From: Navylia Kredio Fajrin
To: Ka Zandi*Coret, Dika
Kau bagaikan mentari yang menyinari hatiku
Kau punbagaikan rembulan yang menerangi malamku
Kau juga bagaikan bintang yang menghiasi malamku
Dan kau bagaikan selimut yang menghangatkan tubuhku
Tanpamuhidup ini tiada berarti
Hingga tak mampu berdiri
Aku ingin kau selalu ada
Ada untuk hidup dan hatiku
Tuhan…aku ingin bersamanya
Agar ku tak sedih
Dan tak sepi selamanya
Karena aku mencintai dan menyayanginya
16 Juli 2011
9 Juli 2011
8 Juli 2011
Malaikat Kecil Dari Tuhan
Seorang anak (yang akan saya bahas adalah anak kecil, balita) adalah sebuah anugrah dan keajaiban. Mereka bagaikan malaikan yang diturunkan oleh tuhan dari surga. Lihat binar di matanya, ketulusan yang terpancar dari mata kecil itu. Lihat bibirnya yang mungil, yang akan tersenyum, tertawa, bernyanyi, ajari dia agar bibir mungil itu senantiasa berdzikir dan mengucapkan kata-kata yang baik. Genggam tangannya, tangan yang akan menghapus air matamu bila kamu menangis. Dia adalah keajaiban..
Dia, sosok kecil itu akan menjadi sesuatu, seseorang tergantung apa yang diajarkan kepadanya. Otaknya yang begitu pintar akan mendengar dan menyerapnya di otak. Dia dapat melihat dan memperagakan apa yang dia lihat.
Beberapa hari ini saya menginap di rumah adik ibu saya, yang memiliki 4 anak, kitaro (14 th), kenji (11 th), keizo (4 th), dan kazuya (11 bulan). Hari ini, di hari jumat yang terletak di awal bulan syahban, saya ditinggal jumatan, jadi di kamar saya hanya berduaan dengan keizo.. dengar percakapan antara aku (yang selama percakapan sambil main komputer) dan malaikat kecil yang cadel ini:
K: “Aisah, kayanya darah aku udah mau abis deh”
A: “ya ngga mungkin lah co”
K:”bener, kayanya darah aku udah mau abis deh”
A:”kenapa emang udah mau abis?”
K:”soalnya keluar mulu darahnya (kalo luka maksudnya). Ini kebuka nih”
A:”kamu luka?”
K:”iya. Tapi ini darahnya Cuma dikit, kayaknya udah mau abis”
A:”haha, darahnya ngga mungkin abis lah co. kan Allah bisa bikin darah, jadi kalo darahnya keluar bisa dibikin lagi, dibikin lagi, jadi enggak bakal abis”
K:”allah baik ya?”
A:”iya sayang”
K:”koq baik?”
A:”yang ngasih kamu nafas, yang ngasih kamu hidup?”
K:”hem.. hem..” *malaikat kecil itu tampak kebingungan
A:”yang ngasih kamu nafas sama hidup itu allah”
K:”oh” *dia tersenyum..
A:”yang ngasih mamah ke kamu siapa?”
K:”allah” *dia tersenyum, mungkin dia bahagia karena allah begitu baik padanya.
A:”yang ngasih ade zuya siapa?”
K:”allah”
A:”iya”
K:”nanti di surga ada apa?” *entah kenapa dia ngomongin surga
A:”ada banyak. Kamu maunnya apa?”
K:”di surga ada hamster?”
A:”ada”
K:”di surga ada kolam renang?”
A:”ada”
K:”ah, mati aku”*maksudnya (wow, keren banget)
A:”ahaha. Mau masuk surga?”
K:”mau”
A:”makanya, ceco harus rajin solat biar masuk surge”
K:’yaudah aku mau solat” *terus dia takbiratul ikhram, solat diatas kasur ngadep kemana aja sukasuka dia
A:”solatnya wudhu dulu, terus pake sarung”
K:”ga ada sarungnya”
A:”pake sarung kaka”
K:”sarung kakanya kegedean”
A:”ahaha yaudah. Kita solat yuk” *tapi alunya masih main komputer lagi
K:”ayo aisah, solat”
A:”Iya iya ayo yuk”
Aku mengambil air wudhu, lalu shalat. Malaikat itu mengikuti setiap gerakan shalat’ku. Hingga selesai shalat
A:”kita berdoa dulu yuk?”
K:”iya”
A:”bisa baca al-fatihah? Ayo kita baca bareng ya”
Mulut kecil itu membaca al fatihah sambil mengikutiku dengan patah-patah. Dan air mata’ku terjatuh, indahnya mendengar dia membaca ayat al-quran seperti itu. Segera kuhapus air mata itu, karena bila malaikat itu melihatnya, dia akan kebingungan dan bertanya mengapa aku menangis.
Tuhan, aku begitu jatuh cinta kepada malaikat-malaikat kecil’mu. Mereka yang membuat segalanya terlihat begitu indah. Ketulusan, kejujuran mereka sebagai anak kecil begitu manis. Kebaikan mereka adalah sebuah ketulusan yang indah..
Aku ingin memiliki salah satu dari malaikat kecil seperti itu..
Tuhan..Bila nanti aku memiliki malaikat kecil seperti itu yang lahir dari rahimku, akan ku jaga dia dengan sepenuh hidupku. Mungkin hamil, merasakan setiap tendangannya, melahirkannya, melihat dia tumbuh adalah hal terindah yang bisa didapatkan di dunia.
Bolehkah aku berdoa untuknya meskipun dia belum ada di hidupku?
Tuhan, jagalah dia. Buatlah dia tumbuh menjadi seorang anak yang penyayang, jujur, berbakti kepada orang tuanya, membanggakan, bisa mencintai dan mejaga dirinya, dan buatlah dia selalu sadar siapa tuhan yang memberikan segalanya kepadanya.
Izinkan aku dan ayahnya untuk menjadikan dia seseorang yang besar, yang akan berguna bagi dirinya sendiri kelak. Izinkan aku dan ayahnya untuk melihat senyumannya. Izinkan aku dan ayahnnya untuk dapat mendidiknya dengan ajaran agama-Mu. Izinkan aku dan ayahnnya membesarkannya hingga dia dapat hidup sendiri.
Membayangkan kehamilan adalah hal yang indah! Lalu melahirkannya, meskipun aku yakin rasanya pasti menyakitkan. Mendengar tangisan pertama bayi kecil’ku. Menggendongnya, menyanyikan lagu sebelum tidur untuknya. Melihat usahanya untuk belajar merangkak dan duduk. Dan mendengar kata pertama yang keluar dari mulutnya. Mendngarnya memanggilku, ‘bunda’. Menggajarkannya belajar, melihatnya berlari.
Tuhan, bolehkah aku meminta agar moment itu di’percepat untuk hadir dalam hidupku? Aku ingin memiliki seorang anak yang juga memiliki seorang ayah yang sayang kepada dia dan bundanya. Dan memiliki keluarga kecil yang hangat dan bahagia.
Tuhan, bila saatnya nanti.. semoga harapan dan bayanganku ini menjadi kenyataan.
Aku yakin engkau akan memberikan kehidupan yang indah padaku.. amin..
Dia, sosok kecil itu akan menjadi sesuatu, seseorang tergantung apa yang diajarkan kepadanya. Otaknya yang begitu pintar akan mendengar dan menyerapnya di otak. Dia dapat melihat dan memperagakan apa yang dia lihat.
Beberapa hari ini saya menginap di rumah adik ibu saya, yang memiliki 4 anak, kitaro (14 th), kenji (11 th), keizo (4 th), dan kazuya (11 bulan). Hari ini, di hari jumat yang terletak di awal bulan syahban, saya ditinggal jumatan, jadi di kamar saya hanya berduaan dengan keizo.. dengar percakapan antara aku (yang selama percakapan sambil main komputer) dan malaikat kecil yang cadel ini:
K: “Aisah, kayanya darah aku udah mau abis deh”
A: “ya ngga mungkin lah co”
K:”bener, kayanya darah aku udah mau abis deh”
A:”kenapa emang udah mau abis?”
K:”soalnya keluar mulu darahnya (kalo luka maksudnya). Ini kebuka nih”
A:”kamu luka?”
K:”iya. Tapi ini darahnya Cuma dikit, kayaknya udah mau abis”
A:”haha, darahnya ngga mungkin abis lah co. kan Allah bisa bikin darah, jadi kalo darahnya keluar bisa dibikin lagi, dibikin lagi, jadi enggak bakal abis”
K:”allah baik ya?”
A:”iya sayang”
K:”koq baik?”
A:”yang ngasih kamu nafas, yang ngasih kamu hidup?”
K:”hem.. hem..” *malaikat kecil itu tampak kebingungan
A:”yang ngasih kamu nafas sama hidup itu allah”
K:”oh” *dia tersenyum..
A:”yang ngasih mamah ke kamu siapa?”
K:”allah” *dia tersenyum, mungkin dia bahagia karena allah begitu baik padanya.
A:”yang ngasih ade zuya siapa?”
K:”allah”
A:”iya”
K:”nanti di surga ada apa?” *entah kenapa dia ngomongin surga
A:”ada banyak. Kamu maunnya apa?”
K:”di surga ada hamster?”
A:”ada”
K:”di surga ada kolam renang?”
A:”ada”
K:”ah, mati aku”*maksudnya (wow, keren banget)
A:”ahaha. Mau masuk surga?”
K:”mau”
A:”makanya, ceco harus rajin solat biar masuk surge”
K:’yaudah aku mau solat” *terus dia takbiratul ikhram, solat diatas kasur ngadep kemana aja sukasuka dia
A:”solatnya wudhu dulu, terus pake sarung”
K:”ga ada sarungnya”
A:”pake sarung kaka”
K:”sarung kakanya kegedean”
A:”ahaha yaudah. Kita solat yuk” *tapi alunya masih main komputer lagi
K:”ayo aisah, solat”
A:”Iya iya ayo yuk”
Aku mengambil air wudhu, lalu shalat. Malaikat itu mengikuti setiap gerakan shalat’ku. Hingga selesai shalat
A:”kita berdoa dulu yuk?”
K:”iya”
A:”bisa baca al-fatihah? Ayo kita baca bareng ya”
Mulut kecil itu membaca al fatihah sambil mengikutiku dengan patah-patah. Dan air mata’ku terjatuh, indahnya mendengar dia membaca ayat al-quran seperti itu. Segera kuhapus air mata itu, karena bila malaikat itu melihatnya, dia akan kebingungan dan bertanya mengapa aku menangis.
Tuhan, aku begitu jatuh cinta kepada malaikat-malaikat kecil’mu. Mereka yang membuat segalanya terlihat begitu indah. Ketulusan, kejujuran mereka sebagai anak kecil begitu manis. Kebaikan mereka adalah sebuah ketulusan yang indah..
Aku ingin memiliki salah satu dari malaikat kecil seperti itu..
Tuhan..Bila nanti aku memiliki malaikat kecil seperti itu yang lahir dari rahimku, akan ku jaga dia dengan sepenuh hidupku. Mungkin hamil, merasakan setiap tendangannya, melahirkannya, melihat dia tumbuh adalah hal terindah yang bisa didapatkan di dunia.
Bolehkah aku berdoa untuknya meskipun dia belum ada di hidupku?
Tuhan, jagalah dia. Buatlah dia tumbuh menjadi seorang anak yang penyayang, jujur, berbakti kepada orang tuanya, membanggakan, bisa mencintai dan mejaga dirinya, dan buatlah dia selalu sadar siapa tuhan yang memberikan segalanya kepadanya.
Izinkan aku dan ayahnya untuk menjadikan dia seseorang yang besar, yang akan berguna bagi dirinya sendiri kelak. Izinkan aku dan ayahnya untuk melihat senyumannya. Izinkan aku dan ayahnnya untuk dapat mendidiknya dengan ajaran agama-Mu. Izinkan aku dan ayahnnya membesarkannya hingga dia dapat hidup sendiri.
Membayangkan kehamilan adalah hal yang indah! Lalu melahirkannya, meskipun aku yakin rasanya pasti menyakitkan. Mendengar tangisan pertama bayi kecil’ku. Menggendongnya, menyanyikan lagu sebelum tidur untuknya. Melihat usahanya untuk belajar merangkak dan duduk. Dan mendengar kata pertama yang keluar dari mulutnya. Mendngarnya memanggilku, ‘bunda’. Menggajarkannya belajar, melihatnya berlari.
Tuhan, bolehkah aku meminta agar moment itu di’percepat untuk hadir dalam hidupku? Aku ingin memiliki seorang anak yang juga memiliki seorang ayah yang sayang kepada dia dan bundanya. Dan memiliki keluarga kecil yang hangat dan bahagia.
Tuhan, bila saatnya nanti.. semoga harapan dan bayanganku ini menjadi kenyataan.
Aku yakin engkau akan memberikan kehidupan yang indah padaku.. amin..
4 Juli 2011
Music box ♥♥
Kotak musik adalah alat musik abad ke-19 yang menghasilkan musik dengan menggunakan serangkaian pin yang ditempatkan pada suatu silinder atau cakram berputar sehingga menyentuh gigi-gigi dari suatu sisir besi. Alat ini dikembangkan dari suatu kotak serupa dari abad ke-18 yang disebut carillons à musique. Beberapa jenis kotak musik yang lebih kompleks juga memiliki drum dan lonceng kecil di samping sisir besi tersebut. Nada yang dihasilkan oleh suatu kotak musik dianggap berbeda dengan semua jenis alat musik lainnya.

Sejarah:
Kotak-kotak tembakau asli kontainer kecil yang bisa masuk ke dalam saku rompi pria. Kotak musik bisa memiliki ukuran dari yang kotak topi untuk sepotong besar mebel. Kebanyakan dari mereka spesimen meja sekalipun. Mereka biasanya didukung oleh jarum jam dan awalnya diproduksi oleh pengrajin pembuat jam . Untuk sebagian besar dari abad ke-19, sebagian besar produksi kotak musik terkonsentrasi di Swiss , bangunan atas tradisi pembuatan jam yang kuat. Pabrik Kotak musik pertama dibuka ada pada tahun 1815 oleh Jérémie Recordon dan Samuel Junod. Ada juga beberapa produsen di Bohemia dan Jerman . Pada akhir abad ke-19, beberapa Eropa telah membuka pabrik pembuat di Amerika Serikat.
Silinder itu biasanya terbuat dari logam dan bertenaga oleh pegas. Pada beberapa model lebih mahal, silinder dapat dihapus untuk mengubah melodi, berkat penemuan oleh Paillard pada 1862, yang disempurnakan oleh Metert dari Jenewa pada tahun 1879 [. rujukan? ] Pada beberapa model yang luar biasa, ada empat mata air, untuk memberikan terus-menerus bermain sampai tiga jam.
Kotak pertama pada akhir abad ke-18 memanfaatkan disk logam. Peralihan ke silinder tampaknya telah lengkap setelah perang Napoleon. Dalam dekade terakhir abad ke-19, namun, massa-diproduksi model seperti Poli dan lain-lain semua menggunakan terbuat dari logam disk dipertukarkan bukan silinder. Silinder mesin berbasis cepat menjadi minoritas.
"Kotak musik" Istilah ini juga diterapkan ke perangkat jarum jam di mana disk logam dilepas atau silinder digunakan hanya dalam fungsi "pemrograman" tanpa menghasilkan suara langsung melalui pin dan sisir. Sebaliknya, silinder (atau disk) bekerja dengan bellow penggerak dan tuas yang makan dan membuka katup pneumatik yang diaktifkan yang dimodifikasi instrumen angin atau memetik akord pada dimodifikasi instrumen string . Beberapa perangkat bisa melakukan keduanya pada saat yang sama dan sering kombinasi piano player dan kotak musik, seperti Orchestrion .
Ada banyak variasi dari mesin musik besar, biasanya dibangun untuk kaya abad pra-fonograf 19. Beberapa disebut Symphonium , yang lain disebut Konser Musik Regina Kotak mesin. Kedua variasi yang setinggi jam kakek dan keduanya digunakan disk besar dipertukarkan untuk memainkan set yang berbeda dari lagu. Keduanya semi-luka dan didorong dan keduanya memiliki suara bel seperti. Mesin-mesin itu sering dibuat di Inggris, Italia, dan Amerika, dengan disk tambahan yang dibuat di Swiss, Austria, dan Prusia. Awal "juke-box" versi bayar dari mereka ada di tempat umum juga. Bebas Marsh Museum dan toko barang antik di Long Beach, Negara Bagian Washington (AS) memiliki versi yang masih bekerja beberapa dari mereka di layar publik. Para Museum Musik, Brentford , London memiliki sejumlah mesin
Pada akhir abad ke-19 dan awal, kotak ke-20 paling musik secara bertahap digantikan oleh pemain piano , yang lebih keras dan lebih fleksibel dan merdu, bila tetap disetel, dan oleh yang lebih kecil gramofon yang memiliki keuntungan dari bermain suara kembali . Biaya tenaga kerja Meningkat menaikkan harga dan volume dikurangi lebih lanjut. Sekarang otomatisasi modern membantu membawa harga kotak musik kembali.
Kolektor hadiah kotak musik hidup dari abad 19 dan awal abad 20 serta kotak musik baru sedang dibuat hari ini di beberapa negara (lihat "Kotak Produksi Berkembang", di bawah). Yang, murah kecil penyelesaian gerakan kotak musik (termasuk silinder dan sisir dan musim semi) untuk menambahkan sedikit musik untuk diproduksi secara massal kotak Jewellry dan barang baru yang sekarang diproduksi di negara dengan biaya tenaga kerja rendah.

Sejarah:
Kotak-kotak tembakau asli kontainer kecil yang bisa masuk ke dalam saku rompi pria. Kotak musik bisa memiliki ukuran dari yang kotak topi untuk sepotong besar mebel. Kebanyakan dari mereka spesimen meja sekalipun. Mereka biasanya didukung oleh jarum jam dan awalnya diproduksi oleh pengrajin pembuat jam . Untuk sebagian besar dari abad ke-19, sebagian besar produksi kotak musik terkonsentrasi di Swiss , bangunan atas tradisi pembuatan jam yang kuat. Pabrik Kotak musik pertama dibuka ada pada tahun 1815 oleh Jérémie Recordon dan Samuel Junod. Ada juga beberapa produsen di Bohemia dan Jerman . Pada akhir abad ke-19, beberapa Eropa telah membuka pabrik pembuat di Amerika Serikat.
Silinder itu biasanya terbuat dari logam dan bertenaga oleh pegas. Pada beberapa model lebih mahal, silinder dapat dihapus untuk mengubah melodi, berkat penemuan oleh Paillard pada 1862, yang disempurnakan oleh Metert dari Jenewa pada tahun 1879 [. rujukan? ] Pada beberapa model yang luar biasa, ada empat mata air, untuk memberikan terus-menerus bermain sampai tiga jam.
Kotak pertama pada akhir abad ke-18 memanfaatkan disk logam. Peralihan ke silinder tampaknya telah lengkap setelah perang Napoleon. Dalam dekade terakhir abad ke-19, namun, massa-diproduksi model seperti Poli dan lain-lain semua menggunakan terbuat dari logam disk dipertukarkan bukan silinder. Silinder mesin berbasis cepat menjadi minoritas.
"Kotak musik" Istilah ini juga diterapkan ke perangkat jarum jam di mana disk logam dilepas atau silinder digunakan hanya dalam fungsi "pemrograman" tanpa menghasilkan suara langsung melalui pin dan sisir. Sebaliknya, silinder (atau disk) bekerja dengan bellow penggerak dan tuas yang makan dan membuka katup pneumatik yang diaktifkan yang dimodifikasi instrumen angin atau memetik akord pada dimodifikasi instrumen string . Beberapa perangkat bisa melakukan keduanya pada saat yang sama dan sering kombinasi piano player dan kotak musik, seperti Orchestrion .
Ada banyak variasi dari mesin musik besar, biasanya dibangun untuk kaya abad pra-fonograf 19. Beberapa disebut Symphonium , yang lain disebut Konser Musik Regina Kotak mesin. Kedua variasi yang setinggi jam kakek dan keduanya digunakan disk besar dipertukarkan untuk memainkan set yang berbeda dari lagu. Keduanya semi-luka dan didorong dan keduanya memiliki suara bel seperti. Mesin-mesin itu sering dibuat di Inggris, Italia, dan Amerika, dengan disk tambahan yang dibuat di Swiss, Austria, dan Prusia. Awal "juke-box" versi bayar dari mereka ada di tempat umum juga. Bebas Marsh Museum dan toko barang antik di Long Beach, Negara Bagian Washington (AS) memiliki versi yang masih bekerja beberapa dari mereka di layar publik. Para Museum Musik, Brentford , London memiliki sejumlah mesin
Pada akhir abad ke-19 dan awal, kotak ke-20 paling musik secara bertahap digantikan oleh pemain piano , yang lebih keras dan lebih fleksibel dan merdu, bila tetap disetel, dan oleh yang lebih kecil gramofon yang memiliki keuntungan dari bermain suara kembali . Biaya tenaga kerja Meningkat menaikkan harga dan volume dikurangi lebih lanjut. Sekarang otomatisasi modern membantu membawa harga kotak musik kembali.
Kolektor hadiah kotak musik hidup dari abad 19 dan awal abad 20 serta kotak musik baru sedang dibuat hari ini di beberapa negara (lihat "Kotak Produksi Berkembang", di bawah). Yang, murah kecil penyelesaian gerakan kotak musik (termasuk silinder dan sisir dan musim semi) untuk menambahkan sedikit musik untuk diproduksi secara massal kotak Jewellry dan barang baru yang sekarang diproduksi di negara dengan biaya tenaga kerja rendah.
Langganan:
Postingan (Atom)









