29 Oktober 2015

Untuk Apa, Tuan?

01
Tuan, kami mahasiswa bukan lagi maha tuan
Kami hanya masuk dan duduk di kelas
Bahkan kami tak mengenal kata idealisme
Lupa kalau kami adalah pengantar suara suara rakyat yang tak terdengar
Tuan kami tak kenal tri dharma perguruan tinggi
Yang kami ingat hanya kami yang paling tinggi

02
Tuan, saya menunduk malu pada tuan
Karena kami bisu

03
Tuan, ingat mahasiswa mahasiswa tahun 98
Mahasiswa mahasiswa yang berteriak karena terikat
Yang makin keras berteriak
Yang menari nari diatas gedung MPR Senayan
Yang menutup jalan dan membakar ban

04
Yang akhirnya menjatuhkan orde baru

05
Tuan, pernah bertanya kemana mereka sekarang
Yang dulu berteriak untuk kemakmuran Indonesia Raya
Yang dulu teriak meminta keadilan
Yang kini harusnya duduk di bangku bangku pemerintahan
Dan tetap meneriakkan keadilan
Haha mereka hilang tuan
Suara mereka diredam jas jas hitam yang mahal
Terlalu nyaman tinggal dalam rumahnya yang mewah

06
Lalu untuk apa lagi tuan kami teriakkan keadilan?
Bila yang dulu menang saja malah berpindah pihak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar