27 Juli 2016

Wan - Pra PDW 1

17 Juli 2016

Gue sudah ke Bandung 2 hari sebelumnya. Dengan membawa (alhamdulillah) peralatan dan perbekalan yang lengkap.

Rumah gue yang di Dago dan kostan yang di Dipati Ukur jadi tempat tinggal casis2 lain juga. Seru. Riweuh pasti. Tapi bahagia. Denger cerita Tias mengenai gimana rasanya ke Bandung buat PDW ga ada tempat, mana tega gue kaya gitu sama calon sodara gue sendiri. Malem pertama, di rumah gue ada 10 orang haha tidur ngemper ngemper.

Well, lets get stright to the pra-PDW.

17 Juli, bersama dengan casis2 perempuan lain yang tinggal di rumah gue, subuh subuh udah bangun buat ke Rindam III Siliwangi. Riweuh uga yah mandi subuh subuh siap siap barengan serumah kamarmandinya cuma satu. Jam 6 sudah harus ada di sana. Dan seperti biasa, baris baris. Eh terus seneng deh ketemu merek2 yang terakhir ketemu waktu seleksi 3 bulan yang lalu.

TBH, gue lupa apa aja yang dilakuin selama pra-pdw 1, selain checklist peralatan. 

Checklist peralatan went good. Sistemnya dibagi beberapa regu, dan setiap satu regu ada dua orang checker. Setiap peralatan yang udah ada dijembrengin di atas ponco. Lalu di list satu2. Seneng banget lah peralatan gue lengkap, dan semua yang gue bawa juga layak pakai. Banyak juga sih yang lawak disini haha masa ada yang buat baju tidur, bawa baju crop top tipis, ada yang bikin minyak komando pake bawang bombay, ada yang bawa sabuk rainbow2 gt. Absurd lah wkwk. 

Dan hal paling membahagiakan dari hari itu, dan paling unforgettable adalah. Hari itu pertama kalinya gue harus ngejawab Wanadri saat nama gue di panggil. Masih awkward sebenarnya, karena gue selama ini masih mikir Wanadri tuh jauh lah dari gue, belom jadi Wanadri juga. Selama ini ngomong kata Wanadri paling di depan Chandra Purnama atau di depan Tias doang. Dan hari itu.... Ah sudahlah, words cant explain that feeling.

Whatelse yaaaa...
Hari itu dibagiin bet, apasih namanya? Itu tempelan tempelan yang ada nama sama nomor casisnya. W-16.001. 001. Angka keberuntungan emang. Walaupun sedikit menyebalkan karena selalu dipanggil pertama, atau karena selalu baris di depan kanan atau depan kiri, dan jadi orang pertama saat berhitung, tapi itu angka togel. Eh. Angka cantik maksudnya.



Wan - Peralatan ?

Setelah lulus seleksi dan lalu langsung daftar ulang di hari pertama- Gue UAS. Dan lalu setelah UAS, gue kabur ke Bali dan Sembalun. Biasa. Gue kan kerjaannya kabur mele. Re. Fre. Shing.

Dan setelah pulang ke rumah...... JENG JENG. Dapet list peralatan untuk Pendidikan Dasar Wanadri. Dan fyi, listnya tuh sampe tiga lembar dan puluhan item. Here's the list:

See? Even listnya memenuhi tulisan gue disini :(

Sejak pulang dari Bali, besoknya gue selalu bolak-balik Pasar Senen dan Mayestik. Belanja setiap list yang bisa dibeli. Untungnya Tias selalu nemenin kalo ke Pasar Senen. Bingung juga lah list sebanyak itu gimana cara nyarinya. Abis berapa coba. Entah kalian tau atau ngga, tapi alat gunung tuh mahal2. Salah kalo kalian ngira anak gunung itu kere2. Abis berapa buat list begitu? Jutaan. Dan itu aja udah sebagian minjem, tetep ngabisin jutaan.

Dibilang capek pasti capek. Dibilang enek ya enek. Gue cuma mau pendidikan, kenapa seribet ini. Dan panas2an ke Senen buat nyari itu semua adalah suatu pengorbanan. Mana puasa :(

Jangan mengeluh tuan.

Okeee. Gue melakukan itu semua dengan riang gembira. Jalan2 ke Senen sama Tias nyari barang. Kesana kemari mencari alamat. Namun yang ku temui bukan dirinya.

Gue selalu salah memanajemen waktu- waktu mau seleksi, gue pikir seleksi hanya sebatas pertengahan April. Tapi ternyata, effortnya lebih dari itu. Berbulan2 sebelumnya, gue harus menyediakan waktu untuk rajin latihan fisik. Lalu, nunggu lulus seleksi, dan mikir setelah pengumuman lulus gue hanya harus latihan fisik lagi buat persiapan PDW. Tapi ternyata, selain itu, ngumpulin peralatan takes a lot of time. 

Tapi alhamdulillah banget, berkat kesungguhan mencari peralatan, sebelum gue berangkat ke Bandung tanggal 15 Juli 2016, list gue sudah lengkap. Dan bahkan bukan cuma peralatan, perlengkapan pun sudah selesai.

Belum PDW saja, ketabahan dan kesungguhannya saja sudah di uji. Semangat ya genk :)) 

4 Juli 2016

Curhat

Mungkin kau harus belajar tabah dari batu-yang diterjang arus-dan tetap kokoh.

Dari hidupmu. Yang penuh kemudahan dan kemewahan. Yang tidur nyaman. Yang tidur kering.

Dari keseharianmu.

Kamu yang baru kenal hutan. Kamu yang baru kenal gunung. Dan masih naik gunung pake porter-mau ikut ikutan Wanadri? Waladilah.

Kakimu harus kuat. Paling tidak, cukup kuat untuk melangkah selangkah lagi.
Hatimu harus kuat. Paling tidak, agar tidak minta pulang di hari pertama.

Belajar tabah, dek. Hidup ga selamanya enak. Belajar keluar dari zona nyaman, dek. Ini bukan cuma soal bertahan di hutan, tapi soal bertahan di hidup.

Apalah artinya tangguh?
Menurut kbbi, tangguh itu sukar dikalahkan. Dikalahkan oleh ego. Dikalahkan oleh situasi. Dikalahkan oleh rasa manja. Dikalahkan oleh dingin.

Kamu lulus psikotes- paling nggak, mereka yang nelulusin kamu percaya, bahwa kamu ga bakalan minta pulang. Mereka itu lebih dari dukun, mereka mentor kamu nanti, tau kamu luar dalem, bahkan lebih dari kamu tau diri kamu sendiri. They know your limit is unlimited. You are limit-less. Because you are the only one who set the limit, and set your unlimited.