuhan kabulkan, kadang saya lupa bahwa pada akhirnya tidak semuanya tergantung saya.

tuhan, saya bersedih hati. tuhan saya gundah. tapi saya tahu bahwa engkau akan menunjukkan jalannya. jika satu pintu tertutup, saya tahu tuhan bahwa engkau akan memberikan jalan lain. bismillah

4 September 2018

kalau nanti aku menikah dengan tias, atau kalau nanti aku putus lalu menikah dengan orang lain, aku mau diriku di masa depan membaca ini.

entah bagaimana, beberapa bulan sebelum menikah ini ada aja cobaannya. berantem terus. kaya yang tidak bisa bahagia, entah karena aku yang marah marah terus atau karena tias menyalahkan aku lalu aku merasa bersalah, padahal mungkin dia yang salah.

tias bohong, dua kali. sepele. tias pergi, dan ada perempuannya, lalu dia ngga bilang. aku marah. pantas? atau lebay? lalu aku cemburu, wajar kan sebagai wanita? lalu di kesalahan pertama, aku minta tias unfollow instagram perempuan itu, tias ngga mau, sampai tias bilang gapapa kalau aku mau udahan. aku ga tau tias ga tau atau ga mau tau, bahwa permasalahannya adalah dia lebih memilih menjaga perasaan perempuan yang entah siapa di banding perasaan calon istrinya. lalu yang kedua baru aja, nama perempuannya Sonia. polisi. perek. maaf aku bicara kasar.

tapi aku akhirnya baikan setelah masalah pertama, aku pikir pernikahan aku dan tias lebih penting di bandingkan dengan hal sepele. lalu tias mengulang kesalahan yang sama, entah kenapa. dan aku takut tias mengulangi hal yang sama ketiga, keempat dan ke lima kalinya.

terakhir di masalah pertama, tias bahas bahas soal aku pernah dekat dengan laki-laki di semester awal kuliah. aku bukan orang suci, aku mengakui aku salah. dan aku benar benar menyesal. kemudian aku tidak pernah mengulangi kesalahan yang sama, karena itu yang seharusnya dilakukan setelah meminta maaf. dan andai alasanku untuk dekat waktu itu penting, dulu aku menyukainya karena dia mengatakan aku cantik, setiap hari. yang mana sebelumnya, tias tidak pernah sekalipun mengatakan aku cantik. sesederhana orang itu tidak pernah mengatakan aku jelek atau bodoh, tidak pernah menghinaku. semu, tapi penting ku rasa bagi seorang wanita.

instagramnya perempuan semua, aku berusaha tidak marah. dia menghapus dm dari perempuan yang tidak tahu apa, aku tidak marah. tias sering mengatakan "tapi sejak pacaran aku ga pernah megang tangan perempuan lain." sayang, kasih itu bukan hanya soal memegang tangan. tapi siapa perempuan yang ingin kau ajak berkeluh kesah ketika kau gundah, apakah perempuan itu masih aku?

aku bukan orang suci.
tapi aku tidak pernah sekalipun lagi menyukai laki-laki lain 

dan sekarang aku bingung, apakah ini cobaan? atau apakah ini Tuhan sedang memperingatkan aku dan kamu bahwa kita memang tidak seharusnya bersama.

seandainya kamu bahagia dengan yang lain mas, seandainya kamu sudah lelah bertengkar denganku, seandainya ada perempuan yang lebih membuat kamu bahagia, maka kamu tidak pantas lagi untuk menikahiku. jangan. jangan berani beraninya meminta aku pada ayahku jika aku bukan perempuan yang ingin kamu jaga hingga kamumati. aku mencintaimu, sepenuhnya, setulusnya, selalu, bahkan disaat aku galau. tapi aku punya harga diri dan kebanggaan. jika kamu tidak bisa menghargaiku, maka aku lebih baik sendiri.

aku akan mengizinkan kamu pergi dengan perempuan manapun, selama ia adalah temanmu, dan kamu tidak akan mencium dan memeluknya di akhir hari. tapi kamu memilih untuk berbohong, dua kali, atau entah berapa kali tuhan yang tahu.

aku sedih, tapi aku punya harga diri. aku tidak akan mengemis kedua kali untuk orang yang aku cintai. ketahuilah bahwa selama ini aku percaya bahwa kamu akan menjagaku, dan menyayangiku. dan aku masih percaya. tapi apakah aku masih perempuan yang membuatmu bahagia?

3 September 2018

ingin menulis, sedikit.. sebelum nanti akhirnya menulis dengan jelas.

menikah adalah hal yang sulit, andai mereka semua bisa mengerti. lucu ngga sih kalau aku sangat sangat sangat ingin menikah dan tinggal bersama, tapi aku takut. aku takut nanti aku menyalahkan tuhan atas pilihan yang telah aku ambil jika hidupku tidak berjalan sesuai rencana.

andai aku adalah perempuan di pedalaman yang menikah merupakan satu satunya pilihanku. yang pengabdian adalah seluruh hidupku.

andai aku bukan perempuan.

andai aku bukan perempuan merdeka.

andai aku perempuan berpikiran sempit.

andai aku manusia yang penuh kepasrahan.

andai aku tidak harus memilih apapun.

andai aku tidak tahu bahwa wanita dapat menjadi apapun selain seorang istri.

andai semua orang lain tidak menanyakan kapan aku menikah.

andai mereka membiarkan aku memilih untuk diriku sendiri, kapan, dimana, bagaimana.

andai aku manusia bebas yang sebebas-bebasnya.

andai aku merdeka semerdeka-merdekanya.

andai aku bisa melangkah melampaui norma dan kebudayaan.

andai aku bisa tinggal selain disini.

andai aku dilahirkan kembali.

andai aku tidak punya agama.

andai mereka semua bisa mengerti.

17 Agustus 2018

A girl  want to feel loved. And a girl (also) want to feel beautiful.

I want to feel somehow that im beautiful. And that you love me the way i am. And never looked at other girl saying "i wish my girlfriend got a body like that." I hope one day you will finally accept all my flaws.

I am sorry that im not that pretty-kinda-girl. So that you cant show me off. And i want to say fuck you. You, as a man, shouldnt make me feel this way. But you did anyway. 

7 Juni 2018

I wish.. in 2 years I could finally travel far east.. to NTT, to Maluku, To Papua.. Living in Bandung for 3 years makes me realized that I don't really like the cold weather. Here we got less sunshine. And that's too bad. As a three-quarter Indonesian, I should have a tan ski, like it's a must. Because it's pur pride, Indonesian Pride. Tan skin and black hair, oh we're so exotic. We're blessed with those pigments. 

I really wish I could go to the beach.. right now. Like really, right now. Can I please wake up in an isle? Oh god how I miss the sound of the ocean, the endless wave sound, the birds, the emptiness after it. Oh how I miss the line between the ocean and the sky. Here in Bandung or Jakarta, we won't see any line, as there's too much buildings.

I wish I get enough money to stay in bali for this 3 month holiday. I could get used to it. Tan skin. Salty hair. A little burned skin. It's better than here, only planning for the wedding and doing nothing else. I love to roll at the sand. To look at the bright sky. Oh god I hate student live. I really can't wait to get a job and save my sallary to go for holiday I always craved.

Badly, after month trying to save my money, I only got around 1 million. So it means that the only place I could visit is pulau seribu. Too bad I can't wear bikini and do sunbathing there. It would be awkward. Isn't is sad, as I grow older, the ammount of money I get is not increasing, but my need? Uh it's increased like hell! I even only eat in a cheap place now but still, I can't save much money. A few semester ago, I could go to Bali every semester break because I could save a lot! And that's the life I want. Go to the beach every 4-6 month. REFRESHED. Damn life's suck. But saltwater heals. 

Can someone please give me 2 million so I could go to Bali for a few day? I could die caused of the lack of sunshine....

6 Juni 2018

This part of my pre-wedding journey..

Just a week before, I was just so in love with him for no reason.

And now, I feel like I can't. Get married. I really can't. I don't want to spend the rest of my life with him. He did nothing wrong nor hurt me. I just can't.

I even don't want any human interaction. I wish I could really just dissapear. I wish I had no phone. I wish I was alone and I wish EVERYBODY LET ME. BE ALONE. JUST FUCKING LEAVE ME ALONE. DONT TEXT ME DONT CALL ME PLEASE JUST LET ME DO MY OWN THING AND STAY AWAY. including you, boo. leave me alone for a moment

15 Mei 2018

Is It True? Is It Really My Passion?

Tau ndak salahsatu hal paling membahagiakan di hidup ini itu apa? Ketika kita menemukan hal yang kita suka dan kita tau kita mau. I really think that I finally found my interest in law, human right. International human right. I'm currently applying for my dissertation, titled
"Pertanggungjawaban Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Dilakukan oleh Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah"

And I'm excited with it. I know, di Indonesia tuh kaya hukum yang laku adalah hukum ekonomi atau hukum perdata ya yang gitu gitu lah. BUT I REALLY THINK HUMAN RIGHT IS MY PASSION. Gue yang dari masuk hukum udah suka sedih gitu kalo denger kasus kekerasan sama anak kecil, perang atau gitulah. Dan akhirnya, after long 6 semester, gue berpikir mungkin memang gue harus melakukan sesuatu to help.

Memang kadang kepikiran, kalau nulis skripsi tentang HAM, lalu nanti kerjanya mau jadi apa? Mau kerja dimana? Harus belajar lagi dong tentang hukum indonesia (pidana, perdata, etc)? Tapi sekarang w lagi pengen jadi orang PBB boleh ga sih ngarep mimpi setinggi itu? :( Ga di PBB juga gapapa sih asal bisa ikut minimal sekaliiii aja ke Syria atau ke Sudan atau kemana gitu. Sekaliiii aja :( 

Kadang, w tuh kalau tiba-tiba bisa seyakin dan sekepengen ini sama satu hal, gue tahu bahwa Tuhan bilang ke w, "that's it. that's your way of life. do it well, chase it and I will take care the rest." gitu :( mungkin ga sih Tuhan dengan sengaja menetapkan hati gue buat kuliah hukum lalu Ia menetapkan hati gue untuk ngambil hukum intenasional lalu on this point, Tuhan menetapkan hati gue untuk mengambil tugas akhir tentang HAM agar hati gue terketuk lalu suatu saat nanti Tuhan akan mengirimkan gue ke Syria lalu gue mati disana. Dan gue merasa gue menghianati kepercayaan Tuhan dan mengabaikan arahanNya kalo gue tidak menjalankan apa yang gue yakini benar.

Skripsi kayaknya akan jadi super hard yet boring, sekarang baru ngajuin Bab I aja udah asemele asemele :( Terus kadang gue hopeless banget karena literally semua referensi skripsi gue adalah dalam bahasa inggris dan bahasa inggris gue ngga fluent gituloh. BUT sekarang kadang sedikit ada semangat gitu dalam hari berbisik. "Ayo semangat skripsinya biar bisa cepet lulus terus kerja di UN Human Right Council, International Committee of Red Cross, UN High COmmisioner for Refugeees, atau minimal jadi volunteer untuk Peacekeeping Operation" Iya itu bisikan kecil, karena sebagian besar perasaan gue adalah, "Gila apa ini apa ini. Gila gila. My brain can't take it." Gitu.

Tapi ya gitu. ANW, I hope that we all (finally) know what we want and have enough bravery to chase it and make it come true <3 Dan doakan judul gue besok langsung di approve ya gaes. xoxo

Nb: a lil pic to make you feel more and more grateful




10 Mei 2018

oh I just need a little procrastination here, procrastination there, sidetracked here, sidetracked there, and voila ((wuushhhh)) my friends already graduated, and here I'm alone, doing my undergraduate dissertation just right before I got dropped out.
There's much fun of all this pre-marriage things!
Sometimes I feel too excited that I could blown my heart
Sometimes I feel anxious
Sometimes I feel afraid

Most of the time I feel like "God I could just life with him for the rest of my life"
And sometimes, a little "God how can I stay with this man. Duh. I'll get super bored" and I'm just not ready to let go of my freedom and be home all day waiting for my husband to come home.

But thanks to Grey's Anatomy, I know that it's okay
It doesn't mean that I dont love him
We all need spaces
We all need a little fresh air

It's ok to sometimes get bored and just dont want to text him
Or if you dont want to be hugged
Or if you just want to hang out with your friend
It dont make you become a bad partner tho

We got a lifetime together
We will soon feel so fed up and sick of each other
if we dont have other things to do

I wish we all just could tolerate ourself
Sometimes love is in the air
Sometimes it's just tough

You know what's the reason behind baby blues?
Because most of the time we pushed ourself too much
To love
But love doesnt need to be forced
It shouldnt

You know how's most of housewifes is becoming so grumpy?
Because they dont have any life
They stuck in their house with the dishes and dirty clothes
Please dont make me feel that way
Because we all need recognition
Not just man
Woman do too
I need it too

I love,
But I also want to enjoy things
Admires myself
Feel good on my own skin
Be proud of my achievement
And so on
I wanted to
And I should
And Im allowed to do it without anyone’s permission
Nor without anyone’s justification

And now Im so proud of myself
Of knowing myself better
And knowing what I want better

But sometimes Im afraid that you're not ready for it
Because most men don't
Yeah they dont want a strong-willed woman who know herself

6 Mei 2018

I want you to be brave
Like I do

I want you to be ready
Like I do

But you are not there, yet

But I just can't
Spend the nights away.

I wish I could sleep next to you
To hear your breath
To know you're near
To know that I'm safe

How to make you understand mas?0

25 April 2018

You finally do !

Congratulation gurlll. You now know what you want and have the guts to do it. Keep going to do whatever make you happy. Because att the end, you are the only one that could do.

It's not easy, at all. We live in a place where our business is their business. Everybody thought that they could control everyone else. But no. You got the power over your own body and you could do anything, from using niqab to get pierced in your tongue.

That what freedom is.
And what freedom feels.

It's a previlege.

I'm proud of you. Because not everyone could do what they want. I want to do it- like you do. But, if it's me, i think tias is to important to lose, and i don't want to do something he might hate. But i'm still considering tho, what is the most important? My happiness, or his feelings?

Actually, it also applied with you and your parent relationship i think. You and them are now disagree with something, but the problem is, it's your own body, which is yours. Maybe- you really should talk to them, one more time. To have a deal. You (both) need to tolerate - that i know you will because you dont want to see them hurt, and they either.

Be happy sap.
My friend said that we only have one youth.
Make it count and worth living.

22 April 2018

He said,
"you look thicker"

-Yes I know, I am, and I'm not proud of it. 
"And you look skinnier," I said.

"It's a compliment tho."
"I like thick girls"

Dari sekian banyak orang yang gue temui, temen temen yang ada di sekitar gue, baru kali ini gue bener bener ada denger dari mulut seorang laki-laki bahwa beneran ada laki-laki yang suka cewe thick.

Finally gue mendengar bahwa being fat is not always bad.
And someone love it!

Terlepas dari dia jujur atau ngga, tapi it makes me feel good. I feel better about myself. 
(But he looks sincere)
(and i want to believe that he mean it)

So ya, a simple thing that could make my day.
I always hate my body and shape. And I don't get comfortable in my daily "tertutup" outfit.

I still want to be skinnier tho,
But I just wanted to be happy.

And you're not helping me, Bo. I hate to feel bad of being not as beautiful as you wish.

I love using those shortpants even if I have a thick things.
I am proud of my breast, I don't happy to always has to use those loose shirt.
I love my curly hairs, the way it is. Stop calling me botak, cause I'm not.
I love to get tanned, I don't care if any other girl just want to have fairer skin.

Or I loved,
I used to.

I wish you one day will really accept me as who I am.
No matter what size I am, Bo.

19 April 2018

I Found My God in the Chruch

God will hear
No matter where we pray

Never thought that I will miss my god the most when i hear them praying in the chruch..
Not saying that i'm believe in jesus
Nor that they're wrong

But
They pray with all their heart
They sing so loud
To worship their god
It's beautiful
And touching

But i can't
Believe in their believe

I missed my god
My own god

I am ashamed
I never pray to the god,
To my god

I want to feel the bless
Like they did
I want to feel god in my heart
Like they did

Allah,
I can find you there
Deep in my heart
No matter where i pray
You are who im praying to
And i have faith in

Led me
Once more
And a thousand times more

13 April 2018

Look at you now

Well, listen girl

Now you see

Things are fine

You're alright
Everything is alright

You been trough that ugly phase

And now,
Focus on what you're doing now
Chase it
Take it
Grab it

Because you deserve so much more
If they can't deal with you,
They don't deserve you

You are great
Don't let other people tell you otherwise

You
Are
Just
Perfect

12 April 2018

Give yourself a time

One of my friend thought that time won't heal.

But I disagree, actually,
I just don't know how to tell.

Time will heal.

Time will make you feel much better.
You won't feel the pain anymore.

Time will bring you something good someday. 
Someone to be loved again.
Deeper, bigger love.

You won't forget. 
"it takes huge effort to free yourself from memory", huh?
It's too much to try to free yourself from memory
It's easier to make one,
A good one.

You won't forget.
But as I know, you won't feel the pain anymore.
You will be surprised what time could do

Or maybe it's because you end it wrong,

When my grandma passed away by train accident,
I didn't want to see her cold-dead-face, so i don't
Because I don't want to remember her last face for the rest of my life
I just want to remember her warm smile,
And her goodnight hug,
And her beautiful laugh.

Maybe you doing it wrong,
you both end it wrong.
And you don't get the closure you need.
So you remember your bad memories more than the sweet ones.
Why?
Why'd you choose to do that?
You've been with her for months, maybe years.
Years filled with happiness and good things.
Years filled with laughs and smiles.
Why'd you choose to make it feel hurts?
Aren't you supposed to be happy and grateful of all of that sweet memories?
It was sweet.
It is sweet.

You won't forget.
You'll remember 
how she tied her shoes
how she love her coffee
how she do her hair
how she love the cat/ dog
But one day, you won't be worried about not seeing that glanced in her eyes again.
You will remember all of that as a sweet memories.
One day you won't be worried about losing all of it,
because it don't.
She's still smiling out there.
Be happy because it's still there, somewhere in this world.

Or maybe,
it's not about the memories.
Nor about what she did to hurt you
It's because of you.
You can't forgive yourself of losing her.

But listen.

You don't need to live with all the pain,
You can set yourself free,
You can.
If you wanted to.
After you forgive

Forgive,
And time will do the rest

11 April 2018

Is It 20s Crisis Already?

Gonna be 21 soon. After 18, i hate being older. 21 is a legal age.  I am allowed to do ANYTHING without my parent permission. Yet, 21 is not a fun number. I am (soon) going to be an adult. YES. Adult. What a cruel word. I dont know what early 20s going to be like. 21, 22, 23, 24, times is going to pass so fast that at one poin i could even forget how old am I.

21. I feel so old. Like sooo old that I am going to die soon of some old-sickness. I am no longer a teenager so (probably) sociaty won't let me make an excuse of the bad decisions I made, or they wont let me do nothing wrong, cause when you are adult, (probably) there's no time for mistakes. Now they (probably) wont let my "emotional roller coaster" to be an excuse of some ugly attitude.

I don't want to be 21. I even hate being 20. I wish I'm always 19. So I can say "I'm adult now" and "I'm still young" at the same times. 18 and 19 is like getting all my right and allowed to forget all my duties. And they let me.

But still, I'm going to be 21 soon. I'm going to graduate college in about 1 year or so. I'm going to get married! Oh how I'm not prepared for adulthood and "wifehood" at the same time. I'm going to work. It's bitter. It feels like all those responsibility is falling on me, and I don't even know how to deal with it. Not that I'm not grateful tho.

And I don't hate time. It gives me wisdom. I am no longer hate the person who talked behind me (or I'm trying). I'm trying to forgive them, and forgive myself also for not being perfect. I am trying to keep my privacy, because I learn that most people get close to you to get you down. And that not everybody is happy with your achievement. But maybe I do it wrong, I used to care to my surrounding, I used to happy to listen to them, but now, I feel like sometimes I had trust issue, and self-confident Issue also. I am trying to be less-judgamental, and I'm trying to put myself on other's shoes. Because my nature is to want to be the best, and I learned how to not to be annoyed by other's achievement too.

Times makes me know myself better. Times makes me a better person (I hope).

But times changed me. I don't know, is it time or is it my surrounding and sociaty. But times takes part to make me who I am today. But I know, that even if i feels like now i could manage my emotion better, but I don't like who I am today. I am not happy with who I am today.

But I'm still learning how to get trough this phase, and I hope that in 10 years, I could say to myself, "dang! Girl you did your early 20's right.". But I'm not sure that it's going to happen, as in past few years, I feels like I am losing myself and I can't keep it together. It's like I'm falling into pieces and I lost a few pieces.

I feels like 20s is rough. I learn a lot, but in a hard way. In a summary, in 20s I got my first mini-deppression (but it makes me losing some weight), I become more and more introvert, i get a self-confident problem (when I was a kid, my self confident level is soo high, and I was always proud of myself, I get some trust- issue, I get to realize that someone I trust (and care) could talk behind my back (and the thing they are saying is even not all true - most of it are lies and hiperbolic) and so that I don't need to explain myself to other to get a justification (this one is so sad because it's related to Sisgahana and Sisgahana means a lot to me. I thought that they are my family, and i thought that they know me pretty well that I don't need to explain myself. But I was wrong. They are not, even a family. And it hurts so bad because I care of them and I love them, truly love them. So now, I could just only wish for the best for them), I get to realized that I am not just going to be fine all the times and thing could get ugly so soon (I just realized that soon, maybe my life could be hard and I won't have a lot of money, so I have to start to learn how to live that kind of life of not always able to buy everything I want), I get to wonder "am I doint it right, all this time", I get to be more v"closed" and keep avoiding human interaction, and the worst is, I feel so lost and unhappy in my 20s.

It's hard for me, but my partner don't think so. Probably it's because he's a man and he's not thinking to much, like I do. And he had a pretty rough time of his life so that he was forced to take those "adult responsibility" long before 20 or 21, so 20 and 21 is just a phase of his life. And he has no time to dealing with such "life crisis". But I do.

I don't know what to expect in my 21st, because I am no longer expecting to much. But I wish things is going to be better, and that finally, I could found my happiness once again. 

24 Maret 2018

I FINNALY KNOW WHAT I WANT.

baby i dont want a break or what. I dont wanr to leave either. I just dont know if im ready to settle up yet.

I miss my friends. Aku kangen semua temen laki lakiku. Aku kangen ngobrol sama mereka. Aku kangen nonton sama mereka. Aku kangen jalan sama mereka. Aku jadi ga punya temen! Tapi aku ga mau kamu ngerasa ga dihargain atau gimana karena aku main sama cowo. Dan berdua. Tapi aku ga suka main rame2. Aku suka jalan dan ngobrol sama mereka. Tapi ya gitu. Aku takut kamu marah. Tapi aku kesepian kadang pengen nonton ga bisa ngajak mereka. 

Mungkin kadang aku butuh bahagia dari orang lain juga. Tapi bukan berarti aku sayang kamu. Gitulah. Mungkin nanti kita bisa ngobrol.

Oia, aku sayang kamu loh! Dan aku bahagia malam ini karena tiba2 aku akhirnya bisa menyadari salahsatu penyebab aku cranky dan suka marah marah dan ga bahagia. Karena dunia aku kamu doang! Dan aku butuh orang lain, temen. Tapi aku ga mau kamu marah.

Andai kamu punya temen perempuan yang aku tau kamu beneran temenan, bukan dia suka kamu atau kalian pernah deket. Karena aku mau kamu ngerti bahwa kalaupun aku jalan berdua sama temenku, yaudah temenan aja biasa. Nothing happened. They know how much i love you and they SUPPORT ME. Ga kaya temen2 perempuan kamu yang malah ga ngedukung kamu sama pacarnya. Karena temen yang baik seneng temennya punya pacar, bukan malah seneng kalo temennya putus. Itusih bukan temen. Itu modus. 

Sekian. Aku lagi bahagia karena tau AKU KANGEN MEREKA BO. Walaupun aku jarang main dan suka males main. Tapi ya kadang aku butuh aja temen ngobrol malem2. Kamu sibuk. Setiap malem pulang kerja capek. Aku kalau cerita yang ribet2 malah ganggu kamu, kan kamu ga suka ngobrol serius. Sudahlah sekian.

22 Maret 2018

some of you wont even think that im ever contemplating life. contemplating future.
some of you wont even think that i dont like to be around people.
some of you wont even think that im shaking when i have to present something i front of people.
some of you wont even think that im so insecure of my appearance.
some of you wont even think that im feeling so useless.
some of you wont even think that im afraid to be hated.
spme of you wont even think that im unhappy.

guys,
none of you know me.
if my feeling is a puzzle, i shared every pieces to every single person, to know part of me.  and none of you get all the pieces, or even get enough piece to figure out.

i just want you to please give me space. and dont think that you know everything. even if you know me forever, doesnt mean that you know me. you just dont know.

i tried to tell my feeling to some of you. but you just think that im kidding when i said i consider death as a better choice.

but i cant  tell you guys, except if we both drunk. so i cant tell what i feel and what bothered me, nd the next day you will forget

13 Maret 2018

Aku ngerasa insecure. Iya, masih ngerasa insecure soal mantan kamu. Tiba2.

Se insecure banget itu ngerasa ga cantik dan gendut dan jelek dan gitudeh. Ga pantes sama kamu mah.

Pengen di bilang cantik, bukan dibilang "aku pacaran sama kamu ga ngeliat fisik". Artinya aku beneran ga cantik di mata kamu. Semoga masih ada orang lain yang bilang aku cantik. Tapi kemarin kamu bilang aku canrik, terima kasih. Itu sangat bikin aku bersyukur karena artinya mungkin aku ga bikin kamu malu di depan temen2 kamu. Andai kamu tau, tanggal 9 malem aku ga bisa tidur juga, karena aku takut aku bikin kamu malu. Maafin aku ya. Aku selalu bikin kamu malu.

Kalau dulu kamu mau pacaran sama aku karena aku bisa bikin nyaman atau bahagia, sekarang apa? Aku ga bisa kasih kamu apa apa. Karena aku sendiri ga bahagia, gimana mau bahagiain kamu.

Ga adil kalau kamu terus menghadapi aku yang ga bahagia. Tapi aku terus bertanya, apa yang bisa bikin aku bahagia, selain kamu?

Aku lebay kali ya. Tapi aku ngerasa kalo seluruh dunia aku saat ini isinya kamu doang. Aku sesek. Dan saat aku ngerasa sedih karena kamu, dadaku sakit. Rasanya kaya kehilangan seluruh dunia. Padahal kamu ada.

Andai kamu mau coba dengerin dan bukannya marah balik sama aku. Seandainya aku bisa sakit sendiri, aku ga mau kamu ikut sakit. Rasanya aku mau pergi aja biar kamu ga tau apa apa.

Jangan marah lagi bilang kita mau menikah, kenapa aku bawa bawa masalah lama. Karena kita ga pernah menyelesaikan masalah. Kita marah, lalu kamu ga mau bicara, ga mau komunikasi. Lalu kita melakukan hal yang bikin kita bahagia, makan, nonton, lupa kalau ada masalah. Padahal dia masih ada disana.

Aku percaya kamu. Kalau aku ga percaya kamu, aku ga akan pake cincin kamu setiap hari. Iya, sejak setahun yang lalu, aku pakai itu setiap hari. Bukan di taroh tas atau di boxnya.

Aku yang selalu banggain kamu ke semua temen temen aku. Aku selalu ngepost tentang kamu. Karena kebanggaan kamu kebanggan aku juga. Keberhasilan kamu adalah kebanggaan aku juga. Tapi aku malu. Mungkin orang2 mikir aku kesannya kaya pacar aneh yang sangat ngebanggain pacarnya tapi pacarnya ngebanggain hal lain. Ngebanggain pencapaiannya sendiri.

Maafin aku bibo aku ga bisa kasih kamu apa apa saat ini karena aku juga ga punya apa apa. Aku mau bahagiain kamu tapi aku tenggelam.

Jangan remehin aku. Aku juga capek diremehin. Bukan cuma kamu yang punya masalah dan punya cerita. Aku juga punya. Aku dengerin cerita kamu, aku dengerin keluhan kamu.

Maaf kalau aku sekarang cuma jadi beban buat kamu. Maaf kalau kamu jadi harus pusing mikirin rumah dan pernikahan. Artinya kamu ga menganggap bahwa pernikahan itu hal yang menyenangkan lagi. Untuk apa kamu nikah sama orang yang ga bikin kamu bahagia? Tapi buatku, emiliki kamu sepenuhnya, seutuhnya, ya adalah kebahagiaan.

Kamu terlalu banyak mengambil hatiku. Aku jadi sakit kalau kamu ga ada. Ga adil juga buat kamu. Aku bukan siapa siapa yang harus kamu jaga hatinya 24 jam karena kamu juga punya urusanmu sendiri.

Aku kangen aku yang mandiri dan bahagia. Maaf aku juga ga bisa bahagiain kamu.

Aku tahu setelah tulisan ini kamu akan marah sama aku. Biarkan, aku ga tau lagi.. Nulis ga nulis hatiku sedih. Nulis ga nulis kamu akan marah sama hal yang aku rasain.

Andai kamu bisa ajarin aku caranya biar ga sedih, karena satu satunya cara yang aku tau adalah dengan menulis, karena aku ga mau kamu marahin lagi secara langsung.

Kamu tau ga, kalau sakit hati itu ga seberapa. Yang lebih sakit adalah kita tau kita nyakitin orang yang berarti di hidup kita, dan yang kita sayang, tapi kita ga bisa berhenti nyakitin dia.

Andai kamu tau bo, buatku kamu adalah seluruh duniaku.

All yours, 
AJ

3 Maret 2018

We show what we love on social media; hobbies, activities, sceneries, foods, friends, kids, etc. Mine? I show you, you're all i got in mind. And you? You keep showing your pride, your new achievements. You shows up, but never about me. Sad tho.

On social media we show what we want other to see. What other want to know. You want them to know how great you are, as a professional. Not as a human. They cant see what i see from you, because you dont let them.

You are too busy showing up. Too busy making them look up to you.

You never showed me up.. 

14 Februari 2018


Gue rasa gue udah terlalu lama pacaran. Udah 4 tahun, udah bosan, rasanya udah ngga kaya pacaran. Gimana ya jelasinnya. Bukan ga mau pacarana, tapi, udah ga ada rasanya. udah ga unyu nyu gitu. Walaupun masih seneng kalo mau ketemu. Udah biasa. Maksudnya, ya udah terbiasa. Gue udah ga ngerasa terganggu sama sama sekali ada tias. Kalo Bahasa inggrisnya, I cant feel butterfly in my stomach anymore.

Jadi suka lucu (dan bangga) kalo temen-temen gua pada suka sama cowo. Masih pedekate gitu kan masih manis manis aja cinta. Masih seneng. Masih kesemsem. Masih suka bikin senyum senyum sendiri. Gitu deh. Sementara gue udah lupa caranya, caraya pdkt aja gue lupa. Soalnya mereka (girls around me) kebanyakan jomblo gitu loh. Dan ga tau sih jomblo itu enak apa ngga, soalnya udah lama punya pacar. Berantem mereka sama gebetannya, atau permasalahan early relationship-nya juga lucu-lucu. Udah lama ga begitu.

Pengen banget bisa menikah sakingnya udah bosen sama tias. Bukan bosen ketemu, tapi bosen jauh. Bosen pulang ke rumah yang beda. Bosen saying goodbye instead of goodnight. Tapi tetep aja suka mikir, is it really what I want? To tied to a man for life. To spend good and bad time with him. Soalnya.. Gua ga mau cerai terus jadi widow. Kalo nikah mau selamanya. Kasian anak kalo besar dengan banyak orang tua, 2 aja cukup. Gua ga mau salah milih pasangan lalu ga bahagia seumur hidup. Karena memutuskan untuk putus lebih mudah daripada memutuskan untuk menikah. Dan memutuskan untuk menikah lebih mudah daripada memutuskan untuk bercerai.

Lama tunangan itu, once again, adalah hal yang bagus karena makin hari makin realistis. Bukan cuma memikirkan pernikahan itu sekedar akad, ijab kabul atau resepsi. But thinking about the life you going to live for ever. It scared me. If I get married at 21, and died at 60s, then im going to spent two third of my life with him! Im going to sleep with him, eat with him, poop with him, watch the tv with him, wash his clothes, and doing almost everything with him. What a bore life.

its not that I am not happy for them, but I always wonder how can people decided to get married so soon. Like, they meet each other in less then a year, get to know each other better, and voila! They get married. Just like that. I am glad if they finally met their soulmate, but. But. How can they be so sure that he is the one (and only)? I even still have a little doubt that tias is my forever-love (even if I really really wish that he is!).

Mungkin gue yang terlalu mempermasalahkan hal yang ga penting kali ya…

1 Februari 2018

Pangrango. Kuy Ga?

Mau naik gunung ah.. Nanti tanggal 16 Februari kan libur. Jadi ada liburan 3 hari gitu loh kaya dari Jumat sampe Minggu. Lagi mempertimbangkan naik Gunung Gede sih. Pengen naik gunung sendiri tapi. Maaf ya sodara-sodara, bukan saya ga mau ngajakin, tapi kan ya, saya mau sendiri. Tapi naik gunung sendiri itu malesnya bawa tenda sendiri, bawa alat masak sendiri, bawa bahan makanan pun sendiri. Berat carriernya sebel. Gue tuh ga suka banget bawa rangka tenda soalnya panjang gitu loh jadi ga bisa bawa carrier yang kecil. Tapi pake ponco juga malessssss.

Udah lamaaa banget banget banget ga naik gunung sampe gue khawatir takut ada barang yang gua lupa harus dibawa. Sampe gue kemudian harus nyari di Google, “perlengkapan gunung yang wajib di bawa untuk pemula”. Tapi akhirnya ini cuma jadi trigger, at the end banyakan barang yang gue inget daripada yang ada di list itu. Misalnya, masa dia lupa kalo naik gunung itu perlu bawa kompas, piring, sendal jepit, lampu tenda, dan sebagainya. Udah mau tahun ke-5 gue main ke gunung. Sampe udah kayaknya malah list begitu ga guna karena i know right apa apa aja yang harus gue bawa, keperluan-keperluan pribadi yang orang lain ga perlu tapi gue perlu, misalnya payung, hand sanitizer, sunblock, legging, dan lain-lain.

Sebenernya karena udah pernah PDW, jadi harusnya gue ga serepot itu. Tapi kan mau refreshing niatnya, jadi naik gunungnya ga mau naik gunungnya cuma pake ponco bobonya terus baju buat jalannya ga ganti-ganti berhari-hari. Sudahlah ya. BTW gue lagi mempertimbangkan, mau ngecamp di mandalawangi 2 jam. Pengen bawa novel 2. Jadi nanti disana kerjanya: liat bintang, tidur, bangun, makan, baca Dilan, makan, tidur siang, makan, tidur. Nikmat dunia.

Masih mempertimbangkan antara Gunung Gede atau Gunung Pangrango sih, soalnya udah 2 atau 3 kali gitu naik Gunung Gede tapi ga pernah ke Pangrango. Terus pengen ke Mandalawangi. Pengen mendengarkan bisik bisik suara alam. Anjay.  Dan kenapa ke kedua gunung itu, karena mau naik gunungnya sendiri, jadi cari gunung yang rame. Kalo sepi kaya Cikuray gitu kan ya nanti gue kesepian.

Pengen ke Mandalawangi.. Walaupun katanya udah ga sebagus dulu. Pengen sok sok romantis di padang edelweiss baca novel. Hidup lagi ga asik. Makanya pengen naik gunung. Tapi belom pernah sih naik gunung yang beneran sendirian, cuma pernah ditemenin sama guide. Kalo Gunung Gede/ Pangrango harga porternya aja 450- 500 perhari. Bisa bangkrut cuma buat bayar porter.

Udah ga mood nulis… Ini 3 jam nulis sependek ini belom selesai, sudah tidak ada mountain vibesnya. Sekarang adanya sleeping vibes.

Doakan semoga ini naik gunungnya jadi ya.. Walaupun belum izin ke siapa-siapa dan belum mulai mengumpulkan alat. Cheers eeveryone!