30 Juli 2014

Badai Pasti Berlalu

Jadi, apa yang you guys pikirin tentang judulnya? Dan gue jamin apa yang kalian pikirkan salah. Badai pasti berlalu, oke, maksudnya adalah (cewe) badai pasti berlalu. Biar gue coba jelaskan, maaf kalo bahasanya malah bikin makin ribet.

Cewe. Cantik. Rambutnya subhanallah. Dandan. Bajunya oke banget, biasanya branded. Rajin perawatan diri. Sangat memerhatikan penampilannya. Anak nongkrong. Kerjaannya ngegaul. Ngegaulnya ditempat mahal. Mari kita sebut mereka sebagai 'cewe badai' dalam tulisan gue ini. Jadi, cewe badai, ya begitu. Kebayang ga sih kira kira? Cewe cewe cantik, gaul, eksis, trendy, popular, borju, apapun itu bahasanya. Gue harap kalian kebayang.

Cewe badai biasanya adalah cewe cewe yang sangat cantik yang di dukung dengan dandanannya dan berada di lingkungan yang biasanya high class. Cewe yang ga bisa cuma diliat sekali, suka bikin cowocowo terpana, ya, ga bisa ngeliat cewe begitu selewatan aja, cowo minimal 4-8 kali ngelirik. Pecah. Badai. Kebayang?

Cewecewe badai mungkin biasanya menganggap diri mereka oke, dan high class. Relatif sombong jadinya (menurut pandangan gue). Sok. Uhm, maaf. Lanjutkan. Dan cewe badai itu banyak yang mau pasti kan, jadi biasanya mereka selektif. Mereka cari cowo yang kalo sngga kaya, ganteng, ya populer. Iyakan? Jadi, sebagian cowo juga berfikir mendapatkan cewe badai adalah sebuah prestasi.

Persetan dengan basa basi tadi. Straight to the point, cowo banyak yang mau sama cewe badai. Pasti. Mereka cantik. Kalo dibawa jalan ga bakalan malumaluin. Bisa dipamerin ke tementemen cowonya kan. Iyakan? Bangga lah punya cewe badai. Bangga banget.

Lalu gimana dengan cewe yang ga punya itu semua atau cewe yang memutuskan ga mau punya gaya hidup seperti itu. Jomblo semua dong. Karena banyak cowo berfikir ya kalo cari cewe mending yang badai. Bangga. Kaya gitu?

Gue bukan cewe badai, ga mau dan ga bisa jadi seperti itu. Gue ga suka ada di lingkungan itu. Sangat ga suka. Banyakan orang sombongnya daripada orang yang beneran tulus kalo temenan dan hatinya baik. Gue ga bilang mereka jelek semua, tapi menurut gue, kebanyakan sikap mereka jelek. Apa mereka punya mental bagus? Kebanyakan engga. Mereka kebanyakan hampir selalu menggunakan kecantikan dan status mereka untuk mendapatkan apapun. Amit amit.

Guys, ini buat para cowo. Oke cewe badai luarnya bagus, keren, bisa dipamerin, lo punya kebanggaan dapetin cewe yang semua orang lain incer. Dan kalo lo emang niatnya cuma buat pamer, cocok. Tapi kalo lo memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan yang positif, langgeng, membangun, apa make up dan baju branded mereka berguna? Engga.

Apa karena dia cantik kalian jadi jarang berantem? Apa dia bisa ngebuat lo ngerasa disayang atau diperhatiin? Apa mereka tulus pacaran sama lo? Apa mereka perduli sama lo? Apa mereka akan tetap memilih lo saat ketemu orang yang lebih ganteng, kaya atau populer? Apa mereka masih mau ada buat lo saat lo susah? Apa mereka mau makan ditempat murah saat lo ga punya duit? Apa mereka mau jalan sama lo saat lo pake kaos oblong dan sendal? Apa mereka mau berdiri di depan lo buat belain lo? Apa mereka mau diajak jalan kaki saat kendaraan lo mogok? Apa mereka bisa ngerti saat lo bilang lo ga bisa jemput? Apa ketemu sama lo lebih penting daripada ke salon? Apa mereka mau pergi ga naik mobil setelah perawatan mahal? Mikir.

Hati bro. Yang harusnya lo cari adalah hati yang tulus sama lo. Yang kalopun lo ga ganteng, kaya atau populer dia bakalan tetep sayang sama lo. Yang ga bakalan ninggalin lo karena ada cowo yang lebih ganteng, kaya, atau populer, karena akan selalu ada orang yang lebih dari lo bro. Sadar bro. Apalah artinya penampilan fisik kalo sikapnya ga mendukung. Liat lagi bro, liat dalemnya, apa dia tulus sama lo. Apa dia akan tetap mencintai lo saat lo ga punya semua kebanggaan lo ini. Apa dia bisa ngeliat kehebatan yang orang lain ga bisa liat?

Bro, gue ga cantik. Gue sadar dan insyaallah gue terima bro. Apa gampang nerima itu? Susah jadi cewe ga cantik, karena cewe cantik selalu diutamakan. Selalu. Diskriminasi terjadi. Jadi gue sangat mengerti perasaan cewecewe lain seperti gue, yang ga cantik, bukan cewe badai. Dan sedihnya adalah, kebanyakan dari kalian ga mau liat ke dalem, jadi kalian ga tau apa yang kami punya, karena kebanyakan dari kalian cuma ngeliat fisik. Sedih. Kami juga mau ada orang yang mengagumi kami, mrlihat kelebihan kami. Mungkin bukan dari fisik, materi atau status sosial, tapi dari hal lain, mungkin hati.

Bro, sudahlah. Udah bukan jamannya cari cewe badai. Gue kasih tau ya, yang lebih penting hatinya. Unpopular girl, lebih bisa ngeliat apa yang kalian ga bisa liat karene unpopular girl lebih bisa ngeliat pake hati dan bukan dari kekayaan, fisik atau popularitas. Tolong bro, gue mohon banget, coba pikirin lagi apa yang penting dan ga penting, apa penampilan lebih penting daripada ketulusan?

Gue cuma mau kalian di luar sana ngerti, atau paling ngga coba ngerti, bahwa (menurut gue) yang terpenting dari suatu hubungan adalah ketulusan, hati, sikap saling menghargai, bukannya fisik, materi atau popularitas. Dan bahwa unpopular girl, yang ga 'popular' karena ga cantik dan ga bisa afford lifestyle yang high class juga sebenernya punya sesuatu yang akan kalian cintai kalo kalian ngasih kesempatan buat nunjukkin hal itu, yang kalian biasanya ga mau tau duluan, unpopular girl lebih mementingkan ketulusan, dan itu yang penting. Tolong dipilah lagi apa yang penting dan ga penting dalem hubungan yang mau lo jalin bro.
Badai pasti berlalu, karena apalah artinya fisik, kecantikan akan berkurang. Tapi inner beauty?

26 Juli 2014

Doa-doa

Doa doaku malam ini bukan duduk diatas sajadah dengan tangan menengadah. Doaku malam ini hanya diam dalam sunyiku, meminta dalam hati dengan kesungguhan. Karena doa tak harus terucap, Tuhan tahu isi hatiku. Dan malam ini didalam doa doaku ada namamu.

Tak perlu aku sebutkan aku ingin kamu selalu aman, karena Tuhan tahu itu doaku sepanjang waktu saat kamu lepas dari pandanganku. Atau bagaimana aku memohon pada-Nya untuk selalu menjagamu. Aku mau kamu jauh dari halhal mengerikan, bahaya dari apa yang kamu lakukan setiap hari. Aku mau kamu dilindungi dari apapun yang akan membuat kamu terluka. Karena bagaimanapun harapan juga adalah doa. Dan Tuhan pasti mendengar harapan dari hati hati yang tak tenang.

Lalu aku berdoa agar Tuhan bantu aku untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, agar aku bisa menjadi cukup pantas bagimu. Agar aku bisa menjadi rumah yang pantas bagi hatimu. Tuhan bantu aku permudah hilangkan egoisku. Aku tahu itu ada dalam kontrolku. Tapi apa salahnya meminta pada-Nya, mungkin dia akan permudah proses perbaikan diriku.

Dan aku mohonkan padanya ketulusan, kesabaran, keikhlasan, ketabahan, keteguhan, bukan hanya bagiku tapi juga bagimu. Karena bagian sulit disini adalah bagianmu. Karena aku sadar aku sulit. Sudah 17 tahun aku bersama diriku sendiri, egois, batu, cengeng, manja, labil, pemarah, dan aku masih kesulitan dengan diriku sendiri. Bagaimana denganmu yang baru tahu aku. Aku minta pada Tuhan agar beri kamu banyak ketulusan, kesabaran, keikhlasan, ketabahan, dan keteguhan bagimu. Karena aku tak mau kamu menyerah denganku sebelum aku sempat tunjukkan kalau aku bisa menjadi pantas bagimu.

Dan aku minta kekuatan pada Tuhan, aku mau hatiku kuat, aku mau hatimu kuat. Aku minta Tuhan selalu ingatkan bahwa kita memilih untuk bersama, dan pilihannya sudah diambil. Jadi sekarang tugasnya jalani pilihannya, dengan sungguh sungguh. Ini tak akan mudah samasekali, karena itu aku pintakan kekuatan. Bertahan dengan orang lain tak mudah, menyerah lebih mudah, dan aku tak mau ada satupun dari kita yang menyerah. Aku mau kita memperjuangkan hubungan ini untuk satu sama lain. Semoga Tuhan bantu hati kita jadi kuat. 

Aku mohon pada-Nya agar tuhan kunci saja hati aku dan kamu. Dan bahkan aku minta Tuhan buat hati kita hanya dapat melihat satu sama lain, biar buta akan yang lain. Agar tak ada hati yang meninggalkan hati yang mencinta. Agar tak ada hati yang pergi. Tak perduli apapun yang terjadi, biarkan ikatannya tak akan lepas. Biar penat pun, biarkan saja hatinya tetap buta akan yang lain biar akhirnya kembali pada satu sama lain.

Di tengah malam lagi, aku berdoa untuk hatimu. Aku memohon pada-Nya agar aku bisa memiliki dan menjaga hatimu. Agar Dia membantuku meluluhkan hatimu. Agar bisa aku dapatkan hati yang aku dambakan. Aku mau Tuhan ikatkan hatimu hanya padaku jadi aku tidak akan kehilangan milikku yang berharga. Aku mau Tuhan bantu aku agar aku tidak akan pernah kehilangan hatimu. Aku mau Tuhan tahu, dan Ia tahu, aku menginginkan hatimu untukku, dan hanya untukku.

Karena manusia memiliki cara berdoa yang berbeda beda, dan aku tahu yang terpenting adalah harapan terdalam dati hati manusia.

24 Juli 2014

100 Hari

Hari ini 100 hari. Genap 100 hari, dalam "100 hari bahagia". 100 hari yang lalu ulang tahun gue yang ke 17, dan di hari yang sama seseorang bernama tias arifiandi nugraha nyamperin gue ke gunung buat menanyakan ke gue apa gue mau jadi pembantu, eh, pacarnya maksudnya. Di hari itu ada komitmen, ada janji yang ga terucap, dan ada hubungan yang terjalin dengan asas pancasila dan uud 1945.

100 hari pacaran. Lucu. Belom seberapa sih. Ini masih merupakan sebuah permulaan. Karena gue bukan orang yang suka pacaran beberapa bulan terus putus, namanya bukan pacaran. Semoga masih bisa terus lama ya sama bapak tias ini. 100 hari bukan apa2, seratus hari sama dia? Rasanya baru dia nembak gue. Masih inget kok gimana kronologisnya. 100 harinya kerasa sangat cepat berlalu.

100 hari. 100 hari. Kapan 200, 300, 500, 1000 hari sama dia? Mau lulus sma bareng dia. Mau masih sama dia juga saat dia nanti entah kapan lulus kuliahnya. Tapi ga tau kapan. Kuliah aja ga pernah. Dan mau lulus kuliah masih sama dia juga. Mau traktir dia pake gaji pertama. Banyak maunya. Dan biar kewujud ya harus sama sama terus. Amin aja dulu. Semoga tuhan kasih. Semoga tuhan jodohin, kalo ga jodoh ya berdoa sampe tuhan bikin jadi jodoh.

Ga kerasa deh 100 harinya, rasanya kaya baru kemaren gue menemukan dia di situ gintung, dan tapi juga rasanya kaya gue sudah melalui periode yang memiliki cukup banyak hal untuk diingat. Pernah loncat loncatan di kasur. Pernah nemenin dia ke barber shop. Pernah diajak ke rumpin. Pernah ngambek sampe nangis lama sampe ketiduran, padahal dianya ada, bangun2 dianya lagi ngeliatin, ceming gue. Pernah buang sampah sembarangan. Baiklah gue ga bisa sebutin satusatu, kalian pasti cemburu. Yang pacarannya udah lama aja belom tentu sebahagia gue, sorry to say.

100 hari samasama orang yang ga jelasnya minta ampun. Dia menyenangkan dan menyebalkan disaat yang bersamaan. Dia aneh kalo lagi sama gue. Ga tau deh kalo aslinya gimana. Tapi dia aneh. Dan gue sangat suka. Karena gue aneh, dan dia bisa mengimbangi. Kita bisa peperpeperan es krim, bisa main gigitgigitan, bisa mutermuter mall ga jelas, bisa tendang tendangan di circle k, bisa ngapain aja. Dan hubungan yang berisi 2 orang kece dan asik itu tidak pernah membosankan. Dan mungkin itu juga kenapa 100 hari ini sayangnya ga pernah berkurang, nambah mulu malahan.

100 hari bahagia. 100 hari ceria. Iya, sangat. Gue sangat bahagia 100 hari ini karena bukan cuma punya keluarga dan temen yang gue punya dari sebelumsebelumnya, dalem 100 hari ini gue juga punya seseorang yang bersedia untuk gue cintai. Gue punya pacar wooyy! Apa istimewanya? Pacar ga istimewa. Yang istimewa itu orangnya. Apa 100 hari ini gue ketawa 24x7 ? Engga. Tapi gue jadi lebih sering ketawa sih, dia sangat sering biki  ketawa. Gue juga kadang nangis. Lebih sering nangis karna khawatir daripada karena ngambek. Suka khawatir sendiri sama kerjaannya. Pernah juga sih nangis karena cemburu sama mantannya, tapi kata dia 'masa lalu ga akan pernah menang'. Iyasih. Tapi tetep cemburu. Tapi yang menyebalkannya lagi, setelah itu semua, dia selalu bisa ngebuat gue ga nangis atau kesel lagi, entah karena dia atau karena gue sayang banget sama dia, apapun alesannya, gue kaya ga bisa ngambek, kesel atau marah lamalama. Bercanda ngeselinnya itu loh kadang. Lagi kesel beneran dibecandain, kan jadi gagal ngambeknya. 100 hari ini banyak sekali bahagianya.

100, 200, 500, 1000 hari kedepan apa yang bakalan kita lakuin? Apa kita bisa ke dufan? Apa kita bisa ke boscha? Apa kita bisa liat sunset samasama? Apa kita bisa tiduran diatas rumput buat liat bintang? Apa kita bisa snorkling? Apa kita bisa ke kebun binatang? Apa kita bisa movie marathon seharian? Apa kita bisa romantic dinner? Apa kita bisa masak bolu pandan samasama? Banyak yang belom dan akan kita lakuin. Kita punya banyak waktu kok, tenang aja. Dan btw, makasih sudah mewujudkan salahsatu keinginan aku buat duduk diatas cliff.

Sayang, terima kasih 100 harinya. Masih ada ratusan, ribuan hari yang bakal kita laluin samasama. Amin. Jangan give up sama hubungan ini ya, aku tau aku sangat nyebelin, egois, ngambekan. Maaf. Tapi aku juga sangat sayang sama ka tias. Semoga hal itu bisa ngebuat hubungan ini worth fighting for. Aku bahagia, dan aku mau ka tias bahagia. Aku sayang sama ka tias, sejak lebih dari 100 hari yang lalu dan semoga akan tetap begitu. Sayangnya ga berkurang sedikitpun. Dalem 100hari ini aku nemuin makin banyak hal yang ngebuat aku fall in love, dan makin banyak alesan buat bertahan. Terima kasih atas bahagianya, terima kasih atas rasa sayangnya. Sayang, you own me and my whole heart. 

12 Juli 2014

1 am

Aku diam berdiri. Sendiri. Memandang langit kelam malam ini. Hitamnya pekat. Hitamnya gelap. Hitamnya muram....

Memandang langit kelam malam ini. Tak ada bintang. Bahkan satupun. Langitnya sepi. Langitnya kosong. Langitnya hampa....

Lihatlah! Langitnya muram. Langitnya sepi. Lalu mau apa lagi? Mau aku bawakan bulan agar terang? Mau aku ambilkan lagi bintang yang berjatuhan? Mau aku hadirkan matahari? Apa guna? Aku lakukan semua jika membantu. Tapi apa?

Mau bagaimana sekarang?

Bisa apa lagi kita?

Sudahlah.

2 Juli 2014

Para Peminum


Oleh Sutardji Calzoum Bachri
di lereng lereng
mendaki gunung mabuk
kadang mereka terpeleset
jatuh
dan mendaki lagi
memetik bulan
di puncak



mereka oleng
tapi mereka bilang
--kami takkan karam
dalam lautan bulan--
mereka nyanyi nyai
jatuh
dan mendaki lagi

di puncak gunung mabuk
mereke berhasil memetik bulan
mereka mneyimpan bulan
dan bulan menyimpan mereka

di puncak
semuanya diam dan tersimpan