27 Oktober 2016

Here we go again. Those sleepless night. Those times where i cant just lay down in front of my television, watching Criminal Minds, Wayward Pines or NCIS. Those times where i have to choose between resting or doing my task. Those busy days.

Pulang pdw bingung karena gabut. And now, those gabut days is passing by, waving slowly to me. 3rd semester lawschool student. Menyenangkan. Akhirnya belajar hukum sesungguhnha, bukan cuma teori2 apa itu hukum, dan pengantar2. Belajar pidana, perdata, administasi negara, tata negara dan agraria. Ditambah, gue sok ngambil 3 matkul tambahan. Dan ternyata kebetulan dosen-dosen gue ini doyan ngasih tugas. Alhamdulillah.

Ditambah wanadri.

Ah kecil, cuma bagi waktu antara kuliah dan wanadri, apa susahnya? Bukan susah, mungkin lebih tepat kalau dikatakan bahwa gue harus mulai membagi waktu dengan memberikan sebagian porsi untuk wanadri. Artinya, less-me-time. Harus mulai merelakan weekendnya untuk wanadri. Jatah bolos kuliahnya buat wanadri.

Bu, maaf ya anakmu ini emang doyan cari yang susah susah. U know me. I wont stop doing wanadri stuff bcz u know its important for me, i like it here, and this is the things i always wanted. But i promise you that it wont bother my study. I will work harder to keep my gpa high. Sorry i will have less-time for you and dad and almas. Doesnt mean that family isnt my priority, please understand. I love u, i always loved u. Please be happy for me and accept wanadri as a part of my life now, bcz im happy here and i believe that wanadri will have a good impact for me. Im 19 now, isnt its a good things that i have many activities that keeps me busy all the time, bcz times will flies so fast and when i realized, i will be 30. I dont want to waste my youth. I love u buk.

Bibo, now my preference will changed. Yess i will prefer to go for gunung hutan training course, orad, tebing, mini season, expedition, etc. You know this days will comes, after i signed up for pendidikan dasar wanadri. But u know it will just last for two years, and then, the situation will be just like before. Then i will settle down, with you. Lets do whatever we wanted to do, as long as it positive. Lets compete in good things, to reach the best that we can, to do our best on whatever we do. 

24 Oktober 2016

Latihan Navigasi Darat 1 Tapak Bara - Bara Rimba (26/98)

Seandainya tulisan ini bisa diajukan ke tim PPM sebagai pengganti laporan, sesungguhnya saya akan sangat bahagia. Ga deng. Ini untuk arsip pribadi, jadi nanti kalo udah dapet nomor registrasi pokok W-(sekian) bisa trowback lagi. #pedebanget #padahalmasihlama #jalaninprogramdulu #yha #ngarep

Organisasi ter-dadak-dadakan yang melatih setiap anggotanya untuk selalu siaga. Pemberitahuan Selasa malam 18/10/2016 dan pemberangkatan 21/10/2016 pagi pukul 04.00. Kaget lah. Jumat masih kuliah dan peralatan gunung hutan tersebar dimana-mana, ada yang masih dipinjem, dan ada juga yang rusak belum beli baru. Tadinya kecewa karena mikir ga bisa ikut karena ga mau ninggalin kuliah, tapi ternyata kakak-kakak tim PPM 2016 yang baik hati mengizinkan adanya pemberangkatan susulan yang pada awalnya direncanakan pada Jumat malam.

Jujur awalnya setengah hati dan males ikut latihan ini. Sudah berencana buat ke Jakarta bantuin adik-adik Sisga rapat perencanaan Pendidikan Dasar Gunung Hutan XXX, tiba-tiba ada agenda lain yang sama pentingnya. Dan ini akhir bulan, saya beserta anak kost dan anak rantau lain pasti merasakan masalah yang sama, duit udah abis. Tapi selalu ada solusi dari setiap persoalan. Wanadri selalu punya jalan. Setelah mengatasi berbagai hambatan, akhirnya berangkatlah saya, Ka Abdul, Ka John, Ka Adlan dan Ka Ari, sebagai regu susulan di dampingi Ka Alfi dan Ka Ucil pada Sabtu dini hari. Dan ternyata, ada banyak cerita dua hari berikutnya.

Bahkan ceritanya sudah dimulai sebelum pemberangkatan. Jumat malam sebelum berangkat kami harus mengurus surat izin jalan (SIJ) yang baru bisa diproses kalau sudah fix siapa saja pesertanya. Jam 22.30 baru mau ngeprint SIJ, eh kertasnya di sekre abis. Jadi harus ngeprint diluar. Dan dimana tempat yang tengah malem masih buka? Yap, Dipati Ukur. Ya Allah malem-malem ke DU buat ngeprint selembar doang. SELEMBAR. Udah nih ngeprint naik motor berdua Ka Abdul, udah pulang lagi nyerahin SIJ ke Ka Ruslan. Ternyata SIJ itu harus ada copynya jadi harus balik lagi ngeprint. Dan ditambah lagi gue ninggalin flashdisk Ka Alfi di tempat fotocopyan jadi panik harus balik lagi Aceh-DU-Aceh-DU-Aceh tengah malem. Dingin luar biasa naik motor tengah malem gini. Baru beres jam 1 dan cuma tidur 2 jam, jam 3 bangun langsung siap2 lagi. Warbiyazza. Abis itu jam 4.19 dini hari berangkat, dianterin sama Ka Adrian naik mobil avanzanya yang ajaib bisa muat 8 orang + carrier segede gaban. Saya duduk didepan ga tidur nemenin dia nyetir dan ngomongin pool party yang isinya koko koko. ya Allah. Ada aja.

Saya suka sebenarnya navigasi darat, karena banyak yang saling membidik dan menembak #eaa. Bukan deng, karena navigasi darat itu ga ada abisnya materinya. Dari awal di Sisga saya cuma kenal teori resection intersection yang ga pernah dipraktekkan, hingga sekarang kemana-mana mulai rajin bawa peta dan kompas. Resection intersection itu mudah teorinya, tapi prakteknya, kalo jarang ke lapangan kaya saya, pasti bingung, misalnya, persoalan dimana letak puncakan yang kita bidik pada peta, persoalan mau resection tapi kehalangan pohon, atau disorientasi di tengah punggungan yang lebar dan ga jelas sudut punggungannya.  Tapi saya juga suka mageran kalau sudah mengerahkan seluruh daya pikir untuk menemukan koordinat saat ini, tapi ternyata hasilnya nihil, perkiraan saya melenceng jauh. Kalau sudah begitu, masa bodo dengan peta dan kompas, saya cari jalan setapak atau ikut saja kemana teman didepan jalan. Bukan sikap bernavigasi yang baik! Tapi ya gimana sebel.

Dari yang awalnya super mager berangkat, tapi kemudian keadaan di lapangan merubah mood saya 180 derajat! It was soooo fun. Praktek lapangan pertama bareng angkatan kesayangan. Cinta-cintaku. Kasih-kasihku. Walaupun sedih jumlahnya sedikit, tapi tetap berkesan. Semoga yang ga ikut latihan ini dan membaca tulisan ini jadi kepengen dan tah betapa bahagianya praktek lapangan. Pertama, ini ga kaya PDW yang latihan navigasinya tertekan takut salah, disini kalau salah dikasih tau sama kakaknya. Sebenernya bukan dikasih tau sih, disuruh nyari lagi sampe ketemu. Dan akhirnya dengan kode-kode dari kakaknya, ketemu juga. Gini ngasih taunya tuh, misalnya, "coba liat itu di timur kalian ada apa" atau "coba kalian ukur ini puncakan berapa lebarnya". Clue seperti itu ternyata membantu loh.

Dan kebahagiaan yang luar biasa saat bertemu dengan regu lain pada waktu makan siang. Seneng bisa ketemu lagi dengan (26/98) orang Tapak Bara- Bara Rimba. Masak-masak bareng lagi, dan for the first time of my life, di atas gunung saya masak sop dengan sayuran beneran! Sudah tidak lagi makan indomie melulu kalo naik gunung, sejak PDW, kami diajarkan untuk bawa makanan enak ke atas. Kemaren waktu makan siang diajarin sama Kang Erwin caranya motong sayuran ga pake talenan, pake tangan doang!

Disini sejak ketemu sama regu besar, jadi lebih sering ngelakuin sistem jalan yang namanya 'susur punggung temen'. Karena yang harusnya misalnya jalan dengan cara susur punggungan, yang belakang jadi cuma ngikutin aja itu temen didepannya kemana. Dan kadang lebih sering ngkutin jalan setapak sampe suka ga peka sama keadaan sekitar. Hari Sabtu sempat jalan ke arah yang salah dan nyasar beberapa ratus meter sebelum akhirnya sampai di titik tujuan.

Dan menurut saya, yang paling berkesan adalah di Sabtu malam. Dari sore sudah sampe ke titik bivak, jadi santai bisa bikin bivak, cari bahan api unggun dan masak makan malam. Ini yang luar biasa dari Wanadri, tidur di bivak ponco ternyata bisa diubah jadi suatu hal yang super nyaman. Keenam kelompok navdar ini bivaknya deket-deketan, jadi bisa main main ke bivak tetangga buat cari makanan atau cari kehangatan di api unggun orang. Bisa ngobrol-ngobrol, bounding. Latihan navdar 1 ini kaya acara bounding angkatan jadinya. Pencairan katanya.

Malem, evaluasi dan briefing di depan api unggun bareng kakak-kakak pendamping juga. Eval di Wanadri ga kaya di Sisga yang bikin mau kabur, eval di wanadri itu mendekatkan, walaupun sedikit ngantuk. Kemaren sebelum eval ada perkenalan diri, isinya nama, nomor amw/nrp, kegiatan apa yang lagi dilakuin, umur, status, dll. Jadi seneng bisa tau sebenernya apa aja kegiatan teman-teman yang lain. Terus kan boleh nanya, terus ka siapa gitu kemaren, setiap ada yang berdiri memperkenalkan diri, dia pertanyaannya, "Status?" Sumpah ini pertanyaan penting ga penting. Dan dia cowo tapi nanya juga ke cowo. Creepy. Setelah selesai eval pukul 22, regu saya makan lagi haha dan saya bersyukur teman-teman seregu saya sama-sama laperan jadi ada temen makan. Sederhana, cuma mie rebus tiga bungkus sama minuman hangat, tapi obrolannya yang luar biasa. Ngomongin film Petualangan Sherina, ngomongin soal rusa yang makannya cha-cha, bahkan sampai ngomongin pendamping hidup.

Apalagi ya. Banyak sih ceritanya. Paling tidak saya jadi lebih kenal dengan orang orang di regu saya. Ada ka John yang super baik mau nungguin saya yang kalo jalan lambat karena jarang binjas dan potongan rambutnya mirip sama mantan. Ada Ka Abdul yang selama navdar minjemin uang buat bayar transportasi dll karena saya ga bawa uang. Tapi Ka Abdul ini selama latihan matanya merah kaya abis ngegele, padahal karena abis sakit. Kasian. Ada Ka Adlan yang selama ini saya pikir pendiam padahal ternyata suka ngelawak. Dan dia orang Aceh yang ga mau pacaran dan kalo nanti udah nikah mau travelling keliling indonesia sama istrinya. Ada ka Ari yang namanya ditulisnya ga pake E, Ari bukan Arie. Yang kalo men to men sama saya, pasti gampang ngelurusinnya karena sudah sefrekuensi dan sederajat (arah kompasnya). 

Disini belajar banget untuk menciptakan kenyamanan dan kehangatan sendiri. Inget waktu PDW Ka Guntur pernah bilang, "Kenyamanan itu kalian yang ciptaman sendiri." Bukan cuma tentang bikin bivak yang nyaman dan bikin api unggun, tapi gimana bisa nyaman sama mereka yang adalah sodara-sodara baru. Ngobrol-ngobrol tentang kegiatannya sehari-hari dan pemikiran masing-masing untuk lebih saling mengenal. Menciptakan kehangatan dari becandaan becandaan yang ga ada abisnya. Membuka diri juga. Ya pokoknya gitu deh. Pertama kalinya tidur sebivak sama Tapak Bara. Masih awkward, jadi waktu tidur dipinggir dan melipir-melipir terus sampe waktu bangun ternyata badannya udah setengah di tanah. Mau ganti baju bingung caranya karena sebivak sama cowo, pake sarungbag ribet, minta mereka keluar karena mau ganti baju, eh saya yang malah diusir. Tapi inget banget, sebelum tidur ada yang bilang gini, "Ga nyangka ya, sarungbag bisa nyaman kieu."

Minggu pagi, males bangun karena masih terdengar suara rintik hujan di bivak. Mulai terdengar suara-suara, "Bangun Tuan." Yang ternyata adalah suara Kang Ilham, tetangga sebelah. Ya namanya baru selesai PDW, kalau denger yang gitu gitu langsung sensitif. Setelah akhirnya mengumpulkan mood buat bangun dan pake raincoat, rutinitas bangun tidur, bawa tissue basah lalu melipir jauh. Dan karena takut keliatan prang, mungkin kejauhan sampe sampe pulangnya nyasar ke camp orang haha. Kemudian masak sarapan, bikin kopi, bikin susu dan ngobrol ngobrol lucu lagi. 

Navigasi terakhir menuju titik akhir dijalani dengan susur jalan setapak melalui jalanan yang super becek. Dan lagi-lagi, saa tertinggal, tapi kali ini karena keseruan mgobrol sama Ka Syarif haha. Dan panitia navigasi darat ini for sure have a good sense of humor, ternyata titik akhir latihan navdar ini adalah sebuah warung!

Pulang deh. Kembali ke bandung, kembali ke 155. Kembali membuat circle of tribe, saling merangkul. Bersyukur karena latihan navigasi ini berjalan lancar, aman dan menyenangkan. 

Ya Tuhan tulisan ini ga jelas bentuknya, ga nyambung antar paragrafnya, ga indah dan ga ada struktur penulisannya. Bodo amat yang penting nulis biar bisa dibaca lagi. Bhay.

Special thanks to Tapak Bara Bara Rimba yang mau meninggalkan kegiatannya yang lain buat bareng-bareng latihan. Buat kaka-kaka yang juga rela meluangkan waktunya dan merencanakan latihan ini. Sudah mendampingi, membimbing dan rela membagikan ilmunya. Kalian luar biasa. Buat yang berhalangan karena sakit, semoga cepet sembuh, yang ada acara keluarga, semoga bahagia dengan weekendnya dan ditunggu jalan-jalan barengnya! Belom pernah kaannn jalan bareng lagi abis PDW, api unggunan, dan ngobrol seru hehe. Ditunggu kehadirannya di Persami Ceria berikutnya yaaww

Here's a few pic












17 Oktober 2016

Purnama di Rawa

Sejak 30 Desember 2012, purnama adalah hal yang istimewa untuk saya. Karena setiap purnama, kami merayakan hari lahirnya Chandra Purnama, sebuah angkatan yang terdiri dari 5 orang wanita dan 2 orang laki-laki. Setiap purnama bagi saya mengingatkan betapa berartinya sebuah perjuangan, dan berartinya beberapa teman yang selalu ada, bahkan pada masa-masa tersulit. Kami selalu merayakan setiap purnama, sejak masih sekolah, bagaimana kami memandang indahnya bersama di Bulungan, sampai saat ini kami memandang purnama dari 4 tempat berbeda. Tapi purnama ke 44 terasa berbeda...

Hari sudah petang dan kami masih berjalan dalam satu barisan di pematang-pematang itu. Rawa-Tambak di sisi kanan dan kiri sejauh mata memandang, pemandangan yang mulai familiar bagi kami. Kami tidak tahu kemana kami berjalan, atau dimana kami akan tidur malam nanti. Tapi itu hal yang biasa, kami hampir tidak pernah tidur di tempat yang sama setiap hari. Yang saya harapkan hanya satu, saya tidak harus masuk ke tambak lagi lalu bersusah payah naik ke pematang yang tanahnya akan longsor saat dipegang. Saya tidak mau basah lagi.

Hingga setelah beberapa belokan kemudian jalan lurus yang cukup jauh, lalu belok kiri melewati sebuah warung yang disusul sebuah jembatan, kami berhenti dan disuruh berbaris sesuai kelompok. Ah ini pasti titik bivak berikutnya. Betapa leganya membayangkan istirahat malam ini. Karena itulah kebahagiaan saya; sarapan, makan siang, makan malam lalu tidur malam hari. Kang Purba, orang yang selalu saya rindukan, akhirnya berbicara di depan dan mengatakan malam ini bivak ponco regu. Malam ini kami tidur di pematang lagi. Dan tau apa yang saya lihat berbeda malam itu, ya, malam itu ada bulan purnama besar. Searah dengan jalan pematang menuju titik bivak perempuan.

Seketika perasaan saya campur aduk, mengingat setiap purnama yang saya dan Chandra Purnama selalu rayakan bersama. Berharap bisa mengucapkan Happy Chapurday ke-44 ke mereka, tapi saya jauh di Subang, tanpa sinyal dan telepon genggam.

Purnama itu mengingatkan saya akan hal yang kami lalui 30 Desember 2012 yang lalu. Mengingatkan saya lagi pada orang-orang yang telah berjuang bersama, saling menguatkan dan saling ada untuk satu sama lain. Pada 3 wanita luar biasa yang telah rela melalui segala kesulitan di PDGH bersama saya. Mengingatkan saya lagi untuk tidak minta pulang malam ini, PDW masih panjang. Sesederhana memandang purnama di langit menciptakan lagi berbagai kenangan baik yang pernah dilalui, membuat rindu, dan yang paling penting membuat saya rela bertahan. 

Kegiatan malam biasa seperti masak dan membuat bivak menjadi lebih istimewa untuk saya, karena malam ini bayangan purnama dekat sekali di air disamping pematang. Ah saya rindu mereka.

Terima kasih telah menemani dari jauh, pew.

Malam kemarin sudah purnama ke-46, terasa cepat ya. Semoga kita masih bisa merayakan purnama-purnama lain bersama.

10 Oktober 2016

Cinta butuh proses

 Gue inget dulu awal di Sisga gue sebel banget karena sering pulang malem. Capek. Macet. Ga jelas seniornya kalo rapat atau marah2 pasti sampe mau adzan isya. Mana ga dikasih waktu makan! Padahal abis latihan! Gua latihan mereka makan. Kan. Kampret.

Satu-dua tahun kemudian. Tempat itu, yang selalu bikin sebel, organisasi itu, yang bikin capek dan pengen kabur, jadi rumah buat gue. Udah kaya di rumah sendiri. Naroh baju ganti, buku sekolah, sepatu, bantal, boneka, sabun,  semuanya ada di markas. Bahkan kadang ke sekolah tapi ga sekolah, cabut di markas. Istirahat ke markas. Pulang sekolah ke markas. Cabut kelas ke markas. Cabut ngaji jumat ke markas. Cabut olah raga ke markas. Makan di markas. Rapat di markas. Galau di markas. Ngomongin senior di markas. Marahin junior di markas.

Jadi betah, dengan ruangan kecil dan sumpek di bawah tangga itu. Yang kadang ada listrik kadang ngga ada dan ga ada sinyal. Jadi flashback.

Dan sekarang, gue punya "markas" baru, di jalan aceh no. 155 bandung. Dan ini baru bulan pertama gue gabung di organisasi baru lagi, yang masih berasa malesmain kesitu, ngerasa ngabisin waktu ga penting, mager. Wajar kan?

Karena cinta butuh proses.

Gue sedang berusaha kok mencintai organisasi baru ini dengan segala hal yang ada di dalamnya. Organisasi ini luar biasa. Gue kagum sudah lama sekali, dan memang, setelah ada di dalamnya, gue makin kagum dengan organisasi ini. Tapi cinta lebih daripada itu. 

3 Oktober 2016

10/12

Gue belakangan ini nulis tentang wanadri terus. Bosen. Sejak pulang PDW, kemanapun yang diomongin pasti PDW lagi Wanadri lagi.

Tergugah untuk menggunakan blog sebagai media curhat lagi arena abis baca blognya Sarita yang ternyata masih suka nulis tentang kesehariannya, tentang CP, atau tentang galaunya. Seru dia kuliahnya di bali jadi bisa jalan-jalan terus. bandung juga seru sih tapi gue ga bisa jalan jalan soalnya 1) ga ada kendaraan 2) ga ada temen.

Rindu dengan CP. Wanadri itu bagus sumpah bagus tapi ya gitu masih baru mulai membiasakan diri aja berkegiatan di Wanadri yang takes too much of my time. Sisga juga takes time tapi ga gitu-gitu amat. Mungkin karena gue bahagia dengan Chandra Purnama sementara Tapak Bara Bara RImba sering ribut di grup. Iya ga jelas ada kubu kubu. Ya itu wajar mengingat kami seangkatan ada 98 ga mungkin seangkatan main bareng semua. Ga munafik gue juga banyak ga nyaman sama temen-temen angkatan gue. Banyak yang suka meninggi dan suka sok. Suka banget ngatur dan marahin orang padahal ga punya kedudukan dan kewenangan. Gila. 

Well Oktober is coming so i'll just curhat about what i've been trough and what i wish could happen in my llife.

Sejak pulang PDW, jadi ga ngerti mau ngapain. Ngapa-ngapain terasa gabut. Kuliah gitu-gitu aja. Wanadri juga gitu-gitu aja. Gue memutuskan untuk berkarir di Wanadri sih selama kuiah ini. Belajar berorganisasi dan cari pengalaman di Wanadri. Iya di Wanadri kayaknya banyak ilmu. Semoga gue bisa menempatkan diri dengan nyaman di Wanadri. Sejak pulang Wanadri jadi ga pernah nongkrong di kampus. Dri awal udah ga nyaman sih sama atmosfir kampus yang gitu-gitu banget. Gimana ya. Klasik. Ada politik, ada gap, ada gank, ada kelompok, ada yang cari nama, ada yang bego, ada yang pinter, gitu deh anak kuliahan. Ga suka. Jadi sejak gue punya kegiatan lain, dengan senang hati gue keluar dari dunia kampus.

Kuliah so far so good. Ngambil 22 sks semester ini mumpung masih bisa kuliah banyak. Nanti makin lama program Wanadri pasti makin sibuk dan menyita banyak waktu. Minggu depan katanya udah mulai UTS gila kuliah baru mulai tanggal 29 Agustus, dan baru mulai efektif 2 minggu kemudian tapi tiba-tiba udah mau UTS lagi aja. Kuliah gitu ya. Terasa cepat. 

Dan karena baca tuisan Sarita, jadi kangen CP. Srita itu abis ada acara apa gitu di BEMnya terus dia cerita acaranya super fail karena ada temennya yang lupa follow up ndangan ke fakultas lain, dll. Sar gue sangat mengerti bahwa CP itu punya pola komunikasi dan kemampuan organisasi yang baik. bekerja bersama CP sebagai BPH Sisgahana adalah pembelajaran yang sangat baik sekaligus menyenangkan. Karena kita berempat mau belajar bagaimana berorganisasi yang baik. Di kampus emang banyak yang bego tapi entah gimana bisa menduduki jabatan bagus. Aneh. Atau orang yang berorganisasi tapi males kerja atau baperan. Sabar aja. Sudahlah, kalau ga mau di BEM ya gapapa. Cari kegiatan lain. Yang penting selama di kampus punya kegiatan jangan mantai mulu. Anyway, gue kangen main ke bali lol. Im really sorrry that we had a fight last holiday so we cant spent our time together. i really wish i could redempt my fault.

Della yang sekarang super sibuk di iaas karena dia memang sibuk. Hebat dia. Della udah tau jalannya dia dimana dan dia menjalankan itu dengan baik. Gue amat tau bahwa della adalah orang yang akan bekerja sangat bagus dan akan dikenal di kampusnya. Gue tu lah kerja samas della dari pagi sampe pagi gimana rasanya. Della suka galak kadang kalo gue terlalu bego. Anyway del, jangan lupa makan. Please take care of yourself. Gue kangen sleepover di rumah lo dan cerita tentang banyak hal. Sukses di iaas dan ipb. Lo pasti sukses.

Dun, sebenernya gue agak kurang paham kesibukan lo apa yang pasti gue tau kuliah lo bener dan lo lagi suka minum susu frisian flag yang coconut coconut itu. Lu organisasinya apa dah? Gua ngerti sih lu ga kaya della yang super doyan sibuk karena semua orang beda. Eh serius gue gatau kesibukan lu apa cry. Yang pasti jangan lupa makan lu. Lu di jakarta kayaknya lu nongkrong kali ya? Lu masih temenan sama temen temen lu yang hits itu? Warna rambut lu din kenapa begitu. Walaupun ga seabsurd rambut gua warnanya, but i miss your black hair. 

Sisgahana lagi mau bikin PDGH dan gue wadanlat. jeng jeng. Hal terakhir yang paling gue butuhkan saat ini adalah menambah kegiatan lain yang ngebuat gue makin sibuk. Tapi Sisgahana segalanya buat gue karena Sisgahana sendiri sudah memberikan banyak hal baik di hidup gue, termasuk salahsatunya dengan mempertemukan gue dengan CP. Weekend ini rencananya mau survey dan gue nganter. WD ga pernah ke halimun jadi WD itu buta dan bodoh. Tapi WD ini angkatan kesayangan gue, selain KK. Mungkin karena WD lahir di tahun pertama gue menjadi alumni, jadi waktu PDGH mereka gue dateng PDGH ga pake beban. Gue merasa WD yang sekarang sudah banyak berkembang dibandingakan WD yang dulu wkatu baru PDGH. Mereka sudah mau dapet NRP. Dan hebatt-hebat. Kemaren ke Sisga, gue abis ngajarin bikin api, manjat pohon, men to men dan lain-lain. Senangnya bisa membagi ilmu dari PDW ke mereka.

Gue lagi mau dibeliin mobil senangnya. Memang bukan mobil mahal karena gue ga kaya temen-temen gue yang dari SMA dikasih mobil atau apalah. Tapi seriously gue seneng banget mau punya mobil. Rencananya, gue mau uber buat bayar cicilannya, kalo DPnya dibantu sama ibu. Pokoknya seneng banget soalnya gue manja gue ga suka naik angkot. Seneng lah bisa punya mobil sendiri yang udah bukan mobil orang tua lagi, yang bisa dipake kuliah, yang bisa dipake kerja nanti, yang bisa dipake nyari duit juga. 

Gue lagi ga enak dari kemaren. Emang gue ga enak terus. Labil. Ga ngerasa hidup gue berguna gitu. Ga ngerasa gue punya kegiatan yang berguna. Ga ngerasa bisa bagi waktu antara wanadro, kuliah, bersosialisasi dan bobok. I love sleep. I love spending my time sleeping but i have many others things to do. Gue ga ngerasa gue berada di jalur yang bener. Gue mau sukses mau banget sukses, lulus tepat waktu, lulus baik, punya kegiatan yang positif, mau les bahasa belanda, mau udah bisa nyari duit sendiri waktu kuliah, mau kaya della yang udah jelas fokus di organisasi bagu kaya iaas. gue selalu banding bandingin sama della sih soalnnya emang dia yang jadi kaya panutan gue.

Apalagi ya. Hari ini gue 901 hari pacaran sama Tias. Yay. Pada akhirnya, ga ada yang akan mau sama gue kecuali Tias. Orang ini loh yang jadi pacar gue dari gue masih SMA, dari ga pernah pake bedak sama sekali, buluk, blangsak, jelek, males belajar, ga jelas kuliah dimana, ga punya temen, dan lain-lain. orang ini yang memang, ga selalu ada, karena dia juga sibuk, tapi ga pernah ninggalin gue. Dia bukan cowo yang selalu bisa nganter jemput kemana-mana emang, tapi dia hampir selalu mnyempatkan waktu libur kerjanya untuk ketemu gue. Sedikit memang, tapi pada akhirnya gue menyadari betapa berharganya itu. Sayang banget aku bo sama kamu. 

Almas pulang malem terus gue sebel. Mentang-mentang ga tinggal sama orang tua jadi ga kekontrol gitu. Udah ngeroko pula terang-terangan. Dek kamu tau bodoh ngga? Aku marah sama kamu karena kamu mengambil keputusan yang salah. Aku ga pernah mau banding-bandingian kamu sama aku tapi aku mau kamu jangan gitu-gitu amat. Dek kamu masih kelas 1 SMA kalau udah pulang malem terus gimana nanti. Aku juga bukan anak baik dek, makanya aku ga mau kamu kaya aku. Aku ga mau kamu minum-minum. Aku punya banyak temen yang orang tua dan keluarganya ga tau kalo dia rusak. Aku ga mau kamu kaya gitu. Almas, aku sayang sama kamu sayang banget sama aku aku berani jamin ga ada yang sayang sama kamu lebih daripada aku, entah itu temen sma baru kamu atau zakky yang sering ada buat kamu. orng yang sayang sama kamu ga bakalan rela dek kamu ngelakuin hal ga baik. Aku ngerti ayah dan ibu ngedidik kita dengan cara ngebebasin kita, karena itu aku takut kamu kenapa-napa. Jangan nongkrong terus. Nongkrong itu membawa pada hal yang ga baik dek, aku tau betul. karena beda kita cuma 4 tahun, aku tau apa yang bakalan kamu laluin. Jangan bikin orang tua sedih dek, oarng tua kita itu baik. Aku sayang kamu.

Dah gitu aja. May my october be blessed. may god bless u all too.