Tampilkan postingan dengan label info kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kita. Tampilkan semua postingan

5 Oktober 2014

Bara Api

Ada bara api setelah api pada kayu. Kayu yang buat apinya menyala. Setelah apinya mati, kayu berubah jadi arang. Arang tetap menyala, bara api tetap ada. Kalau nanti ada angin, arangnya bisa membuat api baru. Tapi ada saat dimana bara apinya benar-benar mati, bukan dalam waktu yang singkat memang, tapi ada saat dimana bara apinya akan beneran mati. Dan disaat itu baru kita bisa bikin api yang baru. Sekian.

Terjemahan:
Gimana kalau api adalah ibarat dari cinta, kayu adalah ibarat dari hati, dan bara api dan arang adalah ibarat dari kenangan, angin adalah ibarat flashback, atau apapun yang ngebawa lagi kenangan lama.

Masih ga ngerti?
Yang namanya cinta itu bakalan ninggalin bekas. Jangan coba untuk menyangkal, karena itu memang benar. Itu kenapa kadang orang belom move on setelah putus. Dan ada orang yang sadar atau ga sadar dia belom move on. Buat yang ga sadar dan ga mengakui, itu bahaya. Karena akan mudah untuk memunculkan perasaan yang dulu ada saat belom move on, hanya butuh satu momment. Dan hati yang belom move on ga bakalan bisa diisi dengan cinta yang baru buat orang lain sepenuhnya ya kalo belom move on. Yang kasian adalah pacar berikutnya karena ga bakalan bisa milikin hatinya sepenuhnya. Dan itu akan sangat menyakitkan dan ga adil.

Sekian

11 Januari 2014

Karya Tulis Ilmiah: Bahaya Narkoba Bagi Remaja dan Pelajar

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan yang mengandung zat adiktif/berbahaya dan terlarang) belakangan ini amat populer di kalangan remaja dan generasi muda bangsa Indonesia, sebab penyalahgunaan narkoba  ini telah merebak ke semua lingkungan, bukan hanya di kalangan anak-anak nakal dan preman tetapi telah memasuki lingkungan kampus dan lingkungan terhormat lainnya. Narkoba saat ini banyak kita jumpai di kalangan remaja dan generasi muda dalam bentuk kapsul, tablet dan  tepung seperti ekstasy, pil koplo dan shabu-shabu, bahkan dalam bentuk yang amat sederhana seperti daun ganja yang dijual dalam amplop-amplop.

Saat ini para orang tua, mulai dari ulama, guru/dosen, pejabat, penegak hukum dan bahkan semua kalangan telah  resah terhadap narkoba ini, sebab  generasi muda masa depan bangsa  telah banyak terlibat di dalamnya.

Akibat leluasannya penjualan narkoba  ini, secara umum mengakibatkan timbulnya gangguan mental organik dan pergaulan bebas yang pada gilirannya merusak masa depan bangsa.



B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dapat diketahui masalah masalah yang muncul, masalh –masalah tersebut dapat di identifikasikan sebagai berikut :
1.      Kurang pemahaman dan pengetahuan masyarakat dan remaja tentang bahaya Narkoba.
2.      Kurangnya pengawasan orang tua.
3.      Salahnya pergaulan





C.     Tujuan
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja.  Karya Ilmiah ini bertujauan untuk:
1.      Sebagai pengetahuan bagi para remaja tentang bahasa narkoba bagi dirinya.
2.      Sebagai sebuah referinsi sehingga para remaja itu bisa mengerti tentang jenis- jenis Narkoba.
3.      Orang tua mempunya kesadaran untuk memperhatikan anak meraka.



D.    Metode
Dalam penulisan Karya Ilmiah ini mengunakan metode lansung dan pencarian referensi dari berbagai sumber.














BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Narkoba
Menurut WHO (1982) Narkoba adalah Semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.


B.     Jenis-jenis Narkoba
Narkoba dibagi dalam 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Penjelasan mengenai jenis-jenis narkoba adalah sebagai berikut:

 1. Narkotika
Menurut Soerdjono Dirjosisworo mengatakan bahwa pengertian narkotika adalah “Zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang  menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut  bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang  diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi  pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.


            Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :
·        Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium.
·        Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin, benzetidin, dan betametadol.
·        Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : kodein dan turunannya.


2. Psikotropika
Psikotopika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku. Psikotropika digolongkan lagi menjadi 4 kelompok adalah :
·        Psikotropika golongan I adalah dengan daya adiktif yang sangat kuat, belum diketahui manfaatnya untuk pengobatan dan sedang diteliti khasiatnya. Contoh: MDMA, LSD, STP, dan ekstasi.
·        Psikotropika golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : amfetamin, metamfetamin, dan metakualon.
·        Psikotropika golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : lumibal, buprenorsina, dan fleenitrazepam.
·        Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang memiliki daya adiktif ringan serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : nitrazepam (BK, mogadon, dumolid ) dan diazepam.





3. Zat adiktif lainnya
Zat adiktif lainnya adalah zat – zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah :
·        Rokok
·        Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan.
·        Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan (Alifia, 2008). Demikianlah jenis-jenis narkoba, untuk selanjutnya faktor-faktor penyebab penyalahgunaan narkotika.

C.     Faktor Penyalahgunaan Narkoba
Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu :
                                 1.         Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya religiusitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik, psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba.

                                 2.         Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.

D.    Gejala-gejala Dini Penyalahgunaan Narkoba
Menurut Ami Siamsidar Budiman, tanda awal atau gejala dini dari seseorang yang menjadi korban kecanduan narkoba antara lain :

1.      Tanda-tanda fisik Penyalahgunaan Narkoba
Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga malas mandi,kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik).

2.      Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba ketika di rumah
Membangkang terhadap teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan keluarga, mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah pecandu, bersikap kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya, pola tidur berubah, menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya, sering pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman, sering pergi ke disko, mall atau pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau penuh kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam keadaan mabuk.

3.      Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba ketika di sekolah
Prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah, sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar mandi, sering terlambat masuk kelas setelah jam istirahat; mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.

E.     Bahaya Narkoba Bagi Remaja
Penyalahgunaan  narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih.

Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.


F.      Bahaya Narkoba Bagi Pelajar
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini.

Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:
·        Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
·        Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
·        Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
·        Sering menguap, mengantuk, dan malas,
·        Tidak memedulikan kesehatan diri,
·        Suka mencuri untuk membeli narkoba.


G.    Akibat Penyalahgunaan Narkoba Bagi Remaja dan Pelajar
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan tergangunya fungsi kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.

Berbagai upaya untuk mengatasi berkembangnya pecandu narkoba telah dilakukan, namun terbentur pada lemahnya hukum. Beberapa bukti lemahnya hukum terhadap narkoba adalah sangat ringan hukuman bagi pengedar dan pecandu, bahkan minuman beralkohol di atas 40 persen (minol 40 persen) banyak diberi kemudahan oleh pemerintah. Sebagai perbandingan, di Malaysia jika kedapatan pengedar atau pecandu membawa dadah 5 gr ke atas maka orang tersebut akan dihukum mati.

H.    Upaya Pencegahan Penggunaan Narkoba
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin. Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.

Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.

Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.

Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
            Dari Pembahasan di atas bisa ditark kesimpulan bahwa
1)      Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk
2)      Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umu.
3)      Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis
Saran
Dalam masalah yang kita hadapi hendaklah kita selalu mencari penyelesaiannya dengan cara yang baik dan berfikir positif. Masalah Narkoba di kalanagan remaja hanyalah segelintir masalah yang kita hadapi. Mungkin saya dapat memberikan saran dalam penyelesaian masalah tentang Narkoba antaralain:
1.      Orang tua hendaknya selalu memperhatikan kelakuan dan perubahan perilaku anak.
2.      Kasih sayang dari orang tua dan pendidikan agama.
Semoga Karya ilmiah ini dapat di gunakan  sebagai referensi dalam penanggulangan narkoba dalam kalangan remaja. Dan semoga kedepannya bangsa ini dapat menjdi lebih baik lagi dan terbebas dari narkoba. 

11 Oktober 2013

Mountaineering


Mountaineering berasal dari kata mountain yang berarti gunung. Mountaineering adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan dan pendakian di gunung, dari tingkat yang mudah (hill walking) hingga yang membutuhkan keahlian dan peralatan khusus. Mountineering terbagi atas 3 bagian, yaitu:

1.Hill walking / Feel walking
Hill walking atau yang lebih dikenal sebagai hiking adalah sebuah kegiatan mendaki daerah perbukitan atau menjelajah kawasan bukit yang biasanya tidak terlalu tinggi dengan derajat kemiringan rata-rata di bawah 45 derajat. Dalam hiking tidak dibutuhkan alat bantu khusus, hanya mengandalkan kedua kaki sebagai media utamanya.
2.Scrambling
scrambling merupakan kegiatan mendaki gunung ke wilayah-wilayah dataran tinggi pegunungan (yang lebih tinggi dari bukit) yang kemiringannya kira-kira di atas 45 derajat). Kalau dalam hiking kaki sebagai alat utama maka,  untuk scrambling selain kaki, tangan sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang atau membantu gerakan mendaki. Dalam scrambling, tali sebagai alat bantu mulai dibutuhkan untuk menjamin pergerakan naik dan keseimbangan tubuh.
3.Climbing
Climbing mutlak memerlukan alat bantu khusus seperti karabiner, tali panjat, harness, figure of eight, sling, dan sederetan peralatan mountaineering lainnya. Selain itu, diperlukan juga penguasaan tekhnik pendakian. Climbing dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
a)Rock climbing: Yaitu pendakian pada tebing-tebing batu atau dinding karang. Jenis climbing seperti ini umumnya digunakan untuk gunung-gunung di daerah tropis.
b)Snow and ice climbing: Yaitu pendakian pada medan bersalju. Pada pendakian seperti ini, peralatan-peralatan khusus seperti ice axe, screw, crampton dan lain-lain sangat dibutuhkan.
4.Expidition
Kegiatan pendakian yang membutuhkan berbagai pengetahuan danwaktu yang lama, dan memerlukan pengorganisasian tertentu.

2.2
Rappeling
Teknik ini digunakan untuk menuruni tebing. Dikategorikan sebagai teknik yang sepeuhnya bergantung dari peralatan. Prinsip rappelling adalah sebagai berikut:
-Menggunakan tali rappel sebagai jalur lintasan dan tempat bergantung.
-Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada tebing sebagai pendorong gerak turun.
-Menggunakan salah satu tangan untuk keseimbangan dan tangan lainnya untuk mengatur kecepatan.

Macam-macam dan Variasi Teknik Rappeling:
1.Body Rappel
Menggunakan peralatan tali saja, yang dibelitkan sedemikian rupa pada badan. Pada teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali sehingga bagian badan yang terkena gesekan akan terasa panas.
2.Brakebar Rappe
Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, tali, dan brakebar. Modifikasi lain dari brakebar adalah descender (figure of 8). Pemakaiannya hampir serupa, dimana gaya gesek diberikan pada descender atau brakebar.

3.Sling Rappel
Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, dan tali. Cara ini paling banyak dilakukan karena tidak memerlukan peralatan lain, dan dirasakan cukup aman. Jenis simpul yang digunakan adalah jenis Italian hitch.

4.Arm Rappel / Hesti
Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan. Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam.
Berbagai macam tekhnik rapeling diantaranya:
1.Tekhnik Dulfer
Cara klasik dalam turun tebing. Hanya menggunakan tali luncur (absailing rope), yang diletakkan diantara kaki lau menyilang dada melalui bahu, laju turun dikontrol satu tangan
2.Tekhnik Modified Dulfer
Tekhnik semi klasik menggunakan karabiner. Sama dengan tekhnik dulfer, hanya saja tekhnik ini sudah menggunakan karabiner.
3.Tekhnik Komando
Di Indonesia, tekhnik ini sering digunakan oleh para komando. Caranya dengan melilitkan tali sebanyak 2 kali padacarabiner, dengan melewati antara kaki maka laju badan dikontrol dengan gerakan tali luncur tersebutpada salah satu tangan. Adakalanya tali hanya melalui satu paha, lalu gerakan friksinya diatur oleh tangan yang sejajar dengan paha.
4.Tekhnik brake bar
4 buah carabiner disusun melintang sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah sistem friksi, lalu tali melewatinya dengan dikontrol satu tangan, tekhnik ini kemudian disempurnakan dengan menggunakan descender khusus yang disebut bar crab. Dalam rapelling, usahakan posisi badan selalu tegak lurus pada tebing, dan jangan terlalu cepat turun. Usahakan mengurangi sesedikit mungkin benturan badan pada tebing dan gesekan antara tubuh dengan tali.
Sebelum memulai turun, hendaknya :
-Periksa dahulu anchornya.
-Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang dipergunakan.
-Sebelum sampai ke tepi tebing hendaknya tali sudah terpasang dan pastikan bahwa tali sampai ke bawah (ke tanah).
-Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun, ke atas dan ke bawah, sehingga apabila ada batu atau tanah jatuh kita dapat menghindarkannya, selain itu juga dapat melihat lintasan yang ada.
-Pastikan bahwa pakaian tidak akan tersangkut carabiner atau peralatan lainnya.

2.3
Pioneering
Pioneering merupakan Teknik penyeberangan sungai dengan alat . Teknik ini biasanya dipergunakan jika melibatkan banyak orang dalam kelompok yang melakukan perjalanan dan telah direncanakan terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan. Ada dua macam teknik penyeberangan dengan alat yaitu: penyeberangan basah yaitu penyeberangan yang sebagian badan penyeberang tercelup disungai dan penyeberangan kering dimana seluruh bagian badan penyeberang ada diatas permukaan air.
1.Penyeberangan basah
Penyeberangan basah dapat dilakukan dengan beberapa teknik yang salah satunya adalah renang survival. Dasar dari renang adalah kemampuan dan kelincahan kita bermain di air, dengan ditunjang oleh pengetahuan tentang sifat air. Dalam renang survival ini kita dapat menggunakan alat yang selalu kita bawa dalam suatu perjalanan atau penjelajahan sepertiponco atau jerigen dan botol air minum.
2.Penyeberangan kering
Penyeberangan kering dapat dilakukan dengan menggunakan rakit atau perahu dan menggunakan tali. Jika sungai yang akan diseberangi terlalu lebar, cara yang paling aman untuk menyeberangi sungai adalah menggunakan rakit atau perahu.
Cara berikutnya adalah dengan menggunakan rentangan tali dimana cara ini digunakan jika sungai yang di seberangi terdapat pada celah sempit dan dalam. Walau cara ini jarang dipakai dalam suatu perjalanan ada baiknya untuk di pelajari.
-Penyeberangan dengan satu rentangan tali
Pada prinsipnya pemasangan dan simpul - simpul yang dipakai seperti biasa, dengan catatan tali itu tegang dan kuat. Cara menyeberang dapat dilakukan dengan merayap diatas tali atau menggantung pada tali, tali tubuh di hubungkan pada tali penyeberangan dengan menggunakan carabiner.
-Penyeberangan dengan dua rentangan tali
Dengan dua rentangan tali akan lebih mudahkan kita bergerak, karena kita bisa berjalan pada salah satu tali dan berpegangan pada tali lainnya. Posisi tali tidak terhimpit, tetapi letaknya berjarak sekitar satu meter, satu diatas dan satu dibawah sehingga memudahkan kita berjalan ditali.

2.4
Peralatan Mountaineering

1.Tali Pendakian (Carmantel)
Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh.Dianjurkan jenis-jenis tali yang dipakai hendaknya yang telah teruji. Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm, tapi sekarang ada yang berkekuatan sama, yang berdiameter 9.8 mm. Ada dua macam tali pendakian yaitu :
-Static Rope, tali pendakian yang kelentirannya mencapai 2-5 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya kaku, umumnya berwarna putih atau hijau. Tali static digunakan untuk rappelling.
-Dynamic Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok (merah, jingga, ungu).
-Semi-dynamic rope, daya regang antara dinamis dan statis dapat digunakan untuk climbing maupun rappelling.
2.Carabiner
Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang berfungsi seperni peniti. Bahan pembuatan carabiner adalah baja atau campuran alumunium. Ada 2 jenis carabiner
-Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman).
-Carabiner Non Screw Gate (tanpa kunci pengaman)
3.Descender(figure of eight)
Sebuah alat berbentuk angka delapan. Fungsinya sebagai pembantu menahan gesekan, sehingga dapat membantu pengereman. Biasa digunakan untuk membelay atau rappelling.
4.Ascender
Berbentuk semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka bila dinaikkan. Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pada tali.
5.Pulley
Pulley digunakan untuk mengangkat peralatan dari bawah kepuncak tebing, bentuknya seperti katrol kecil dan terbuat dari campuran beton dan alumunium.
6.Harnes / Tali Tubuh
Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan. Ada dua jenis hernas Seat Harnes, menahan berat badan di pinggang dan paha.Body Harnes, menahan berat badan di dada, pinggang, punggung, dan paha.Harnes ada yang dibuat dengan webbning atau tali, dan ada yang sudah langsung dirakit oleh pabrik.
Jenisnya yaitu:
-seat harness
-full boby (body harness)4) SlinkSlink yaitu tali penggabung carabiner
7.Webbing
Webing biasanya digunakan untuk pengaman badan climber pengganti harness yang umumnya terbuat dari nilon. Kapasitas menahannya sekitar 4000 pon dan kekuatan menahannya tergantung dari simpulnya.
8.Grigri
Alat belay Grigri dianggap termasuk dalam alat kategori advanced meskipun pada kenyataannya penggunaan grigri lebih praktis ketimbang alat belay tubular. Ingat ukuran kernmantel harus 10-11 mm. Kalo kamu beli grigri kamu juga harus beli tube atau figure eight soalnya grigri enggak bisa dipake rappell untuk dua tali kernmantel sekaligus.
9.Sepatu
Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan :
• Sepatu yang lentur dan fleksibel. Bagian bawah terbuat dari karet yang kuat. Kelenturannya menolong untuk pijakan-pijakan di celah-cleah.
• Sepatu yang tidak lentur/kaku pada bagian bawahnya. Misalnya combat boot. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya atau tangga-tangga kecil. Gaya tumpuan dapat tertahan oleh bagian depan sepatu.
10.Anchor (Jangkar)
Alat yang dapat dipakai sebagai penahan beban. Tali pendakian dimasukkan pada achor, sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh. Ada dua macam anchor, yaitu :
• Natural Anchor, bias merupakan pohon besar, lubang-lubang di tebing, tonjolan-tonjolan batuan, dan sebagainya.
• Artificial Anchor, anchor buatan yang ditempatkan dan diusahakan ada pada tebing oleh si pendaki.
11.Sarung tangan
Sarung tangan yang biasa dipakai oleh saat biley/ rappeling untuk menghindari gesekan langsung ke tali. Lebih baik menggunakan sarung tangan yang bahannya terbuat dari kulit untuk menghindari panas karena gesekan
12.Chock Bag
Digunakan sebagai pengemas chock(magnesium) yang fungsinya untuk tangan dan kaki agar tidak licin ssat memanjat.

2.5
Simpul-simpul
Simpul adalah pengetahuan yang sangat penting  bagi para pendaki. Berikut ini adalah simpul yang wajib di kuasai oleh para pendaki:
1.Figura of eight knot (simpul delapan)
Paling sering dipakai, mudah dibuat serta melepaskannya. Simpul ini digunakan untuk menyambung tali. Simpul delapan bisa berupa simpul delapan tunggal atau ganda.
2.water knot (simpul pita)
sering digunakan ketika kita menyabung webbing, sling, meskipun ketika keadaan basah.
3.Bowline (simpul kambing)
Biasanya digunakan untuk anchor karena sifatnya yang bila terkena beban akan semakin mengikat.
4.Fisherman’s knot (simpul nelayan)
Simpul ini sangat baik untuk menyambung tali baik dalam keadaan basah atau kering dan walau kedua tali itu memiliki ukuran yang berbeda antara satu dengan yang lain. Fisherman’s knot memiliki 2 jenis, yaitu:
-Single fisherman’s knot
-Double fisherman’s knot
5.Simpul pangkal
Untuk mengikat sebuah tali pada penambat yang berfungsi sebagai pengaman utama (fixed rope) pada anchor natural dan sebagainya.
6.Simpul jangkar
Untuk mengikat tali pada penambat yang fungsinya sebagai pengaman utama yang dihubungkan dengan penambat atau harness. Biasanya simpul ini dibuat setelah simpul pangkal pada penambat.
7.Butterfly knot (simpul kupu-kupu)
Untuk membuat ditengah atau diantara lintasan horizon, bisa juga untuk menghindari putusnya tali yang sudah friksi.
8.Italian knot
Digunakan saat rappelling untuk menambat pengaman, atau bisa juga digunakan sebagai pengganti figura of eight.

18 September 2013

Fara, great leader in education program of Tulang Bawang


Her name is Fara Ramadhina, a bachelor graduation of social and politic science faculty of university of Indonesia, one of the best universities in Indonesia. She graduated with cumlaude result, and can easily get a job in good company.  But she has done something different, a sincere job to give something for others, to dedicate her knowledge to teach children in the middle of nowhere. “Indonesia Mengajar”, is the independent program to send the best and chosen under graduated student to teach at the elementary school in the place where the education still need improvement and far from down-town.

The reason of why I am decided to write about Fara, is because I want to show that figure of the leader is not only the person who can speech well in front of audience, or has a high position in company or government, but the most important thing is they are respected and trusted by people around them, do great thing and work hard in doing a change to make other people have a better life.

Fara has been placed in some place named Way Kenanga, West Tulang Bawang, Lampung, Sumatra, Indonesia. She has been appointed to become an additional teacher in SDN 04 indraloka II (government elementary school) for one year.  The goal of the “Indonesia Mengajar” program not only to send additional teacher to the school, but also to improve the school’s quality, the student’s quality, the existing teacher’s quality, and most important thing is to introduce high quality of teaching method.  And at the end of the day, the quality of Indonesian children will be improved.

One of many interesting things is the place where Fara has been placed is a place that far from anywhere, need hours to get there by car, and the electricity often shut off, can be 4 times a day. In the place like that, many people do not realize the importance of education.  Therefore, she not only teaching her students about regular study, but also has to become a role model for her student.

Align with the goal of the program, she has to influence people, teachers, and government officer’s mindset to realize of how important good education.  Her role there is to change people’s mindset, and that role is what leader supposes to do. “Need a leadership skill to change other people’s mindset. It can be done by discussion, cooperation with government officer, sharing motivation to youth, training for teachers, etc”, Fara explained her role.

The school and people condition when Fara first come on November 2012, is different from now days.  Before, many teachers do not know how to use demo kit for teaching, some teachers have a lack of knowledge in understanding the student’s need, the student do not know how to dream, do not have motivation to go to higher grade of school.  People’s response in the beginning is not always well, there must be people who do not open minded and willing to accept changes, even if that is to make things better. On top of that, Fara also try to know her students more deeply, to be able to influence their mindset and give motivation of how important education is. And there are not only her students, but also their parent’s point of view about education.

She has to teach her students to be dared to dream high. In that place, people usually send their children only until Junior High School, and do not continue to the higher grade to Senior High School or University.  In many occasions Fara join social events to give training and education. She also gives motivation for her student to reach higher education and help them to register to university.
 
She proudly said that this year, there are 4 senior high school students that get scholarship in good University. That is a very good achievement for her.  That achievement becomes a pioneer to change people’s mindset of how important education is. As she said, this is only a beginning from long journey to make Indonesia’s student have a dream high and get better education.

25 Mei 2013

Rules Of A GENTLEMAN


  1. A gentleman is always presentable
  2. Live a passionate live, with a compassionate, and dispassionate judgement
  3. Talent is god-given, Be humble. Fame is man-given. Be grateful. Conceit is self-given. Be Careful
  4. Opening the door for a lady is not optional.
  5. A gentleman is one who puts more into the world than he takes out.
  6. Nothing beat a good hat, but so long as it is removed when indoors.
  7. Anything worth having, is worth working hard for.
  8. A gentlemen will never instigate a fight, but he is permitted to end one.
  9. A gentleman read and reflects.
  10. The best suits are tailored (ties should never be a focal point)
  11. A gentleman means what he says, and says what he means.
  12. Be gracious in manner, humble in tone, and thankful for what is given.
  13. A gentleman lives beyond his zone of comfort.
  14. The line between confidence and arrogance is very thin, and a gentleman is aware of it.
  15. Drink are not meant to be mixed.
  16. A gentleman can drive stick-shift.
  17. A gentleman can jump if need be.
  18. Know the differences between courage and stupidity.
  19. A gentleman is observant, and take action without delay.
  20. To a lady, a gentleman wil readily offer both his coat and his hand.

19 Januari 2013

Legenda Gunung Bromo

Konon saat dewa-dewa masih suka turun ke bumi, kerajaan Majapahit mengalami serangan dari berbagai daerah. Penduduk bingung mencari tempat pengungsian, demikian juga dengan dewa-dewa. Pada saat itulah dewa mulai pergi menuju ke sebuah tempat, disekitar Gunung Bromo.

Gunung Bromo masih tenang, tegak diselimuti kabut putih. Dewa-dewa yang mendatangi tempat di sekitar Gunung Bromo, bersemayam di lereng Gunung Pananjakan. Di tempat itulah dapat terlihat matahari terbit dari Timur dan terbenam di sebelah Barat.

Di sekitar Gunung Pananjakan, tempat dewa-dewa bersemayam, terdapat pula tempat pertapa. Pertapa tersebut kerjanya tiap hari hanyalah memuja dan mengheningkan cipta. Suatu ketika hari yang berbahagia, istri itu melahirkan seorang anak laki-laki. Wajahnya tampan, cahayanya terang, dan merupakan anak yang lahir dari titisan jiwa yang suci. Sejak dilahirkan, anak tersebut menampakkan kesehatan dan kekuatan yang luar biasa. Saat ia lahir, anak pertapa tersebut sudah dapat berteriak. Genggaman tangannya sangat erat, tendangan kakinya pun kuat dan tidak seperti anak-anak lain. Bayi tersebut dinamai Joko Seger, yang artinya Joko yang sehat dan kuat.

Di tempat sekitar Gunung Pananjakan, pada waktu itu ada seorang anak perempuan yang lahir dari titisan dewa. Wajahnya cantik dan elok. Dia satu-satunya anak yang paling cantik di tempat itu. Ketika dilahirkan, anak itu tidak layaknya bayi lahir. Ia diam, tidak menangis sewaktu pertama kali menghirup udara. Bayi itu begitu tenang, lahir tanpa menangis dari rahim ibunya. Maka oleh orang tuanya, bayi itu dinamai Rara Anteng.

Dari hari ke hari tubuh Rara Anteng tumbuh menjadi besar. Garis-garis kecantikan nampak jelas diwajahnya. Termasyurlah Rara Anteng sampai ke berbagai tempat. Banyak putera raja melamarnya. Namun pinangan itu ditolaknya, karena Rara Anteng sudah terpikat hatinya kepada Joko Seger.

Suatu hari Rara Anteng dipinang oleh seorang bajak yang terkenal sakti dan kuat. Bajak tersebut terkenal sangat jahat. Rara Anteng yang terkenal halus perasaannya tidak berani menolak begitu saja kepada pelamar yang sakti. Maka ia minta supaya dibuatkan lautan di tengah-tengah gunung. Dengan permintaan yang aneh, dianggapnya pelamar sakti itu tidak akan memenuhi permintaannya. Lautan yang diminta itu harus dibuat dalam waktu satu malam, yaitu diawali saat matahari terbenam hingga selesai ketika matahari terbit. Disanggupinya permintaan Rara Anteng tersebut.

Pelamar sakti tadi memulai mengerjakan lautan dengan alat sebuah tempurung (batok kelapa) dan pekerjaan itu hampir selesai. Melihat kenyataan demikian, hati Rara Anteng mulai gelisah. Bagaimana cara menggagalkan lautan yang sedang dikerjakan oleh Bajak itu? Rara Anteng merenungi nasibnya, ia tidak bisa hidup bersuamikan orang yang tidak ia cintai. Kemudian ia berusaha menenangkan dirinya. Tiba-tiba timbul niat untuk menggagalkan pekerjaan Bajak itu.

Rara Anteng mulai menumbuk padi di tengah malam. Pelan-pelan suara tumbukan dan gesekan alu membangunkan ayam-ayam yang sedang tidur. Kokok ayam pun mulai bersahutan, seolah-olah fajar telah tiba, tetapi penduduk belum mulai dengan kegiatan pagi.

Bajak mendengar ayam-ayam berkokok, tetapi benang putih disebelah timur belum juga nampak. Berarti fajar datang sebelum waktunya. Sesudah itu dia merenungi nasib sialnya. Tempurung (Batok kelapa) yang dipakai sebagai alat mengeruk pasir itu dilemparkannya dan jatuh tertelungkup di samping Gunung Bromo dan berubah menjadi sebuah gunung yang dinamakan Gunung Batok.

Dengan kegagalan Bajak membuat lautan di tengah-tengah Gunung Bromo, suka citalah hati Rara Anteng. Ia melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, Joko Seger. Kemudian hari Rara Anteng dan Joko Seger sebagai pasangan suami istri yang bahagia, karena keduanya saling mengasihi.

Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya “Penguasa Tengger Yang Budiman”. Nama Tengger diambil dari akhir suku kata nama Rara Anteng dan Jaka Seger. Kata Tengger berarti juga Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, simbol perdamaian abadi.

Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai, namun sang penguasa tidaklah merasa bahagia, karena setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumahtangga belum juga dikaruniai keturunan. Kemudian diputuskanlah untuk naik ke puncak gunung Bromo untuk bersemedi dengan penuh kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa agar karuniai keturunan.

Tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo, Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orang tua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita kawah Gunung Bromo menyemburkan api.

Kesuma anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib :”Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Hyang Widi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Hyang Widi di kawah Gunung Bromo. Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.

27 Agustus 2012

Harvest Moon Back To Nature (tokoh & momment)


SPRING
Louis: Spring 2 Madu, Jam.
Saibara: Spring 11 - Bijih besi.
Elli: Spring 16 - Bunga. Pekerja keras, diam-diam ia disukai oleh dokter. Bila ultahmu Summer 16, ultah Elli akan jadi Summer 20.
Jadwal:
kecuali Rabu 9:00 AM - 7:00 PM - Clinic
Rabu: 9:00 AM - 1:00 PM - Rumahnya
1:00 PM - 4:00 PM - Supermarket
4:00 PM - 7:00 PM - Rumahnya
Barley: Spring 17- Bunga.
Lillia: Spring 19 - Bunga, Madu, Jam.
Greg: Spring 26 - Ikan besar, Ikan sedang, Makanan Ikan.
Sasha: Spring 30 - Bunga, Flour, Madu.

SUMMER
Popuri: Summer 3 - Bunga, Madu. Dia suka semua yang imut-imut. Tinggal bersama Rick kakaknya dan ibunya Lilia di Poultry Farm. Bila hari ultahmu Summer 3, ultahnya jadi Summer 10. Biarpun sainganmu, Kai hanya muncul pada musim panas, kamu tetap harus berusaha menyenangkan Popuri.
Jadwal:
Bila cuaca baik:Kecuali Minggu
7:30 AM - 10:00 AM - Hot Springs
10:30 AM - 6:00 PM - Rumahnya
Sunday
8:30 AM - 10:00 AM - Church (musim panas saja)
10:00 AM - 1:00 PM - Church
1:30 PM - 4:00 PM - Rose Square
Bila cuaca buruk: kecuali Minggu
9:00 AM - 6:00 PM - Rumahnya
Minggu
10:00 AM - 4:00 PM - Church

Harris: Summer 4 - Bunga, Onigiri.
Cliff: Summer 6 - Onigiri, Spa-Boiled Egg. Tinggal di Inn. Kalau kamu mengajaknya bekerja di Vineyard, dia akan menjadi temanmu.
Basil: Summer 11-Bunga.
Ann: Summer 17-Spa Boiled Egg. Gadis tomboi sehingga ayahnya (Doug) takut Ann tidak bisa menikah. Ann pandai masak dan ramah. Cliff adalah sainganmu untuk mendapatkan Ann. Ann akan mengundangmu ke acara ultahnya bila parameter perasaannya sudah ungu atau lebih. Jangan lupa datang dengan membawa hadiah. Bila ultahmu Summer 17, ultah Ann akan jadi Summer 22.
Jadwal:
Bila cuaca baik: 7:30 AM - 10:00 AM- HotSpring, 10:30 AM to 10:00 PM - Inn
Bila cuaca buruk: 6:00 AM to 10:00 PM- Inn
Kai: Summer 22 - Flour, Oil. Hanya muncul pada musim panas (menetap bila menikah dengan Popuri). Orangnya ceria dan berterus terang.
Zach: Summer 29 - Onigiri.

FALL
Gotz: Fall 2 - Bahan-bahan.
Stu: Fall 5 - Madu, Juice, Jam.
Hoggy: Fall 10. Sprite berbaju kuning, hobinya tidur.
Manna: Fall 11 - Madu, Bunga.
Karen: Fall 15 - Wine. Cantik, pemilih, suka minum untuk melupakan masalahnya. Satu-satunya karak-ter wanita yang dapat ditemukan di Inn pada malam hari. Bila ulathmu Fall 15, ultahnya jadi Fall 23. Rick menyukainya dan selalu cemburu pada Kai.
Jadwal:
Bila cuaca baik: Kecuali Minggu dan Selasa
8:00 AM - 10:00 AM - di luar Clinic/Supermarket
10:00 AM - 1:00 PM - House
1:00 PM - 7:00 PM - Supermarket
7:30 PM - 10:00 PM - Mineral Beach
Minggu, Selasa
8:00 AM - 10:00 AM - di luar Clinic/Supermarket
10:00 AM - 1:00 PM - House
1:00 PM - 4:00 PM - Hot Springs
8:00 PM - 10:00 PM - Inn
Bila cuaca jelek:Kecuali Minggu, Selasa
9:00 AM - 7:00 PM - Supermarket
Minggu, Selasa
1:00 PM - 4:00 PM - Rumah Gotz
8:00 PM - 10:00 PM - Inn
Doctor: Fall 17 - Poisonous Mushroom. Orangnya sangat sibuk tapi ia ramah.
Anna: Fall 23-Madu, Flour.
Rick: Fall 27 - Makanan Ayam. Orangnya baik,tapi ia tidak suka pada Kai. Tinggal di Poultry Farm.

WINTER
Kano: Winter 2 - Bunga, Jamur.
Gray: Winter 6 - Bijih Besi. Tinggal bersama dan bekerja untuk kakeknya Saibara. Ia pemalu dan merasa kurang dihargai oleh kakeknya. Kalau bukan bekerja biasanya ia ada di perpustakaan.
Doug: Winter 11 - Flour, Kare Flour, Oil.
Ellen: Winter 13 - Onigiri, Bread, Egg, Spa-Boiled Egg.
Duke: Winter 15 -Bread, Onigiri, Spa-Boiled Egg.
Won: Winter 19
Mary: Winter 25 - Bamboo Shoots (rebung). Gadis yang manis, suka bicara tentang buku. Bila ultahmu Winter 25, ultah Mary jadi Winter 25. Mula-mula ia belum sadar bahwa Gray suka padanya.
Jadwal:
Bila cuaca baik: Kecuali Senin:
10:00 AM to 6:00 PM - Library
Senin:
7:00 AM - 10:00 AM - Mother's Hill
11:00 AM - 12:30 PM - dalam rumahnya
1:00 PM - 4:00 PM - dalam Supermarket
Bila cuaca buruk: kecuali Senin:
10:00 AM - 6:00 PM- Library
Senin:
10:00 AM - 12:30 PM - dalam rumahnya
1:00 PM - 4:00 PM - dalam Supermarket