8 Juni 2017

Dear, Short-minded People

I actually dont know where to begin..

One day, ada seorang laki-laki yang bilang ke gue gini, "Belajar masak dong. Ga kasian apa calon suaminya punya istri ga masak?" Untung orang itu jauh lebih tua dari gue, 10 tahun lebih tua kali ya. Kalo ngga, udah gue jawab siapa lo? Dan gue dengan baik hatinya menjawab, "Pacar aku tau kok aku ga bisa masak, dia biasa aja. Lagian jaman sekarang banyak restaurant." Ga ngerti orang itu ngerti apa ngga, otaknya sampe apa ngga.

Udah 2017, dan masih banyak ya orang yang berpikiran kaya gitu? Yang mikir bahwa wanita ya harusya di kasur, dapur dan sumur.

Kadang ada juga yang aneh gini, "ngapain sekolah tinggi-tinggi kalo akhirnya ngurus anak." Oh jangan salah, gue pernah diomongin begitu. Sama orang yang pemikirannya sama sempitnya sama yang atas. Atau, "kalo emang masih mau kerja, ngapain nikah cepet?" Astaghfirullah rasanya pengen berbagi pemikiran buat mereka yang otaknya sempit, tapi kasian takutnya mereka ngga ngerti. 

Here's one thing, orang-orang kaya kalian hanya akan cari istri biar dirumah ada yang ngurusin. Atau biar bisa 'dapet jatah'. Kasian. Kalian sebenernya cuma pengecut, yang ga mau memperbaiki kualitas diri tapi ga mau kalah sama pasangannya. Lemah. Karena laki-laki hebat ga akan takut punya pasangan yang mandiri, serta pendidikan dan karirnya bagus.  

Perempuan, sehebat apapun dia, pada waktunya nanti setelah dia settle down, dia akan jadi perempuan yang paling hebat ngurus suami. Yang akan mencurahkan seluruh waktunya untuk anaknya. Ga perlu khawatir, itu naluriah. 

Gue mau menikah sama pacar gue ini segera, karena gue yakin dengan menikah sama dia, gue akan lebih bahagia dan dia akan selalu mendukung gue untuk jadi lebih baik lagi. Mungkin aneh, tapi dari sebelum deal mau menikah, gue nanya ke dia dan memastikan bahwa dia akan mengizinkan gue bekerja dan S2. Dan gue bersyukur punya pacar yang pikirannya ga sempit kaya temennya yang tadi, Toh dia sekarang udah kerja, dan gue punya keyakinan bahwa karirnya akan lebih baik dan baik lagi kedepannya. 

N.B: Dear Ka Yoyo, and all girls out there, jangan pernah menurunkan standar diri kita cuma karena sering dinyinyirin atau dibilang mimpi ketinggian. S2 ke Australia atau ke Belanda itu ngga ketinggian, ketinggian itu kalau S2 di luar angkasa. Kalau mereka nganggep itu ketinggian, mungkin dunia mereka aja yang terlalu sempit. There's nothing wrong with you, but there's something wrong with them. Cari temen-temen lain yang punya mimpi sama tinggi, yang pikirannya luas, sharing, biar pikiran kita ga jadi sempit kaya mereka yang nyinyir mulu <3 when nobody believe in your dream, prove em wrong. and i WILL ALWAYS SUPPORT YOU.

1 komentar:

  1. setuju pisan. pake headset, putar musik keras2 biar nggak denger omongan orang.

    BalasHapus