19 Agustus 2014

Gue. Kangen. Parah.

Ahgila. Kampretnih ujian nasional. Secarik kertas tanpa arti. Nilai yang menentukan hal yang katanya penting, padahal biasa aja. Harusnya buat lulus sma tuh tesnya tes kejujuran, keikhlasan, loyalitas, gitu2 dah. Nilai dari mata pelajaran-mata pelajaran yang cuma segelintir materi dan teori dinilai lebih penting daripada kedewasaan, sikap dan pola pikir. Macam mana pola pendidikan seperti itu. Maju indonesiaku, maju, dalam 69 tahun kemerdekaanmu, jayalah ! Jangan jajah anak bangsamu sendiri dengan pemaksaan secara tidak langsung. Merdeka !

Garagara ujian nasional kampret itu, gue ga pulang pulang ke gunung lagiii. Syedih. Terakhir ke gunung juni, mungkin baru bisa ke gunung lagi april. Macam mana pula ini. Tak tahukah rindu membeludak? Lagi ngidam banget kesana deh. Sudah mulai penat dengan jakarta. Sudah mulai penat dengan tekanan. Sudah mulai penat dengan manusia.

Kangen sepatu yang kotor sama tanah. Kangen ngga mandi berhari-hari. Kangen bawa-bawa carrier isinya aqua 1,5 literx3 + tenda dan peralatan lain. Kangen kedinginan kalo malem-malem. Kangen makan indomie pagi-pagi dimasakin dinda sama sarita. Kangen menyapa dan disapa orang yang entah siapa. Kangen perasaan bahagia saat sampe ke pos berikutnya. Kangen perasaan "sumpah gue ga bakalan mau lagi naik gunung kampret" saat udah capeeeekkk banget dan ga sampe-sampe. Kangen pipis malem-malem bawa-bawa senter.

Dan itu semua adalah saat saat dimana gue sangat menikmati kesengsaraan. Saat dimana gue menghargai saat-saat sulit. Saat dimana gue akan sangat bersyukur atas apa yang gue jalani saat itu. Saat saat aneh. Kaya penderitaan yang manis. Dan disaat itu gue bisa bercermin, dan berpikir, dan memikirkan banyak hal.

Gue sampe saat ini jujur masih ga tau harus jawab apa kalo ditanya "lo ngapain naik gunung?". Tapi gue juga ngerti bahwa naik gunung itu berguna buat gue, entah gimana caranya, naik gunung itu ya menimbulkan perasaan damai, bikin bisa kenal diri sendiri, membuat gue bisa memikirkan banyak hal, memberi gue inspirasi buat tiba-tiba bikin quotes sok bijak, bisa kaya jadi pelarian juga. Tau deh gimana ngejelasinnya. Pokoknya ++++++ banget deh. Tapi gue masih mecoba mencari arti sebenarnya buat diri gue kok. Selalu. Dan gue entah kenapa kaya selalu pengen balik ke sana. Kangen.

Gue. Kangen. Parah.


11 Agustus 2014

...

Guess whudd? FINALLY ! Gue tau betul apa yang gue inginkan di masa mendatang. Satu jurusan yang gue idam-idamkan. Satu universitas yang gue idam-idamkan. Dan satu organisasi yang gue idam-idamkan. Ga perlu disebut. Yang kenal gue pasti tau.

Dan mimpi-mimpi itu gue simpen rapih buat nanti gue raih pada saatnya. Gue camkan ke diri gue sendiri bahwa ga ada yang lebih penting dari mimpi mimpi gue itu. Dan gue harus ngelakuin semua hal yang memang dibutuhkan buat ngedapetin mimpi-mimpi itu.

Pernah ngga lo se-kepengen-itu ngedapetin sesuatu sampe lo adrenalinnya meningkat terus. Energi yang dihasilkan hampir serupa sama energi positiv saat lo jatuh cinta, tapi yang ini beda. Mimpi mimpi yang selalu jadi penyemangat lo, pembangun. Dan saat lo mulai capek, yang harus lo lakuin cuma inget apa yang lo mau terus lo jadi tibatiba dibanjiri energi, bandang banjirnya. Keren kan.

Kadang emang ada saat saat dimana gue capek, males, lupa. Dan paling nyebelin adalah saat gue ragu. Saat gue takut. Saat gue bingung. Saat gue ga yakin kalo gue bisa dapetin mimpi-mimpi itu. Dan itu terjadi bukan cuma sekali-dua kali. Tau apa yang gue lakuin? Bercermin. Bilang sama diri gue sendiri, ingetin lagi apa mimpi-mimpinya, betapa berharganya, lalu nangis kejeerrrr banget sampe capek karena galau, di satu sisi ragu, di sisi lain sangat ingin.

Kadang gue ngerasa orang lain ga ada yang tau seberapa besar keinginan gue. Dan hal ini  ngebuat hal lain banyak yang jadi kurang penting di mata gue. Maaf. Gue bukan menghindari semua hal. Tapi dengan semua perasaan ini, dengan mimpi sebesar ini, gue takut, semangat, bingung, penuh ambisi, gue dengan pandangan yang beda, gue ga tau harus gimana bersikap jadinya. Maaf ya orang orang terdekat. Sayang ke kaliannya tetep sama. Tapi tolong ngerti, perasaan yang satu ini ga bisa dibendung.

Boleh minta doa? Boleh minta maaf? Kalo ada yang ga suka sama gue bilang, gampar, maki maki, hina, injek injek, gapapa deh, lakuin apapun sampe lo ngerasa ikhlas. Gue ga mau mimpi mimpi gue yang berharga ga kesampean cuma karena hubungan yang ngga baik sama orang lain. Gue minta maaf yang sedalam-dalamnya. Dan sekali lagi, oke, gue ikhlas kalo ada salahsatu diantara kalian yang merasa butuh bales dendam ke gue, yang penting ga ada hati-hati dendam yang merasa pernah gue sakiti.

Punya mimpi itu indah. Punya mimpi itu meyenangkan. Mewujudkannya ga gampang. Butuh perjuangan. Tapi inget, dapetinnya nanti akan jauh lebih menyenangkan. Jangan give up sama sesuatu yang beharga buat lo. #yolo

2 Agustus 2014

Yang-tak-dapat-tergambarkan

Pernah sempatkan lihat keatas pada waktu seperti ini?
Pernah mau tahu ada apa diatas sana?

Ada milyaran bintang bertaburan begitu saja

Tapi di langit Jakartaku,
Bintangnya hilang
Hampir selalu tak ada
Entah pergi kemana atau tertutup apa
Tapi bintangnya tak kelihatan

Kadang pandanganku tersamarkan
Apakah itu pesawat atau bintang?
Lampu lampu tinggi disana seperti bintang
Mereka serupa walau kalah indah
Apa itu yang buat bintangnya hilang?
Mereka malu
Mereka tak mau bersaing

Dan lalu aku ingat
Aku pernah lihat bintang bintang yang begitu cerah
Bintang bintang yang terangnya berkilau
Bintang bintang yang cahayanya menyilaukan
Bintang bintang yang tak tergantikan lampu kota manapun
Bintang bintang yang penuh sejauh mata memandang
Bintang bintang yang membuat siapapun terpana
Bintang bintang yang..
Bintang bintang yang indahnya tak bisa dituliskan, digambarkan, bahkan dibawa dalam foto
Bintang bintang yang harus dilihat siapapun sebelum ia mati

Keindahan yang tak tergambarkan
Keindahan yang tak bisa dibayangkan mereka yang tak pernagh merasakannya
Tak merasa rugikah mereka tak pernah melihat hal seindah itu?
Kadang aku membayangkan,
Apa mereka yang lahir, tinggal dan besar di kota besar pernah tahu itu ada?
Mereka yang hidup terlalu hingar di bawah lampu kota
Apa mereka tahu ada yang lebih indah dari lampu lampu yang mereka sebut indah?

Dan aku merindukannya
Merindukannya begitu dalam
Menginginkannya begitu kuat
Bintang bintang di-bukan-Jakarta
Langit indah di tempat tempat jauh dari kota
Tempat tempat tanpa lampu kota
Tanpa listrik, juga tanpa peradaban
Tapi penuh bintang
Dan itu cukup bagiku

Tuhan, aku rindu.
Tuhan, bawa aku kesana.

30 Juli 2014

Badai Pasti Berlalu

Jadi, apa yang you guys pikirin tentang judulnya? Dan gue jamin apa yang kalian pikirkan salah. Badai pasti berlalu, oke, maksudnya adalah (cewe) badai pasti berlalu. Biar gue coba jelaskan, maaf kalo bahasanya malah bikin makin ribet.

Cewe. Cantik. Rambutnya subhanallah. Dandan. Bajunya oke banget, biasanya branded. Rajin perawatan diri. Sangat memerhatikan penampilannya. Anak nongkrong. Kerjaannya ngegaul. Ngegaulnya ditempat mahal. Mari kita sebut mereka sebagai 'cewe badai' dalam tulisan gue ini. Jadi, cewe badai, ya begitu. Kebayang ga sih kira kira? Cewe cewe cantik, gaul, eksis, trendy, popular, borju, apapun itu bahasanya. Gue harap kalian kebayang.

Cewe badai biasanya adalah cewe cewe yang sangat cantik yang di dukung dengan dandanannya dan berada di lingkungan yang biasanya high class. Cewe yang ga bisa cuma diliat sekali, suka bikin cowocowo terpana, ya, ga bisa ngeliat cewe begitu selewatan aja, cowo minimal 4-8 kali ngelirik. Pecah. Badai. Kebayang?

Cewecewe badai mungkin biasanya menganggap diri mereka oke, dan high class. Relatif sombong jadinya (menurut pandangan gue). Sok. Uhm, maaf. Lanjutkan. Dan cewe badai itu banyak yang mau pasti kan, jadi biasanya mereka selektif. Mereka cari cowo yang kalo sngga kaya, ganteng, ya populer. Iyakan? Jadi, sebagian cowo juga berfikir mendapatkan cewe badai adalah sebuah prestasi.

Persetan dengan basa basi tadi. Straight to the point, cowo banyak yang mau sama cewe badai. Pasti. Mereka cantik. Kalo dibawa jalan ga bakalan malumaluin. Bisa dipamerin ke tementemen cowonya kan. Iyakan? Bangga lah punya cewe badai. Bangga banget.

Lalu gimana dengan cewe yang ga punya itu semua atau cewe yang memutuskan ga mau punya gaya hidup seperti itu. Jomblo semua dong. Karena banyak cowo berfikir ya kalo cari cewe mending yang badai. Bangga. Kaya gitu?

Gue bukan cewe badai, ga mau dan ga bisa jadi seperti itu. Gue ga suka ada di lingkungan itu. Sangat ga suka. Banyakan orang sombongnya daripada orang yang beneran tulus kalo temenan dan hatinya baik. Gue ga bilang mereka jelek semua, tapi menurut gue, kebanyakan sikap mereka jelek. Apa mereka punya mental bagus? Kebanyakan engga. Mereka kebanyakan hampir selalu menggunakan kecantikan dan status mereka untuk mendapatkan apapun. Amit amit.

Guys, ini buat para cowo. Oke cewe badai luarnya bagus, keren, bisa dipamerin, lo punya kebanggaan dapetin cewe yang semua orang lain incer. Dan kalo lo emang niatnya cuma buat pamer, cocok. Tapi kalo lo memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan yang positif, langgeng, membangun, apa make up dan baju branded mereka berguna? Engga.

Apa karena dia cantik kalian jadi jarang berantem? Apa dia bisa ngebuat lo ngerasa disayang atau diperhatiin? Apa mereka tulus pacaran sama lo? Apa mereka perduli sama lo? Apa mereka akan tetap memilih lo saat ketemu orang yang lebih ganteng, kaya atau populer? Apa mereka masih mau ada buat lo saat lo susah? Apa mereka mau makan ditempat murah saat lo ga punya duit? Apa mereka mau jalan sama lo saat lo pake kaos oblong dan sendal? Apa mereka mau berdiri di depan lo buat belain lo? Apa mereka mau diajak jalan kaki saat kendaraan lo mogok? Apa mereka bisa ngerti saat lo bilang lo ga bisa jemput? Apa ketemu sama lo lebih penting daripada ke salon? Apa mereka mau pergi ga naik mobil setelah perawatan mahal? Mikir.

Hati bro. Yang harusnya lo cari adalah hati yang tulus sama lo. Yang kalopun lo ga ganteng, kaya atau populer dia bakalan tetep sayang sama lo. Yang ga bakalan ninggalin lo karena ada cowo yang lebih ganteng, kaya, atau populer, karena akan selalu ada orang yang lebih dari lo bro. Sadar bro. Apalah artinya penampilan fisik kalo sikapnya ga mendukung. Liat lagi bro, liat dalemnya, apa dia tulus sama lo. Apa dia akan tetap mencintai lo saat lo ga punya semua kebanggaan lo ini. Apa dia bisa ngeliat kehebatan yang orang lain ga bisa liat?

Bro, gue ga cantik. Gue sadar dan insyaallah gue terima bro. Apa gampang nerima itu? Susah jadi cewe ga cantik, karena cewe cantik selalu diutamakan. Selalu. Diskriminasi terjadi. Jadi gue sangat mengerti perasaan cewecewe lain seperti gue, yang ga cantik, bukan cewe badai. Dan sedihnya adalah, kebanyakan dari kalian ga mau liat ke dalem, jadi kalian ga tau apa yang kami punya, karena kebanyakan dari kalian cuma ngeliat fisik. Sedih. Kami juga mau ada orang yang mengagumi kami, mrlihat kelebihan kami. Mungkin bukan dari fisik, materi atau status sosial, tapi dari hal lain, mungkin hati.

Bro, sudahlah. Udah bukan jamannya cari cewe badai. Gue kasih tau ya, yang lebih penting hatinya. Unpopular girl, lebih bisa ngeliat apa yang kalian ga bisa liat karene unpopular girl lebih bisa ngeliat pake hati dan bukan dari kekayaan, fisik atau popularitas. Tolong bro, gue mohon banget, coba pikirin lagi apa yang penting dan ga penting, apa penampilan lebih penting daripada ketulusan?

Gue cuma mau kalian di luar sana ngerti, atau paling ngga coba ngerti, bahwa (menurut gue) yang terpenting dari suatu hubungan adalah ketulusan, hati, sikap saling menghargai, bukannya fisik, materi atau popularitas. Dan bahwa unpopular girl, yang ga 'popular' karena ga cantik dan ga bisa afford lifestyle yang high class juga sebenernya punya sesuatu yang akan kalian cintai kalo kalian ngasih kesempatan buat nunjukkin hal itu, yang kalian biasanya ga mau tau duluan, unpopular girl lebih mementingkan ketulusan, dan itu yang penting. Tolong dipilah lagi apa yang penting dan ga penting dalem hubungan yang mau lo jalin bro.
Badai pasti berlalu, karena apalah artinya fisik, kecantikan akan berkurang. Tapi inner beauty?