4 Juli 2016

Curhat

Mungkin kau harus belajar tabah dari batu-yang diterjang arus-dan tetap kokoh.

Dari hidupmu. Yang penuh kemudahan dan kemewahan. Yang tidur nyaman. Yang tidur kering.

Dari keseharianmu.

Kamu yang baru kenal hutan. Kamu yang baru kenal gunung. Dan masih naik gunung pake porter-mau ikut ikutan Wanadri? Waladilah.

Kakimu harus kuat. Paling tidak, cukup kuat untuk melangkah selangkah lagi.
Hatimu harus kuat. Paling tidak, agar tidak minta pulang di hari pertama.

Belajar tabah, dek. Hidup ga selamanya enak. Belajar keluar dari zona nyaman, dek. Ini bukan cuma soal bertahan di hutan, tapi soal bertahan di hidup.

Apalah artinya tangguh?
Menurut kbbi, tangguh itu sukar dikalahkan. Dikalahkan oleh ego. Dikalahkan oleh situasi. Dikalahkan oleh rasa manja. Dikalahkan oleh dingin.

Kamu lulus psikotes- paling nggak, mereka yang nelulusin kamu percaya, bahwa kamu ga bakalan minta pulang. Mereka itu lebih dari dukun, mereka mentor kamu nanti, tau kamu luar dalem, bahkan lebih dari kamu tau diri kamu sendiri. They know your limit is unlimited. You are limit-less. Because you are the only one who set the limit, and set your unlimited.

1 Juni 2016

Hey June- don't make it bad

Alhamdulillah udah juni aja. 58 hari lagi PDW. 58 hari. Deket banget ya. PDGH SMA aja 4 hari persiapannya 3 bulan. Ini PDW 1 bulan persiapannya 2 bulan. Kayaknya gue die deh.

Anywaaayyyyy as usual, gue selalu berharap bahwa setiap bulan akan jadi bulan baik, dimana gue bisa jadi lebih baik dari sebelumnya. Dan for sure Juni akan jadi bulan baik karena ini bulan puasa, gue bakalan liburan ke bali, gue bakalan naik Rinjani, dan gue akan mempersiapkan PDW. Gue bahkan liburan bawa sepatu dan baju-celana lari biar bisa latihan disana. Kapan lagi kan lari lari pinggir pantai, biasanya lari di Bandung adem.

1. Liburan ke Bali
Have been waiting for thissss for weeks! Ga sabar mau ketemu sarita. Ga sabar mau jalan-jalan bareng sarita. Ga sabar mau liburan setelah semester yang panjang dengan kuliah yang bejibun. Ketemu matahari. Ketemu pantai. Di Bandung mana ada, ujan muluuuu. Dinginnya bisa sampe 24-27 derajat celcius loh ini siang atau malem. Ke Balinya insyaallah Selasa/Rabu depan tapi pulangnya ga tau kapan, mungkin tanggal 20an. Hammockan di pantai jir. Udah lama ga ketemu pantai. Terakhir itu Februari ke Lombok.

Yang bikin ini istimewa malah bukan Balinya, tapi liburan sama CP. Jalan2 sama CP. Quality time selama 2 minggu. Udah lama kan ga kaya gitu! Sebenernya kurang Dinda dan Della. Tapi dinda masih kuliah. YAI ga jelas dah jadwalnya sebel gua. Orang libur dia masuk. Dan Della yang super sibuk dengan IAASnya lagi mempersiapkan world congress dan exchange ke Undip. Sibuk banget anak itu bales chat grup aja jarang. Dan Della sudah melejit menjadi jauh lebih berpengalaman di IAAS. Hebat lu Del.

2. Rinjani
Akhirnya naik Rinjani dong gueee. Siapa sih yang ga pengen ke Rinjani? Itu bagus banget sob. Rinjani dan Lawu akan jadi naik gunung santai-santai gue terakhir. Yesss pake porter hahahahah Wanadri macem apa coba yang naik gunung pake porter? Me. Lol. Shame on me. Dan naik gunung bersama Sarita dan Megaa! Naik gunung bersama orang2 yang gue kenal, yang gue udah tau sifatnya. Yess, Sarita yang mageran dan Mega yang susah dibangunin.

Sebentar lagi (insyaallah) gue akan melihat pemandangan seperti ini

3. Persiapan
Bulan ini daftar ulang. Bulan ini beli peralatan. Bulan ini persiapan fisik. Bulan ini persiapan mental. Bulan ini cukup padat juga ya ternyata. Antara excited dan lemas membayangkan apa yang bakalan gue laluin. Rawa laut. Gunung hutan. Dinginnya subang. Tebing citatah. Sungai citarum. Long march. Gue berencana untuk melakukan orientasi medan hahah lebay ya? Bodo amat. Gua ga mau terjun di medan yang gue ga tau sebelumnya. Pokoknya minimal harus ngeliat jalur long march dan tebingnya. Tebing. Kayaknya gue die deh. Manjat aja ga bisa sama sekali.

Effortnya. Harus jauh lebih besar dari persiapan seleksi kemaren karena ini bukan cuma lari 2.4 km tapi pendidikan masuk keluar hutan sebulan. Sebulan. Yess gue bakalan kurush. Yess gue bakalan menikmati setiap kedinginan yag gue lalui. Yess gue akan menikmati setiap langkah dari pembukaan hingga sampai ke altar. Yess gue akan menikmati teriakan-teriakan syahdu pelatih. Yess gue akan menikmati setiap beban yang ada di carrier gue. Yess gue akan semangat setiap hari karena ngeliat apa yang gue perjuangkan di depan mata. Bismillah.
Gue akan memperisapkan diri untuk ini

Demi bisa begini

Bismillah. Juni barokah!




31 Mei 2016

Wan - Awal.

Speechless.
Alhamdulillah.
Semaleman ga bisa tidur, dan akhirnya tadi pagi memberanikan diri buat nyalain hape, berani ga berani liat hasil pengumuman. Grup udah rame. Akhirnya waktu buka, ada yang masukin link ini http://pdw.wanadri.id/daftar-calon-siswa-lulus-seleksi-pdw-2016/ . Itu link sakral. Sekali buka, bisa bikin nangis bahagia atau nangis kecewa.

Setelah mempertimbangkan, setelah setengah jam, akhirnya gue memberanikan buat buka link itu. Ternyata alhamdulillah harus scroll ke bawah dikit baru keliatan namanya. EH. KOK. LOH. KOK. Ada nama gue. Jangan-jangan ini pengumuman yang ga lulus seleksi, gue scroll lagi keatas, eh bener ini tulisannya Daftar Calon Siswa Lulus Seleksi Pendidikan Dasar Wanadri 2016. Mikir lagi apa salah ya listnya, kali aja yang bikin list masih ngantuk karena masih pagi. Seems like impossible.


Masih ga percaya. Bahkan sampe detik ini masih ga percaya.

Terus gue langsung scroll scroll kebawah cari nama-nama yang gue kenal, yang pati pertama cari nama-nama casis cewe lain. LOH. KOK. EH. KOK. Ga sampe 16 listnya. Gue coba scroll kebawah mungkin nama mereka di bawah. Dan lalu ternyata sia-dia. Disitu gue baru nangis, kejer. Antara ga percaya gue lulus seleksi, bersyukur, sekaligus sedih. Kita selalu bilang dari awal ber16 tetap ber16. Tapi apa? Sekarang cuma tinggal 8. Mana yang lain?

Abis itu nelfonin Chandra Purnama tapi ga ada yang ngangkat sebeelll. Padahal lagi pengen ngasih tau mereka. Dan lalu karena capek nelfonin, gue share ke grup. Ga percaya. Se-ga-percaya-itu. Mereka shock. Gue lebih shock. Iya Pew, ini Wanadri yang selama ini kita omongin. Dan gue keterima. 

Orang pertama yang ngasih ucapan selamat adalah Kak Agung, yang juga bakalan ngelananin PDW bareng gue nenti. Kata-katanya tuh gini "tuan putri aisyah selamat kita berjumpa kembali. Pdw 2016" terharu parah sih. Bentar lagi dipanggil Tuan Putri. Dan lalu dari situ banyak yang saling menyelamati, memberi semangat, menghibur, dan sebagainya. Chat full isinya sama casis-casis lain doang. Semuanya sedih tapi bahagia karena lulus tapi ga sama-sama sama orang yang berjuang bersama selama ini. Tapi kata ibu, that's life. Ga boleh ga berayukur sama apa yang udah Tuhan kasih.

Tuhan lagi sayang banget kayaknya sama gue. Ini hal yang selalu gue mimpiin. Hal yang selalu jadi tujuan gue beberapa tahun terakhir. Hal yang bahkan kebawa sampe mimpi. Hal yang tertulis bukan cuma di kamar tapi juga di otak gue. Ini Wanadri. Iya Wanadri yang itu. Yang banyak diinginkan oleh orang lain.

Ngerasa semua perjuangan gue selama ini ga sia-sia. Ngerasa bahwa Tuhan memang ngasih gue jalan buat mewujudkan mimpi gue, tinggal gimana gue mau bertahan dan serius ngejalaninnya. Ngerasa bahwa setiap doa gue Dia denger, doa orang tua dan orang-orang yang sayang sama gue juga. Akhirnya mulai percaya bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati prosesnya.

And dear teman-teman seperjuangan kemaren...
Setidaknya kita pernah berjuang bersama untuk satu tujuan. Mungkin klise, tapi aku ngerasa apa yang telah kita lalui sedikit banyak membuat hati aku ngerasa terikat dengan masing-masing diantara kalian. Terutama ka sharin, gina, ka ditta, ka aliya, ka fira, ka enno, ka nanda, ka uty, ka tiwi, yang 5 hari kemaren udah sama-sama ngejalanin seleksi. Kalian semua wanita hebat. Diam-diam aku mengagumi kalian. Bukan wanita sembarangan yang beani mengikuti seleksi Wanadri. Kalau aku tidak terlalu egois, aku tetap ingin kita berdiri di kawah upas tanggal 28 Agustus nanti, entah dimanapun posisi kita berdiri. Seperti yang pernah aku bilang sebelumnya, seleksi membuka mata aku bahwa aku disini bukan cuma buat bisa ngelaluin itu semua, tapi untuk ngelaluin ini sama-sama. It breaks my heart to know that 67 person's hope to be the part of Wanadri is vanished today. 

Dan untuk 140 individu lain yang (insyaallah) akan jadi calon keluarga. Sama-sama ya! Bismillah.

Ini awal dari perjalanan panjang. Seleksi bukan bagian dari PDW. Masih harus berjuang buat ngelaluin semuanya. Latihan lagi, rajin lari lagi, istirahat cukup lagi. Pokoknya sekarang udah mau selesai UAS, abis UAS, liburan bentar, terus fokus Wanadri. Udah dikasih kesempatan, masa iya mau putus ditengah jalan? Apa yang ga lolos ga bakalan sakit hati ngeliat temennya yang lolos menyianyiakan kesempatan? Pokoknya sekarang tinggal satu. Tabah. Sampai. Akhir.


30 Mei 2016

Penentuan.

Bayangmu hadir lagi. Bahkan seakan hal itu kurang, mereka mengingatkan bahwa ini sehari sebelum penentuan.

Bayangmu hadir lagi. Aku takut. Aku takut kamu bukan untukku.

Aku mau tidur saja lalu mau menghilang.

Aku tak mau menghadapinya. Aku belum siap. Dengan siapa aku harus menangis besok?

Hati siapa lagi yang akan kamu patahkan? Hatiku? Hati mereka?

Aku takut. Aku harus bagaimana?