28 September 2014

Selamat Malam

Selamat malam. Selamat menemaniku menghabiskan segelas kopi lagi di bawah cahaya bulan yang canggung. Menghabiskan lagi malam yang cepat berlalu.

Selamat malam. Selamat menemaniku lagi. Mendengarkan setiap desiran angin, setiap suara daun daun jatuh, setiap suara air yang menetes dari rumput ke tanah. Harmoni tanpa suara. Kebisingan akan kesunyian.

Mari, duduk di kusen jendela lantai dua. Bersatu dengan malam, melebur dengan gelap. Biarkan saja lampunya mati. Kita punya cahaya bulan.

Menghitung detik menuju hari yang baru. Karena besok, setelah tengah malam, sudah tepat 365 hari. Iya, satu tahun. Tepat satu tahun sejak kamu bilang kamu akan pergi.

Seakan baru berlalu, begitu nyata. Indah Senyummu. Suara tawamu. Sentuhan kulitmu. Genggaman tanganmu. Hangat Pelukmu.

Iya, hari berlalu tanpa pernah lagi aku rasakan semuanya. Dan sekarang, satu hari lagi berlalu. Kamu masih tak ada disini.

Selamat malam. Selamat menemaniku lagi, meskipun kamu hanya ada dalam bayangku.

22 September 2014

Wan...

001
Iya, memang iya
Kita berdiri di tempat yang sama
Tidak, tapi tidak
Kita tak bisa jadi sama

002
Tetap tidak bisa setara

003
Kita tidak akan setara
Sebelum aku bisa berdiri persis ditempatmu
Sebelum aku merasakan yang kamu rasakan
Sebelum aku menjalani yang kamu jalani
Sebelum aku melalui yang kamu lalui

004
Air mata jadi doa
Peluh jadi bukti
Kulit kulit terbakar

005
Adalah bagaimana
Bagaimana untuk bertahan dalam lelah, dalam sukar, dalam keputusasaan, dalam lemah, dalam rendah, dalam tekanan, dalam rapuh, dalam derita

006
Dan aku mau
Aku bersedia
Aku akan melakukan segalanya, apapun
Untuk berdiri ditempatmu berdiri
Untuk jadi setara denganmu

007
Wanadri

19 September 2014

Ada seseorang yang sangat menginspirasi gue. Yang sangat gue kagumi. Dan makin banyak yang gue tau tentang dia, makin dia ngebuka dirinya, makin dia mengutarakan pikirannya, makin lama..gue makin kagum. Dan gue super cinta sama dia. Gue jatuh cinta sama karakternya. Gue jatuh cinta sama cara dia berfikir. Gue jatuh cinta sama cara dia memandang sesuatu. Dia sangat hebat di mata gue.


Gue ga tau banyak. Dia hebat dalam menyimpan untuk dirinya sendiri siapa dia dan pemikirannya. Dia hebat dalam membuat tembok tebal yang ngebuat orang lain ga bisa nyentuh dia. Dia membuat orang lain cuma bisa ngeliat dia sebatas yang dia izinkan. Dia susah ditembus. Dia complicated. Gue mengagumi dia sejak awal. Gue tau dia orang hebat. Gue tau gue harus banyak belajar dari dia. Gue tau dia orang yang pemikirannya patut dikagumi. Gue tau dia orang yang sifatnya patut dicontoh. Gue tau dia orang yang pantad untuk jadi panutan.



Dia tau apa yang penting ga penting buat dirinya. Dia tau apa prioritasnya. Dia tau siapa dirinya. Dia tau apa yang harus dan akan dia lakukan. Dia super keren. Bisa ngebedain hal penting ga penting dan mau mengamalkannya sesuai dengan seharusnya itu super keren. Dia mengagumkan karena dia orang baik. Karena dia apa adanya. Dia jujur. Dia cerdas. Dia pekerja keras. Dia ambisius. Dia tidak sombong. Karena dia adalah dia.

He ever said, paling gue kaya anak anak sma lain yang kagum, ngefans sama dia terus yaudah. Jadi kaya yang norak norak gitu alay carmuk lah gelendotan lah sama dia. Terus yaudah. Well baby, i'm not that kind of girl.



Okefix gue ngefans. Okefix gue mau jadi sehebat dia

17 September 2014

Gimana Rasanya?

Kadang membayangkan
Rasanya pipinya panas karena tangan orang
Rasanya diteriakteriakin sepanjang hari
Rasanya bangun pagi buta ngelawan dingin
Rasanya makan ga tenang diburuburu
Rasanya kangen sama makanan rumah biasa
Rasanya bawa carrier 15 kilo kemanamana
Rasanya long march super jauh
Rasanya ngerangkak di lumpur
Rasanya nahan sakit karena kaki lecet
Rasanya ngeliat orang enakenakan waktu kita disiksa
Rasanya bangun pagi dan sadar hari masih panjang
Rasanya menghitung hari hingga hari kebanggaan tiba
Rasanya memperjuangkan sesuatu seserius itu
Rasanya pengen pulang tapi ga mau nyerah
Rasanya jadi tuan putri

12 September 2014

Zi.kir

Kusebut namamu berulang, bagai zikir
Dalam setiap hembus nafasku
Seiring desiran darah di nadiku
Bukan nama Tuhanku kali ini
Tapi aku bukan menuhankanmu

Langkahku goyah, aku lelah
Nafasku sersenggal, sesak
Kadang terlintas untuk menyerah

Lalu kuucap lagi zikirku, namamu
Darahku mengalir lebih deras
Menimbulkan gejolak emosi
Tenaga itu tiba2 mengisi seluruh tubuhku
Membawaku melangkah satu langkah lagi

Dan itu yang ku butuhkan
Zikir
Namamu
Melafalkan namamu ratusan, ribuan kali