24 April 2014

Setinggi dan Sedalam Apa?

Aku ingin bersamamu
bersama kamu dalam suka dan duka
Bersama lalui saat-saat tergelap
Dan akhirnya dapatkan cerahnya hari
Bersama lalui sulitnya mendaki
Sebelum bersama nikmati indahnya puncak

Aku ingin tapi aku takut tak bisa berjanji untuk terus bertahan denganmu
Karena aku tak tahu yang harus ku hadapi
Belum tahu lebih tepatnya
Sebesar apa? Setinggi apa? Sedalam apa?
Setinggi apa aku harus mendaki dan sedalam apa aku harus menyelam

Tapi yang bisa aku janjikan dan akan aku tepati
Bahwa aku akan mencoba sekeras mungkin
Bahwa aku akan berusaha hingga titik batasku
Bahwa aku akan sepenuh hati menjalani dan setia

Dan lagi aku tak bisa berjanji untuk bisa jadi sosok sempurna buatmu
Aku akan marah, teriak, menangis
Tapi aku yakinkan itu karena perduliku, karena kamu yang ku inginkan
Dan setelah amarah, teriakan dan tangisan
Aku balaskan beribu tawa, bahagia, suka, cita, senang dan cinta

Saat hari terburukmu menerpa aku akan ada dengan sebuah pelukan
Saat saat tergelapmu datang aku akan bawamu kembali pada cahaya
Saat dunia menjadi terlalu kejam padamu aku akan melindungimu
Saat kamu terlalu lelah untuk berjalan, bahkan berdiri, aku akan menopangmu
Saat kamu berjuang untuk hidupmu aku akan tetap berdiri disampingmu
Saat kamu jatuh ke jurang yang dalam aku akan menarikmu keluar
Dan di saat itulah kau akan percaya betapa aku perduli, betapa aku mencintaimu

21 April 2014

Yakin

Bagaimana jika aku bilang aku yakin?
Bagaimana jika aku bilang aku tahu?
Dari pertama, wajah itu, mata itu, tawa itu
Aku tahu semua itu akan jadi duniaku
Dan aku tak pernah seyakin itu
Aku tak pernah menginginkan seseorang yang entah siapa segila itu

Hari itu kamu kamu kamu
Aku ingat memandangimu sepanjang waktu
Aku ingat tak mendengar suara lain selain milikmu
Aku ingat benar rasanya, bagaimana jantungku berhenti saat kau duduk disana, disampingku
Tuhan, aku bahkan lupa kenapa aku ada disana

Hari berlalu
Dan perasaan gila ini jadi nyata dan jelas untukku
Maaf bila gila ini buatmu bingung
Dan aku tak bisa jawab
Karena gila ini juga buatku bingung

Tahu apa yang datang sesudah gila itu?
Suka, suka yang sangat banyak
Kagum, kagum yang sangat hebat
Sayang, sayang yang sangat dalam
Dan yakin, yakin bahwa aku akan dan harus mendapatkan kegilaan terbesarku

Aku punya keyakinan lain sebenenarnya
Tak sebesar keyakinan gila sebelumnya
tapi aku tahu ini benar, mungkin nyata juga
Bahwa aku akan mau bertahan untukmu
Bahwa aku membutuhkanmu sebesar itu
Bahwa kamu seberharga itu untukku

Pernahkah logikaku mengganggu keyakinan itu?
Pernah!
Seenaknya dia berkata bahwa keyakinanku hanyalah angan kosong
Sebuah harapan yang terlampau besar hingga aku mau meyakininya
Apalagi kamu yang harusnya yakin malah berbeda
Malah ragu dengan aku kamu dan kita

Kamu kira aku tak anggap ini penting?
Kalau tak ku anggap penting, aku sudah pergi sejak lama
Untuk apa aku pertahankan hal tak penting
Kau tanya apa kita pantas?
Siapa yang pantas bilang kita pantas atau tidak?
Siapa dia? Siapa Mereka? Orang luar kok ikut campur
Kecuali kamu yang bilang kita tak pantas
Aku yang tak pantas bagimu atau kamu yang tak pantas bagiku?
Keduanya sama-sama terdengar bodoh
Kamu tanya apakah kamu harus bertahan?
Pergi saja kalau ragu. Cari yang buatmu yakin
Untuk apa bertahan untuk hal yang bahkan kamu tak yakin. Bodoh
Pergi saja pergi
Biarkan saja keyakinanku akan kamu hancur begitu saja karna kamu tak sama

11 Maret 2014

SAAAPPP....

First of all, SELAMAT TAHUN 2014 buat semuaaa temen-temen seangkatan gue dan orang2 beruntung yang lahir di taun 1997. IT'S OUR YEAR!

Udah ada sih beberapa temen-temen gue yang seinget gue udah 17 Tahun, Januari ada Dhea Zeria Santika, Februari ada Wandita Dwi Desani dan Dejan Muhamad Yudistira, Maret ada Muhammad Rizkiaputra dan Fariza Putri Fami dan Katherina Shinta, dn temen gue yang paling prasmul, SAPIta Anggun Kinanti.

Happy sweet 17th birthday Sapita. Dan lo udah setaun lebih tua dari gue, dan lo sudah tumbuh dewasa, dan lo akan segera menjadi orang dewasa. Dan wish gue yang pertama, kalo sudah menjadi orang dewasa, jangan jadi orang dewasa yang menyebalkan ya, karna biasanya orang dewasa itu rese, dan ribet, dan lebih mementingkan logika daripada perasaan, imajinasi, dll. Jangan begitu. 

Second, wish you be a better person, of course. Tapi ada satu yang gue ngga mau, jangan jadi lebih wise please. Lo udah wise sejak awal kita ketemu. Dan menurut gue, kadang, orang yang wise itu kadang boring. Jadi lebih baik lah dalam hal apapun, makin pinter, makin rajin, makin kurus, makin india, asal jangan makin bijak !

Third, berhubung temen gue abis ada yang balikan, jadi, semoga sapita balikan juga. Amin.

Fourth, sapita.... Jangan pernah berhenti sayang sama gue :''( Gue sayang banget sama lo soalnya lo yang pertama deket sama gue di SMA. Yang dulu nemenin gue bbman lama banget, sering banget, dan gajebot isinyaaaa. Sapita, love you. So damn much. Gue mau jujur ah disini. Sap, gue tau lo banyak yang sayang karena sifat lo yang periang dan selalu positiv, dan gue tau, CP lain juga kaya pasti ngerasa extra-close sama lo. Dan gue seneng kok. Tapi sekarang sapita lagi deket sama orang lain, bukan CP, dan gue cemburu. Maafff. Tapi beneran cemburunya. Tapi jangan marah karna gue cemburu ya. 

Fifth, sebenernya ini wishnya bukan buat lo aja, tapi buat semua CP. Semoga kalian semua yang akan terus jadi orang-orang yang gue percaya buat ngelaluin masa2 SMA, dan sampe gede juga kalian, kita, bakalan terus sama2. Bisa menggapai cita2nya masing-masing. Tapi gue mau, dimanapun kita berada nanti, kita bakalan ketemu minimal setahun sekali buat dateng di PDGH sama2, dan nge-PDGH-in anak orang sama2.

Sixth, semoga lo bisa menggapai cita2 lo yang sangat mulia itu ya, jadi berguna buat orang lain. Dan yang katanya mau jadi guru di pedalaman. Gue tau lo pasti bisa jadi apapun yang lo mau dan bisa dapetin apapun yang lo inginkan, karena lo itu adalah seorang hardworker yang taugh dan berjiwa mulia. Tuhan bakalan denger doa orang baik yang ingin melakukan hal baik kok. Dan itu elo.

Seventh, the last...Semoga gue bisa gak remed2 terus kalo ulangan, bisa masuk universitas yang gue mau dengan jurusan yang gue mau juga, gampang dapet kerjaan kalo udah lulus, nikah sama foreign civil, dan bisa beli semua yang gue mau. Doain gue !


Nb: I love you, and I will always do. I will always be your mega-best-friend, sister and disturber

13 Februari 2014

Sejarah, Fakta atau Doktrin?

Saya merasa terganggu dengan sesuatu yang terjadi pada diri saya baru-baru ini. Dan saya yakin ini bukan hanya dialami oleh saya saja, tapi juga banyak orang lainnya.

Jadi, saya sedang ada dalam pekan ulangan awal semester minggu ini. Dan pada beberapa hari yang lalu, saya sedang belajar untuk ulangan sejarah, dan yang saya pelajari adalah mengenai reformasi dan munculnya orde baru. Topik yang sensitif, bukan? Berkenaan dengan banyaknya sejarah yang diyakini orang berlainan, malah kadang 180 derajat berbeda.

Jadi ini masalahnya, saya yakin bahwa tidak 100% apa yang saya pelajari di buku itu merupakan apa adanya yang terjadi. Saya tahu benar, bukan tidak mungkin apa yang ada di dalam buku pelajaran sejarah kelas 2 SMA adalah doktrin. 'Mereka' menulis apa yang mereka ingin kami, anak muda, ketahui. Doktrin, sekali lagi, belum tentu adalah fakta.

Bicara masalah Indonesia's former president kalo udah berhubungan sama orde baru, yap, Bapak Soeharto. Ada orang-orang di indonesia (mayoritas) memandang Soeharto sebagai presiden dan pemimpin yang hebat, dan sebagian lainnya beranggapan ia adalah orang yang sebenarnya 'jahat'. Kebetulan, kedua orang tua saya ada di kubu yang berbeda. Ayah saya cukup mengagumi beliau, dan ibu saya, well, jangan bahas tentang beliau jika tidak ingin melihat ibu saya menjabarkan betapa tidak sukanya ibu saya, dan berbagai macam kejelekan Soeharto.

Yang saya tahu, entah benar atau salah, pada jaman pemerintahannya, Indonesia kondisi ekonominya relatif lebih stabil, murahnya harga sembako, keamanan dalam negeri lebih terjaga, dll. Tapi, kabarnya juga pada jamannya, KKN tumbuh makmur, terjadi juga penjualan aset-aset dalam negeri, meningkatnya hutang negara, dll. Saya juga pernah mendengar bahwa pada jaman ia berkuasa, tidak ada yang namanya kebebasan pers, dan rakyat tidak bisa mengkritik pemerintah seperti yang bisa kita lakukan dengan bebas sekarang. Itukah artinya negara Demokrasi?

Saya tidak bermaksud memihak ke pihak manapun dalam tulisan ini, walaupun sebenarnya saya punya pandangan tersendiri, dan itu jelas bagi saya apakah Bapak Soeharto benar atau salah di mata saya. Tapi, saya berusaha membuat tulisan ini se-objektif mungkin.

Kembali ke ulangan sejarah saya, beserta buku pelajarannya. Saya tidak mengatakan bahwa buku pelajaran sejarah yang saya pelajari semua isinya hanyalah doktrin dan kebohongan, tapi saya juga tidak yakin 100% bahwa semua yang saya baca adalah fakta yang benar adanya. Mengapa saya perduli? Karena saya ingin mempelajari fakta, bukan apa yang orang lain mau saya ketahui. Indonesia adalah negara yang saya cintai, dan saya ingin mengetahui fakta, baik itu baik atau buruk, saya tidak perduli, saya tidak ingin memiliki pola pikir yang adalah hasil doktrin semata.

Dan jika, jika, saya mendengar sesuatu yang berhubungan dengan materi yang ada di ulangan sejarah saya, dan saya percayai sebagai fakta, apakah saya harus menjawab pertanyaan di kertas ulangan dengan apa yang saya baca di buku pelajaran, atau apa yang saya percayai?