4 Maret 2019

Been too long,
I keep my thought to myself. I was writing in other platform, such as medium and my other instagram account. I was too afraid to hurt anyone again because of my writing. But i miss it actually, to share here.

Been a very very very hard times for me lately, for past 5 month actually. I was going down and haven't bounce back since. Since the beginning, i always know that things will be better.

But.
Now i got times i called "hard time",
The feeling of sadness wave, self blaming, stressed, want to do self hurt, self isolating, lost apetite, cant sleep and things. I am really feel bad for it, to my family, friends and husband. For making its harder to be with me and to put them in hard times too. 

I wish i could just bounce back and be happy again. I thought that as things is getting better know, i will getting better to. But i dont. It hurt. And im tired to feel like this. My husband has done fine and its none of his fault, not anyone's fault. I am just so full of unhappiness and too afraid to be happy.

BUT im trying :) 
Cheers

7 November 2018

Dek, mungkin dalam banyak hal kita ga sama, dan dan seringkali aku mengganggu kamu sampai kamu ga nyaman. Aku ga ga tau kamu gimana kamu ke aku, tapi ada yang mau aku sampaikan.

Dek, setahun kebelakang, banyak yang aku alami, yang merubah aku, cara pandangku, cara pikirku, sikapku. Waktu aku di umurmu, aku ga pernah tahu kalau ternyata aku akan berubah menjadi seperti ini.

Dek, aku belajar sesuatu. Bahwa mungkin kita harus berhenti melihat sesuatu jadi bagus atau jelek, baik atau buruk, benar atau salah, dan coba coba lihat bahwa daripada mengatakan "aku lebih baik", katakanlah "aku berbeda". Karena ternyata, kita ga pernah tahu apapun.

Dek, tujuan hidup itu bukan untuk sukses, tapi untuk jadi bahagia dalam kesederhanaan. Mungkin aku "salah". Tapi, capek kalau selalu punya ambisi yang ga kunjung selesai sampai kita lupa mensyukuri apa yang ada di genggaman kita. Jadilah apapun yang membuat kamu bahagia dek.

Yang paling susah ternyata adalah mengetahui apa yang kita inginkan, kemudian berani untuk mewujudkannya, meskipun kata orang lain itu bodoh.

Dek, aku salah selama ini. Mereka yang suka kehidupan malam punya alasan sendiri untuk melakukan yang mereka lakukan. Mereka yang ga mau kuliah pun punya alasan sendiri.  Selama ga merugikan orang lain secara langsung, selama ga merugikan kita secara langsung, rasanya kita ga punya hak untuk menghakimi atau mengomentari. Aku mau belajar menerima dek, mau berhenti menilai orang lain "baik" atau "buruk". 

Aku salah selama ini dengan berpikir kalau orang beda pandangan sama kita, salahsatunya salah sementara yang lain benar- aku ga mau begitu lagi.

Dek, nikmati. Hidup kamu itu indah. Cari apa yang bikin kamu bahagia, kejar. Aku ga lagi merasa perlu mendoakan kamu "sukses", aku doakan kamu bahagia- dan berani mengejar apa yang membuat kamu bahagia.

Aku sayang kamu

24 Oktober 2018

jika esok kamu masih bisa bangun pagi dan melihat mentari, memulai pagi, bersyukurlah dan jangan pernah tengok ke belakang. kamu adalah seorang penyitas

2 Oktober 2018

Aisyah menyesal kejujuran Aisyah menyakiti beberapa orang. Jangan, jangan sedih untuk Aisyah. Aisyah sekarang jadi perempuan yang lebih kuat dari sebelumnya :) Aisyah baik-baik saja dan Aisyah jadi lebih dekat dengan Tuhan, dengan seluruh kehendaknya.

Ibu, Ayah, jangan sedih.. Aisyah ga mau ibu dan ayah sedih. Aisyah baik-baik aja, selalu baik baik aja kok. Ga pernah kenapa2. Aisyah ga boong. CHEER UP, IKHLAS

1 Oktober 2018

Terima kasih Ibu, terima kasih Ayah, terima kasih Mama, terima kasih Bapak, terima kasih teman teman semua yang telah mendoakan Aisyah untuk jadi kuat.

Hari ini Aisyah yakin, bahwa Tuhan memberikan jalan terbaik untuk Aisyah. Susah atau mudah, ini adalah jalan yang Tuhan tunjukkan untuk Aisyah. Insyaallah Aisyah akan berusaha lebih kiat lagi.

26 September 2018

I just don't know what to do. I can't win this battle. There’s nothing I can do to make it feel less-painfull. It hurt me so bad. But I know other choice is gonna make me feel worse. I want to save myself.I need to save myself. But how?

16 September 2018

Aisyah kadang bahagia sama diri Aisyah yang sedang patah hati - karena jadi produktif nulis. Agar Aisyah di masa depan bisa menertawakan, dan bisa jadi perempuan kuat karena dia tau apa yang sudah dia lalui..

Aisyah pernah PDW, jadi setidaknya Aisyah tau bisa sekuat apa aisyah secara fisik dan mental. Aisyah tau bahwa Aisyah ga akan mati, dan segala kesulitan akan berakhir. Itu namanya faith. Aisyah bisa mengalahkan diri Aisyah disaat terpaksa, tapi dalam kehidupan sehari-hari, rasanya Aisyah masih gagal. Karena ternyata PDW adalah hal yang paling mudah, yang sulit adalah hidup yang benar-benar hidup, dengan bahagia dan tanpa penyesalan.

Aisyah sedang berusaha lagi menemukan, dan mengejar apa yang Aisyah sudah relakan. Karena ternyata hal yang Aisyah kejar belum tentu juga bisa Aisyah dapatkan. He he. Aisyah mau bilang lagi bahwa, please Aisyah jangan lupa pagi untuk jadi diri sendiri dan kerja untuk diri sendiri, usaha untuk diri sendiri. 

Lucu, hidup dengan patah hati padahal bukan abis diputusin.

Aisyah bingung, dan bertanya, salah satu bagian dari mencintai adalah percaya, merelakan hati, memberikan segenap hati dan kepercayaan, berani menjadi rapuh. Aisyah awalnya takut untuk jadi rapuh karena sayang sama orang, ketika Aisyah mulai sayang beneran sama orang, Aisyah bilang Aisyah ga mau jadi rapuh. Lalu Aisyah belajar bahwa ga boleh kaya gitu, Aisyah harus merelakan, rela untuk jadi rapuh dan membuka hati, seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Lalu tanpa Aisyah sadar, Aisyah jadi terlalu terikat dan malah kehilangan diri Aisyah sendiri. Hal yang Aisyah dulu takutkan terjadi, Aisyah ga bisa jadi mandiri dan Aisyah menggantungkan kebahagiannya pada orang lain. Jadi, yang benar itu harus gimana? Mungkinkah bisa mencintai sepenuh hati tanpa kehilangan diri sendiri? Atau pada akhirnya kita semua harus merelakan kehilangan diri sendiri?

Trims

15 September 2018

Mantra Mantra - from My Eyes

Kunto Aji ngeluarin album kedua, namanya Mantra Mantra. And I'm kinda addicted to it.

#1 - Sulung
Mungkin ini seperti pengingat, buat Aisyah dan untuk semua orang, "Relakanlah yang tak seharusnya untukmu.." berulang-ulang. Aisyah sedih, gimana caranya bisa rela, Mas Kun? Bukan pengingat, ini pembuka. Kaya Al-Fatihah.  Mas Kun, padahal ini dua kalimat doang tapi kenapa menghujam jantung begini?

#2 - Rancang Rencana
Aisyah ga tahu ini tentang apa.. kaya laki-lakinya mau pergi, atau sudah pergi. Untuk ambisinya. Tapi dia berharap perempuannya mau nunggu, dan ngga berubah. Iya bukan sih, Mas Kun? Aisyah denger ini mau nangis masa. Kaya.. Bahagia deh kalau ada laki-laki yang secinta ini. Aisyah sedih, Aisyah dulu pikir apakah Tias sudah selesai dengan ambisinya, sehingga akhirnya mau menikahi Aisyah. Aisyah ga mau dikesampingkan.

#3 - Pilu Membiru
Percaya ngga kalau Aisyah pikir ini lagu yang dinyanyikan setelah mereka putus. Mungkin perempuannya ngga kuat nungguin, lalu mereka memutuskan untuk menyudahi. Lalu mereka bertemu lagi, masih sesayang itu laki-laki ini. Sedih juga. Kepotek hati adek bang. Aisyah ngerasa setulus ini woy laki-laki ini. Ini sudah tidak sehat, menaikan ekspektasi perempuan bahwa ada laki-laki seperti ini.

#4 - Topik Semalam
Tentang dia berusaha meyakinkan perempuannya bahwa dia pada akhirnya akan bahagia. Tapi perempuannya harus sabar, bertahan. Dan Aisyah sedih.. Aisyah setiap hari rasanya pengen nanyain kepastian menikah ke tias. Aisyah pengen bilang banget, "Mau mau, engga engga." Aisyah ga mau mas dinikahin lama-lama. Aisyah ga yakin apakah Aisyah mau nungguin kamu. Seandainya kamu ga mau nikahin Aisyah segera, Aisyah mau minta dilepaskan saja mas. Aisyah bingung, Aisyah tau Aisyah akan bahagia sama kamu, ga ada hal yang lebih membahagiakan untuk Aisyah. Mas, udah 2 tahun lalu loh aku di lamar.. Mas Aisyah mau kepastian. Tapi Aisyah mencoba ngerti berapa banyaknya beban tanggung jawab kamu, Aisyah mau kasih kamu waktu buat mikir, Mas. Atau Aisyah pikir baiknya kamu selesaikan segala ambisi dan tanggung jawab kamu, kamu lamar Aisyah lagi. Aisyah ga mau nungguin kamu, sementara Aisyah disini cuma nungguin kamu. Aisyah mau pergi aja rasanya, kabur. 

Oke mungkin lagu ini yang bikin baper. Dan nulis ini sampe nangis woy. Kayaknya abis selesai nulis ini mau nangis sampe tidur aja ngulang-ngulang lagu ini.

#5 - Rehat
"Tenangkan hati, semua ini bukan salahmu. Jangan berhenti, yang kau takutkan takkan terjadi. Yang dicari hilang, yang dikejar lari, yang ditunggu, yang diharap, biarkanlah semesta bekerja untukmu." Maksud lagu ini apa? Setelah bikin nangis-nangis karena lagu sebelumnya, lalu apa ini penenang? Apa lagu ini seharusnya menjadi penenang, jawaban atas lagu sebelumnya. Tapi malah sedih ya Aisyah dibilangin tenangkan hati. Mungkin menjawab juga ketakutan mengenai ketidakpastian di lagu sebelumnya? #sotoy

Oke, lagu ini adalah lagu bikin baper peringkat dua.

#6 - Jakarta Jakarta
Abis nangis, ga ngerti. Mungkin ini laki-lakinya mau pulang ke Jakarta, atau malah dia lagi merantau di Jakarta? Ga ngerti. Mungkin ini akhirnya menceritakan bahwa sebenernya laki-lakinya juga rindu, tapi dia harus setrong #sotoy. Ga ngerti saya. Kalau versi love story sotoy yang Aisyah bikin berdasarkan album ini, ini ceritanya adalah versi laki-lakinya masih merantau, mungkin putus makanya dia merasa sepi.

#7 - Konon Katanya
Mereka udah putus, terus hidup masing-masing. Perempuannya terus sibuk dengan dirinya sendiri, kerja mungkin, mengejar materi. Dia jadi perempuan yang hidupnya membosankan, entah dengan studinya atau pekerjaannya deng. Laki-lakinya pulang, terus sok heroik gitu mau membuat hidup perempuan ini jadi berwarna lagi. Kasian perempuan ini mungkin dia begitu karena dipatahkan hatinya di beberapa lagu sebelum ini. Aisyah ga mau jadi perempuan itu, tapi sok-sokan related, ngebayangin kalau ngga sama Tias Aisyah pasti sakit hati terus bisa apa Aisyah selain kerja keras untuk diri sendiri, dengan hidup yang gitu-gitu aja. 

#8 - Saudade
Saudade ternyat artinya kerinduan dalam bahasa portugis (kurang lebih). Sok bijak. Mungkin ini disaat ketika mereka sudah kembali, dengan menjadi manusia yang dua-duanya lebih dewasa. Mereka akhirnya ngga kembali, dan laki-laki ini merasakan perempuan itu adalah saudade, bagian yang hilang dari dia. "Serap, serap yang baik untukmu." Kayaknya akhirnya mereka ga balikan deh, tapi laki-laki itu sekana menyampaikan bahwa ia akan selalu bisa jadi tempat pulang bagi si perempuan. Dan dia mendoakan yang baik-baik bagi perempuan itu. Ini kaya lagu putus yang nggak sok imut, yang putus dengan penuh kedewasaan. Tapi tetep sesedih itu. Kehilangan sedalam itu tapi masih bisa menawarkan rumah untuk pulang. Mas Kun, emang yang kaya gini mungkin? 

#9 - Bungsu
Setelah melalui naik turun dalam hubungan yang complicated ini, maka disimpulkanlah.. "Relakanlah yang tak seharusnya untukmu." Mungkin laki-laki ini mencoba membesarkan hatinya sendiri, dengan menyuruh dirinya mencukupkan kenangan/ ikatannya. Dan kalimat penutup yang baik, "yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri." Mungkin pengingat, bagi Aisyah bahwa kadang kita kehilangan diri sendiri dengan mengejar hal yang menyakitkan yang memang bukan tuhan takdirkan untuk kita. Jaga diri. Jaga hati, Ai. Semoga semuanya akhirnya indah ya Aisyah

13 September 2018

Tawakal

beberapa bulan ke belakang, setahun kebelakang mungkin, sejak berusia 20tahun-an saya merasa menajdi diri saya yang berbeda. yang tidak memiliki semangat menggebu-gebu seperti sedia kala. tidak lagi menjadi naif dengan ingin merubah dunia, saya hanya ingin bertahan hidup. survive, tanpa menjadi terbelakang atau tertinggal. saya merasa tidak seceria, sebahagia sebelumnya. mungkin memang saya memilih untuk tidak berbahagia dan tidak berbaik hati. saya bahkan tidak membentuk ikatan emosional dengan banyak orang.

karena saya merasa, kadang, seringkali hidup tidak sesuai dengan yang saya harapkan. teman-teman saya, tias, bahkan orang tua dan keluarga saya. jadi saya berhenti berharap pada siapapun, saya berusaha untuk berhenti berharap pada manusia. dan sayangnya, mungkin dalam banyak hal saya terlalu banyak berharap kepada tias. berharap tias akan menyelamatkan saya dari kehidupan yang tidak bahagia ini. berharap pada saatnya nanti saya hanya perlu memikirkan untuk berbakti kepada tias dan bekerja keras untuk anak saya. 

mungkin saya lupa menyerahkan ini semua kepada tuhan. di 6 bulan sebelum pernikahan ini, mungkin tuhan bilang belum saatnya saya mendapatkan apa yang saya inginkan. mungkin memang tuhan belum merestui saya menikah. saya tadinya pikir, setelah kuliah selesai, saya tidak harus menghadapi dunia sendiri karena saya akan memiliki pelindung, memiliki rumah untuk kembali. tapi nampaknya tuhan ingin saya tidak terlena pada angan-angan kenyamanan.

mungkin tuhan ingin saya berfokus pada diri saya dulu, menjadi manusia yang baik sebelum berumah tangga. berkelana lagi sebelum akhirnya menikah. saya sempat berpikir untuk tidak bekerja sementara waktu, menggantungkan diri beberapa saat pada orang lain, dengan tanggung jawab memasak, mencuci dan membersihkan rumah, bukan belajar atau mencari uang. mungkin ini cara tuhan memperingatkan saya agar bagaimanapun keadaan saya nanti, terlepas dari harapan saya, saya harus bertanggungjawab pada diri saya sendiri, bisa makan sendiri, tanpa menunggu diberi oleh orang tua atau calon suami nanti.

entah saya harus menangis dan meminta tuhan mengabulkan doa saya, atau berterimakasih atas apa yang telah tuhan berikan pada saya, pengingat bahwa saya harus menjadi perempuan yang mandiri sebelum akhirnya benar-benar ada yang meminang, dan bahwa saya kurang berserah diri kepada tuhan. terlalu banyak harapan saya yang saya minta tuhan kabulkan, kadang saya lupa bahwa pada akhirnya tidak semuanya tergantung saya.

tuhan, saya bersedih hati. tuhan saya gundah. tapi saya tahu bahwa engkau akan menunjukkan jalannya. jika satu pintu tertutup, saya tahu tuhan bahwa engkau akan memberikan jalan lain. bismillah

4 September 2018

kalau nanti aku menikah dengan tias, atau kalau nanti aku putus lalu menikah dengan orang lain, aku mau diriku di masa depan membaca ini.

entah bagaimana, beberapa bulan sebelum menikah ini ada aja cobaannya. berantem terus. kaya yang tidak bisa bahagia, entah karena aku yang marah marah terus atau karena tias menyalahkan aku lalu aku merasa bersalah, padahal mungkin dia yang salah.

tias bohong, dua kali. sepele. tias pergi, dan ada perempuannya, lalu dia ngga bilang. aku marah. pantas? atau lebay? lalu aku cemburu, wajar kan sebagai wanita? lalu di kesalahan pertama, aku minta tias unfollow instagram perempuan itu, tias ngga mau, sampai tias bilang gapapa kalau aku mau udahan. aku ga tau tias ga tau atau ga mau tau, bahwa permasalahannya adalah dia lebih memilih menjaga perasaan perempuan yang entah siapa di banding perasaan calon istrinya. lalu yang kedua baru aja, nama perempuannya Sonia. polisi. perek. maaf aku bicara kasar.

tapi aku akhirnya baikan setelah masalah pertama, aku pikir pernikahan aku dan tias lebih penting di bandingkan dengan hal sepele. lalu tias mengulang kesalahan yang sama, entah kenapa. dan aku takut tias mengulangi hal yang sama ketiga, keempat dan ke lima kalinya.

terakhir di masalah pertama, tias bahas bahas soal aku pernah dekat dengan laki-laki di semester awal kuliah. aku bukan orang suci, aku mengakui aku salah. dan aku benar benar menyesal. kemudian aku tidak pernah mengulangi kesalahan yang sama, karena itu yang seharusnya dilakukan setelah meminta maaf. dan andai alasanku untuk dekat waktu itu penting, dulu aku menyukainya karena dia mengatakan aku cantik, setiap hari. yang mana sebelumnya, tias tidak pernah sekalipun mengatakan aku cantik. sesederhana orang itu tidak pernah mengatakan aku jelek atau bodoh, tidak pernah menghinaku. semu, tapi penting ku rasa bagi seorang wanita.

instagramnya perempuan semua, aku berusaha tidak marah. dia menghapus dm dari perempuan yang tidak tahu apa, aku tidak marah. tias sering mengatakan "tapi sejak pacaran aku ga pernah megang tangan perempuan lain." sayang, kasih itu bukan hanya soal memegang tangan. tapi siapa perempuan yang ingin kau ajak berkeluh kesah ketika kau gundah, apakah perempuan itu masih aku?

aku bukan orang suci.
tapi aku tidak pernah sekalipun lagi menyukai laki-laki lain 

dan sekarang aku bingung, apakah ini cobaan? atau apakah ini Tuhan sedang memperingatkan aku dan kamu bahwa kita memang tidak seharusnya bersama.

seandainya kamu bahagia dengan yang lain mas, seandainya kamu sudah lelah bertengkar denganku, seandainya ada perempuan yang lebih membuat kamu bahagia, maka kamu tidak pantas lagi untuk menikahiku. jangan. jangan berani beraninya meminta aku pada ayahku jika aku bukan perempuan yang ingin kamu jaga hingga kamumati. aku mencintaimu, sepenuhnya, setulusnya, selalu, bahkan disaat aku galau. tapi aku punya harga diri dan kebanggaan. jika kamu tidak bisa menghargaiku, maka aku lebih baik sendiri.

aku akan mengizinkan kamu pergi dengan perempuan manapun, selama ia adalah temanmu, dan kamu tidak akan mencium dan memeluknya di akhir hari. tapi kamu memilih untuk berbohong, dua kali, atau entah berapa kali tuhan yang tahu.

aku sedih, tapi aku punya harga diri. aku tidak akan mengemis kedua kali untuk orang yang aku cintai. ketahuilah bahwa selama ini aku percaya bahwa kamu akan menjagaku, dan menyayangiku. dan aku masih percaya. tapi apakah aku masih perempuan yang membuatmu bahagia?

3 September 2018

ingin menulis, sedikit.. sebelum nanti akhirnya menulis dengan jelas.

menikah adalah hal yang sulit, andai mereka semua bisa mengerti. lucu ngga sih kalau aku sangat sangat sangat ingin menikah dan tinggal bersama, tapi aku takut. aku takut nanti aku menyalahkan tuhan atas pilihan yang telah aku ambil jika hidupku tidak berjalan sesuai rencana.

andai aku adalah perempuan di pedalaman yang menikah merupakan satu satunya pilihanku. yang pengabdian adalah seluruh hidupku.

andai aku bukan perempuan.

andai aku bukan perempuan merdeka.

andai aku perempuan berpikiran sempit.

andai aku manusia yang penuh kepasrahan.

andai aku tidak harus memilih apapun.

andai aku tidak tahu bahwa wanita dapat menjadi apapun selain seorang istri.

andai semua orang lain tidak menanyakan kapan aku menikah.

andai mereka membiarkan aku memilih untuk diriku sendiri, kapan, dimana, bagaimana.

andai aku manusia bebas yang sebebas-bebasnya.

andai aku merdeka semerdeka-merdekanya.

andai aku bisa melangkah melampaui norma dan kebudayaan.

andai aku bisa tinggal selain disini.

andai aku dilahirkan kembali.

andai aku tidak punya agama.

andai mereka semua bisa mengerti.

17 Agustus 2018

A girl  want to feel loved. And a girl (also) want to feel beautiful.

I want to feel somehow that im beautiful. And that you love me the way i am. And never looked at other girl saying "i wish my girlfriend got a body like that." I hope one day you will finally accept all my flaws.

I am sorry that im not that pretty-kinda-girl. So that you cant show me off. And i want to say fuck you. You, as a man, shouldnt make me feel this way. But you did anyway. 

7 Juni 2018

I wish.. in 2 years I could finally travel far east.. to NTT, to Maluku, To Papua.. Living in Bandung for 3 years makes me realized that I don't really like the cold weather. Here we got less sunshine. And that's too bad. As a three-quarter Indonesian, I should have a tan ski, like it's a must. Because it's pur pride, Indonesian Pride. Tan skin and black hair, oh we're so exotic. We're blessed with those pigments. 

I really wish I could go to the beach.. right now. Like really, right now. Can I please wake up in an isle? Oh god how I miss the sound of the ocean, the endless wave sound, the birds, the emptiness after it. Oh how I miss the line between the ocean and the sky. Here in Bandung or Jakarta, we won't see any line, as there's too much buildings.

I wish I get enough money to stay in bali for this 3 month holiday. I could get used to it. Tan skin. Salty hair. A little burned skin. It's better than here, only planning for the wedding and doing nothing else. I love to roll at the sand. To look at the bright sky. Oh god I hate student live. I really can't wait to get a job and save my sallary to go for holiday I always craved.

Badly, after month trying to save my money, I only got around 1 million. So it means that the only place I could visit is pulau seribu. Too bad I can't wear bikini and do sunbathing there. It would be awkward. Isn't is sad, as I grow older, the ammount of money I get is not increasing, but my need? Uh it's increased like hell! I even only eat in a cheap place now but still, I can't save much money. A few semester ago, I could go to Bali every semester break because I could save a lot! And that's the life I want. Go to the beach every 4-6 month. REFRESHED. Damn life's suck. But saltwater heals. 

Can someone please give me 2 million so I could go to Bali for a few day? I could die caused of the lack of sunshine....

6 Juni 2018

This part of my pre-wedding journey..

Just a week before, I was just so in love with him for no reason.

And now, I feel like I can't. Get married. I really can't. I don't want to spend the rest of my life with him. He did nothing wrong nor hurt me. I just can't.

I even don't want any human interaction. I wish I could really just dissapear. I wish I had no phone. I wish I was alone and I wish EVERYBODY LET ME. BE ALONE. JUST FUCKING LEAVE ME ALONE. DONT TEXT ME DONT CALL ME PLEASE JUST LET ME DO MY OWN THING AND STAY AWAY. including you, boo. leave me alone for a moment

15 Mei 2018

Is It True? Is It Really My Passion?

Tau ndak salahsatu hal paling membahagiakan di hidup ini itu apa? Ketika kita menemukan hal yang kita suka dan kita tau kita mau. I really think that I finally found my interest in law, human right. International human right. I'm currently applying for my dissertation, titled
"Pertanggungjawaban Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Dilakukan oleh Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah"

And I'm excited with it. I know, di Indonesia tuh kaya hukum yang laku adalah hukum ekonomi atau hukum perdata ya yang gitu gitu lah. BUT I REALLY THINK HUMAN RIGHT IS MY PASSION. Gue yang dari masuk hukum udah suka sedih gitu kalo denger kasus kekerasan sama anak kecil, perang atau gitulah. Dan akhirnya, after long 6 semester, gue berpikir mungkin memang gue harus melakukan sesuatu to help.

Memang kadang kepikiran, kalau nulis skripsi tentang HAM, lalu nanti kerjanya mau jadi apa? Mau kerja dimana? Harus belajar lagi dong tentang hukum indonesia (pidana, perdata, etc)? Tapi sekarang w lagi pengen jadi orang PBB boleh ga sih ngarep mimpi setinggi itu? :( Ga di PBB juga gapapa sih asal bisa ikut minimal sekaliiii aja ke Syria atau ke Sudan atau kemana gitu. Sekaliiii aja :( 

Kadang, w tuh kalau tiba-tiba bisa seyakin dan sekepengen ini sama satu hal, gue tahu bahwa Tuhan bilang ke w, "that's it. that's your way of life. do it well, chase it and I will take care the rest." gitu :( mungkin ga sih Tuhan dengan sengaja menetapkan hati gue buat kuliah hukum lalu Ia menetapkan hati gue untuk ngambil hukum intenasional lalu on this point, Tuhan menetapkan hati gue untuk mengambil tugas akhir tentang HAM agar hati gue terketuk lalu suatu saat nanti Tuhan akan mengirimkan gue ke Syria lalu gue mati disana. Dan gue merasa gue menghianati kepercayaan Tuhan dan mengabaikan arahanNya kalo gue tidak menjalankan apa yang gue yakini benar.

Skripsi kayaknya akan jadi super hard yet boring, sekarang baru ngajuin Bab I aja udah asemele asemele :( Terus kadang gue hopeless banget karena literally semua referensi skripsi gue adalah dalam bahasa inggris dan bahasa inggris gue ngga fluent gituloh. BUT sekarang kadang sedikit ada semangat gitu dalam hari berbisik. "Ayo semangat skripsinya biar bisa cepet lulus terus kerja di UN Human Right Council, International Committee of Red Cross, UN High COmmisioner for Refugeees, atau minimal jadi volunteer untuk Peacekeeping Operation" Iya itu bisikan kecil, karena sebagian besar perasaan gue adalah, "Gila apa ini apa ini. Gila gila. My brain can't take it." Gitu.

Tapi ya gitu. ANW, I hope that we all (finally) know what we want and have enough bravery to chase it and make it come true <3 Dan doakan judul gue besok langsung di approve ya gaes. xoxo

Nb: a lil pic to make you feel more and more grateful




10 Mei 2018

oh I just need a little procrastination here, procrastination there, sidetracked here, sidetracked there, and voila ((wuushhhh)) my friends already graduated, and here I'm alone, doing my undergraduate dissertation just right before I got dropped out.
There's much fun of all this pre-marriage things!
Sometimes I feel too excited that I could blown my heart
Sometimes I feel anxious
Sometimes I feel afraid

Most of the time I feel like "God I could just life with him for the rest of my life"
And sometimes, a little "God how can I stay with this man. Duh. I'll get super bored" and I'm just not ready to let go of my freedom and be home all day waiting for my husband to come home.

But thanks to Grey's Anatomy, I know that it's okay
It doesn't mean that I dont love him
We all need spaces
We all need a little fresh air

It's ok to sometimes get bored and just dont want to text him
Or if you dont want to be hugged
Or if you just want to hang out with your friend
It dont make you become a bad partner tho

We got a lifetime together
We will soon feel so fed up and sick of each other
if we dont have other things to do

I wish we all just could tolerate ourself
Sometimes love is in the air
Sometimes it's just tough

You know what's the reason behind baby blues?
Because most of the time we pushed ourself too much
To love
But love doesnt need to be forced
It shouldnt

You know how's most of housewifes is becoming so grumpy?
Because they dont have any life
They stuck in their house with the dishes and dirty clothes
Please dont make me feel that way
Because we all need recognition
Not just man
Woman do too
I need it too

I love,
But I also want to enjoy things
Admires myself
Feel good on my own skin
Be proud of my achievement
And so on
I wanted to
And I should
And Im allowed to do it without anyone’s permission
Nor without anyone’s justification

And now Im so proud of myself
Of knowing myself better
And knowing what I want better

But sometimes Im afraid that you're not ready for it
Because most men don't
Yeah they dont want a strong-willed woman who know herself

6 Mei 2018

I want you to be brave
Like I do

I want you to be ready
Like I do

But you are not there, yet

But I just can't
Spend the nights away.

I wish I could sleep next to you
To hear your breath
To know you're near
To know that I'm safe

How to make you understand mas?0

25 April 2018

You finally do !

Congratulation gurlll. You now know what you want and have the guts to do it. Keep going to do whatever make you happy. Because att the end, you are the only one that could do.

It's not easy, at all. We live in a place where our business is their business. Everybody thought that they could control everyone else. But no. You got the power over your own body and you could do anything, from using niqab to get pierced in your tongue.

That what freedom is.
And what freedom feels.

It's a previlege.

I'm proud of you. Because not everyone could do what they want. I want to do it- like you do. But, if it's me, i think tias is to important to lose, and i don't want to do something he might hate. But i'm still considering tho, what is the most important? My happiness, or his feelings?

Actually, it also applied with you and your parent relationship i think. You and them are now disagree with something, but the problem is, it's your own body, which is yours. Maybe- you really should talk to them, one more time. To have a deal. You (both) need to tolerate - that i know you will because you dont want to see them hurt, and they either.

Be happy sap.
My friend said that we only have one youth.
Make it count and worth living.

22 April 2018

He said,
"you look thicker"

-Yes I know, I am, and I'm not proud of it. 
"And you look skinnier," I said.

"It's a compliment tho."
"I like thick girls"

Dari sekian banyak orang yang gue temui, temen temen yang ada di sekitar gue, baru kali ini gue bener bener ada denger dari mulut seorang laki-laki bahwa beneran ada laki-laki yang suka cewe thick.

Finally gue mendengar bahwa being fat is not always bad.
And someone love it!

Terlepas dari dia jujur atau ngga, tapi it makes me feel good. I feel better about myself. 
(But he looks sincere)
(and i want to believe that he mean it)

So ya, a simple thing that could make my day.
I always hate my body and shape. And I don't get comfortable in my daily "tertutup" outfit.

I still want to be skinnier tho,
But I just wanted to be happy.

And you're not helping me, Bo. I hate to feel bad of being not as beautiful as you wish.

I love using those shortpants even if I have a thick things.
I am proud of my breast, I don't happy to always has to use those loose shirt.
I love my curly hairs, the way it is. Stop calling me botak, cause I'm not.
I love to get tanned, I don't care if any other girl just want to have fairer skin.

Or I loved,
I used to.

I wish you one day will really accept me as who I am.
No matter what size I am, Bo.